TVL Uniswap Melonjak 100%, Bisakah UNI Menembus Resistance dan Mengalami Breakout?
TVL Uniswap di Robinhood Chain Melonjak 100%, Bisakah UNI Menembus Resistance?
Total Value Locked (TVL) Uniswap di Robinhood Chain baru-baru ini menembus US$100 juta, setelah melonjak sekitar 100% dalam sebulan. Kenaikan ini terjadi ketika sentimen bullish juga semakin kuat di pasar derivatif UNI.
Lonjakan TVL menunjukkan bahwa semakin banyak likuiditas yang masuk ke ekosistem Uniswap di jaringan tersebut. Arus modal sebelumnya masih terbatas, tetapi mulai meningkat sejak akhir Juni dan berlanjut sepanjang Juli.
Memasuki Agustus, TVL Uniswap di Robinhood Chain naik hingga lebih dari US$100 juta. Ini menunjukkan bahwa peningkatan likuiditas bukan sekadar lonjakan sementara, tetapi merupakan tren yang terus berkembang.
Pertumbuhan TVL tersebut menjadi sinyal positif bagi fundamental Uniswap. Semakin tinggi TVL, semakin besar pula modal yang terkunci di dalam protokol, sehingga dapat mendukung aktivitas dan likuiditas jaringan.
Trader Besar Masih Bullish terhadap UNI
Meskipun harga UNI mengalami penurunan dari level awal Agustus, sentimen bullish di pasar derivatif masih cukup kuat.
Data Binance menunjukkan bahwa trader besar memiliki 71,2% posisi long, sementara posisi short hanya 28,8%. Kondisi ini membuat rasio Long/Short mencapai 2,47.
Artinya, posisi bullish lebih dari dua kali lipat dibandingkan posisi bearish.
Hal ini menunjukkan bahwa trader besar masih mempertahankan posisi long meskipun harga UNI sedang berada dalam tekanan. Sebelumnya, UNI sempat diperdagangkan di atas US$4,40 sebelum turun tajam dan menemukan support di area US$3.
Trader besar juga belum menunjukkan pergeseran besar ke posisi short. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal bahwa sebagian pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan harga UNI.
Permintaan Spot UNI Masih Kuat
Pasar spot juga memberikan sinyal positif. Data 90-day Spot Taker CVD menunjukkan bahwa aktivitas pembelian masih lebih dominan dibandingkan penjualan.
Ini berarti pembeli masih melakukan lebih banyak transaksi agresif menggunakan market order dibandingkan penjual dalam periode tersebut.
Yang menarik, dominasi pembeli tetap bertahan meskipun harga UNI mengalami tekanan cukup besar sepanjang Agustus. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap UNI belum sepenuhnya menghilang.
Jika digabungkan dengan posisi long 71,2% dari trader besar Binance, kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap UNI masih cukup tinggi.
Pertumbuhan TVL Uniswap di Robinhood Chain sebesar 100% juga memperkuat fundamental proyek. Namun, kekuatan permintaan tersebut sejauh ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga UNI.
Apakah US$3,183 Bisa Menjadi Titik Balik UNI?
Saat ini, UNI diperdagangkan di sekitar US$3,266 setelah bears berhasil mendorong harga di bawah resistance penting US$3,489.
Namun, UNI masih bertahan di atas support US$3,183. Level ini menjadi area penting bagi bulls untuk mempertahankan harga dan membuka peluang pemulihan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 35,88, yang berarti UNI sudah mendekati zona oversold. RSI tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual telah cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.
Jika UNI mampu mempertahankan support US$3,183, meningkatnya permintaan dapat mendorong harga untuk kembali menguji US$3,489.
Jika berhasil menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, UNI berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level US$4.
Sebaliknya, jika UNI kehilangan support US$3,183, tekanan jual dapat semakin besar. Dalam skenario tersebut, harga berpotensi turun menuju support berikutnya di sekitar US$2,780.
Dengan demikian, US$3,183 menjadi level kunci bagi pergerakan UNI dalam jangka pendek. Selama bulls mampu mempertahankan level tersebut, peluang pemulihan masih terbuka, terutama dengan dukungan pertumbuhan TVL Uniswap di Robinhood Chain dan tingginya posisi long di pasar derivatif.
0 Comments