Ethereum Hadapi Masalah Proving dengan 12 GPU, Solusi Baru Hanya Membutuhkan 4 GPU
ZisK Klaim Proving Ethereum Kini Hanya Butuh 4 GPU
ZisK membuat klaim baru yang menarik dalam persaingan teknologi proving Ethereum. Proyek open-source ini mengatakan bahwa proses pembuktian transaksi Ethereum kini dapat dilakukan hanya dengan empat GPU Nvidia RTX 5090.
Sebelumnya, kebutuhan hardware untuk proses proving diperkirakan mencapai sekitar 12 GPU. Jika klaim ZisK dapat dibuktikan secara independen, hal ini bisa menjadi perkembangan penting karena proving Ethereum berpotensi dilakukan dengan infrastruktur yang lebih kecil.
ZisK merupakan proyek zero-knowledge virtual machine (zkVM) yang menggunakan teknologi zero-knowledge proof untuk membantu membuktikan komputasi tanpa harus mengungkap seluruh data yang digunakan dalam proses tersebut.
Pada 18 Agustus, ZisK mengatakan prover v1.1.0-alpha mencatat waktu 9,62 detik pada p99 menggunakan empat GPU RTX 5090.
ZisK juga mengklaim bahwa 99,7% blok Ethereum yang diuji dapat diproses dalam waktu kurang dari 10 detik.
Mendekati Target Proving Ethereum
Ethereum memiliki target agar setidaknya 99% blok mainnet dapat di-prove dalam waktu 10 detik.
Jika benchmark ZisK menggunakan jenis workload dan metode pengukuran yang sama dengan standar Ethereum, hasil 9,62 detik berarti sekitar 0,38 detik lebih cepat dari batas 10 detik.
Namun, masih terdapat sejumlah informasi yang belum dipublikasikan ZisK.
Proyek tersebut belum memberikan rincian lengkap mengenai blok yang diuji, jumlah sampel, metode perhitungan p99, batas waktu pengukuran, ukuran proof, serta konsumsi listrik seluruh sistem.
Karena itu, hasil tersebut saat ini masih lebih tepat dianggap sebagai klaim benchmark, bukan bukti final bahwa ZisK telah menyelesaikan tantangan proving Ethereum dengan empat GPU.
Jumlah GPU Bukan Satu-satunya Faktor
Ethereum tidak hanya menetapkan target kecepatan proving. Ada beberapa persyaratan lain yang bertujuan menjaga proses proving tetap terdesentralisasi.
Beberapa kriterianya mencakup:
- Biaya hardware maksimal sekitar US$100.000
- Konsumsi listrik maksimal 10 kW
- Software harus sepenuhnya open-source
- Keamanan minimal 128-bit
- Ukuran proof maksimal 300 KiB
- Tidak menggunakan trusted setup
Dari sisi software, ZisK menggunakan lisensi MIT atau Apache 2.0 dan mengklaim tingkat keamanan 128-bit untuk benchmark terbarunya.
Dari sisi konsumsi daya, empat RTX 5090 juga terlihat masih berada cukup jauh di bawah batas 10 kW jika hanya menghitung konsumsi GPU.
Nvidia mencantumkan konsumsi daya sekitar 575 watt untuk satu RTX 5090. Dengan empat GPU, kebutuhan daya GPU saja mencapai sekitar 2,3 kW.
Harga awal RTX 5090 juga sekitar US$1.999 per unit. Dengan empat kartu, biaya GPU mencapai sekitar US$7.996 sebelum menghitung CPU, motherboard, RAM, storage, power supply, pendingin, dan komponen lainnya.
Artinya, dari sisi harga GPU dan konsumsi daya, konfigurasi empat GPU terlihat cukup menjanjikan.
Namun, operator rumahan tetap harus memperhitungkan kebutuhan listrik, sistem pendingin, dan kapasitas hardware lainnya.
Benchmark ZisK Belum Bisa Dibandingkan Langsung
Hasil ZisK juga belum bisa dibandingkan secara langsung dengan benchmark proving lainnya karena terdapat perbedaan dalam metode pengujian.
Sebagai contoh, OpenVM pada Juli melaporkan waktu 9,8 detik pada p99 menggunakan delapan RTX 5090.
Pengujian tersebut dilakukan terhadap 7.200 blok Ethereum mainnet, mulai dari blok 24.000.000.
OpenVM juga melaporkan tingkat keamanan 100-bit dan ukuran proof di bawah 300 kB.
ZisK memang menunjukkan angka yang lebih menarik karena hanya menggunakan empat GPU. Namun, kedua benchmark tersebut belum sepenuhnya apple-to-apple.
Ada perbedaan dalam tingkat keamanan, jumlah GPU, blok yang diuji, metode pengukuran, dan parameter lainnya.
ZisK juga belum mengungkap ukuran proof dari benchmark empat GPU tersebut.
Mengapa Metode Pengukuran Penting?
Dalam proving Ethereum, cara menghitung waktu juga sangat penting.
Misalnya, Ethproofs menghitung waktu proving dengan memasukkan proses witness generation, tetapi tidak memasukkan waktu pengambilan data maupun pengiriman proof.
Jika dua proyek menggunakan definisi waktu yang berbeda, angka benchmark yang terlihat mirip belum tentu menunjukkan beban kerja yang sama.
Karena itu, data lengkap dari ZisK dibutuhkan agar komunitas Ethereum dapat membandingkan hasilnya secara adil dengan proyek proving lainnya.
Apakah Ini Terobosan untuk Proving Ethereum?
Klaim ZisK tetap menjadi perkembangan yang menarik bagi ekosistem Ethereum.
Sebelumnya, kebutuhan hardware yang mencapai sekitar 12 GPU menimbulkan kekhawatiran bahwa proving Ethereum akan semakin terkonsentrasi pada perusahaan besar dengan akses ke pusat data dan modal besar.
Kini, ZisK mengklaim dapat mencapai target tersebut hanya dengan empat RTX 5090.
Jika hasil ini nantinya dapat diverifikasi secara independen dengan workload dan metode pengukuran yang sama, dampaknya bisa cukup besar.
Proving Ethereum dapat menjadi lebih murah dan lebih mudah dilakukan oleh operator kecil maupun individu, sehingga membantu menjaga desentralisasi jaringan.
Namun, masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai terobosan final.
ZisK masih perlu mempublikasikan blok mainnet yang diuji, jumlah sampel, metode pengukuran p99, ukuran proof, konsumsi daya seluruh sistem, serta benchmark yang dapat direproduksi secara independen.
Untuk saat ini, klaim empat GPU tersebut telah membuat kebutuhan hardware untuk proving Ethereum terlihat jauh lebih ringan. Tetapi, apakah konfigurasi tersebut benar-benar praktis dan dapat digunakan secara luas oleh operator independen masih harus dibuktikan.
0 Comments