Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Negatif Jadi Sorotan Pasar
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia Investment Authority (INA) di level BBB dengan outlook negatif. Keputusan tersebut diumumkan Fitch pada 16 September 2026 dan berkaitan erat dengan profil kredit pemerintah Indonesia.
Peringkat tersebut berlaku untuk Long-Term Issuer Default Ratings (IDR) INA dalam mata uang asing dan rupiah. Fitch juga mempertahankan peringkat jangka pendek valuta asing INA di level F2.
Sementara itu, pada skala nasional, Fitch Ratings Indonesia mempertahankan peringkat jangka panjang INA di level AAA(idn) dengan outlook stabil dan peringkat jangka pendek di F1+(idn).
Outlook Negatif INA Mengikuti Peringkat Indonesia
Fitch menjelaskan bahwa outlook negatif INA tidak secara langsung menunjukkan penurunan kinerja keuangan lembaga tersebut. Outlook tersebut terutama mencerminkan outlook negatif pada peringkat utang pemerintah Indonesia.
Fitch sebelumnya mempertahankan sovereign rating Indonesia di level BBB, tetapi mengubah prospeknya dari stabil menjadi negatif. Karena hubungan INA dengan pemerintah sangat kuat, perubahan pada profil kredit negara turut memengaruhi peringkat internasional INA.
Dengan kata lain, posisi kredit INA masih berada di level BBB, tetapi terdapat risiko bahwa perubahan pada peringkat pemerintah Indonesia dapat berdampak terhadap rating INA.
Fitch Nilai INA Tidak Bisa Dipisahkan dari Pemerintah
Salah satu alasan utama Fitch menyamakan peringkat internasional INA dengan pemerintah adalah keterkaitan yang erat antara keduanya.
Fitch tidak memberikan Standalone Credit Profile (SCP) kepada INA. Menurut Fitch, INA tidak dapat dipisahkan secara efektif dari pemerintah karena menjalankan mandat yang berkaitan dengan kebijakan negara serta memiliki hubungan operasional dan keuangan yang kuat dengan pemerintah.
Fitch juga menilai kemungkinan pemerintah memberikan dukungan luar biasa kepada INA apabila dibutuhkan berada pada tingkat yang sangat tinggi. Penilaian tersebut tercermin dalam support score 45 dari maksimum 60 berdasarkan metodologi Government-Related Entities (GRE).
Kondisi Keuangan INA Justru Menguat
Menariknya, outlook negatif tersebut bukan disebabkan oleh penurunan kinerja keuangan INA.
Data yang dikutip dari laporan Fitch menunjukkan pendapatan INA pada 2025 meningkat menjadi sekitar Rp8,5 triliun, dari Rp5,9 triliun pada 2024. Laba bersih juga naik menjadi sekitar Rp7,4 triliun, dibandingkan Rp5,4 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan investasi INA juga meningkat menjadi sekitar Rp866,3 miliar pada 2025 dari Rp504,4 miliar pada 2024.
Pendapatan dividen dari kepemilikan saham di Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia mencapai sekitar Rp4,6 triliun, atau sekitar 55% dari total pendapatan INA pada 2025.
Kas INA Turun Seiring Percepatan Investasi
Di sisi lain, posisi kas INA mengalami penurunan. Saldo kas tercatat sekitar Rp9,8 triliun pada 2025, turun dari Rp12,8 triliun pada 2024.
Penurunan tersebut terjadi ketika INA mempercepat investasi pada sejumlah sektor prioritas. Fitch tetap menilai leverage INA relatif rendah karena pertumbuhan portofolionya terutama didukung oleh ekuitas, sumber daya internal, dan dana investor, bukan utang.
Apa Dampaknya bagi Pasar?
Outlook negatif pada INA perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena peringkat lembaga tersebut sangat berkaitan dengan sovereign rating Indonesia.
Jika peringkat kredit pemerintah Indonesia mengalami perubahan ke depan, peringkat internasional INA juga berpotensi terdampak. Fitch menyebut penurunan sovereign rating Indonesia dapat menyebabkan perubahan yang sama pada peringkat internasional INA.
Namun, outlook negatif tidak sama dengan downgrade. Untuk saat ini, Fitch masih mempertahankan rating internasional INA di level BBB.
Bagi investor dan pelaku pasar, perkembangan berikutnya akan bergantung pada perubahan profil kredit Indonesia, kondisi fiskal pemerintah, serta kekuatan hubungan dan dukungan pemerintah terhadap INA.
INA sendiri mencatat pada situs resminya bahwa peringkat kredit merupakan penilaian independen yang dapat ditinjau, direvisi, ditangguhkan, atau dicabut oleh lembaga pemeringkat. Peringkat tersebut juga bukan merupakan rekomendasi investasi.
0 Comments