Harga BBM Shell Naik, Tembus Rp25.420 per Liter Mulai 1 September 2026
Harga BBM Shell Naik Mulai 1 September 2026, Shell V-Power Diesel Tembus Rp25.420 per Liter
Harga bahan bakar minyak (BBM) Shell mengalami perubahan mulai 1 September 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada produk diesel, yakni Shell V-Power Diesel yang kini dibanderol Rp25.420 per liter.
Berdasarkan informasi pada laman resmi Shell Indonesia, Selasa (1/9/2026), harga Shell V-Power Diesel naik Rp3.510 per liter dibandingkan harga yang berlaku pada Agustus 2026 sebesar Rp21.910 per liter.
Dengan kenaikan tersebut, harga Shell V-Power Diesel meningkat sekitar 16% hanya dalam waktu satu bulan. Kenaikan ini juga membuat harga BBM diesel Shell semakin mendekati level Rp25.000 per liter.
Jika dibandingkan dengan harga pada 1 Juli 2026, kenaikannya bahkan lebih besar. Pada awal Juli, Shell V-Power Diesel masih dijual Rp21.340 per liter. Artinya, dalam kurun waktu sekitar dua bulan, harga produk tersebut telah naik Rp4.080 per liter.
Rincian Harga Shell V-Power Diesel Juli-September 2026
Perubahan harga Shell V-Power Diesel dalam tiga bulan terakhir menunjukkan adanya peningkatan bertahap sebelum terjadi lonjakan pada September.
Berikut rinciannya:
- 1 Juli 2026: Rp21.340 per liter
- 1 Agustus 2026: Rp21.910 per liter
- 1 September 2026: Rp25.420 per liter
Pada Agustus, harga Shell V-Power Diesel hanya naik Rp570 per liter dari bulan sebelumnya. Namun, memasuki September, kenaikannya jauh lebih besar, yakni Rp3.510 per liter.
Secara kumulatif, harga Shell V-Power Diesel telah meningkat sekitar 19,1% dibandingkan harga pada awal Juli. Dengan kata lain, konsumen yang menggunakan produk tersebut menghadapi tambahan biaya Rp4.080 untuk setiap liter BBM yang dibeli dibandingkan dua bulan sebelumnya.
Biaya Isi Penuh Tangki Ikut Meningkat
Kenaikan harga per liter tentu berdampak langsung terhadap biaya yang harus dikeluarkan konsumen, terutama pemilik kendaraan diesel yang memiliki frekuensi penggunaan tinggi.
Sebagai gambaran, konsumen yang mengisi 50 liter Shell V-Power Diesel pada harga September 2026 harus membayar:
50 liter x Rp25.420 = Rp1.271.000.
Sementara pada Agustus 2026, pengisian dengan jumlah yang sama membutuhkan biaya:
50 liter x Rp21.910 = Rp1.095.500.
Dengan demikian, terdapat tambahan biaya sebesar Rp175.500 untuk setiap pengisian 50 liter.
Jika dibandingkan dengan harga Juli, ketika Shell V-Power Diesel masih Rp21.340 per liter, biaya untuk membeli 50 liter mencapai Rp1.067.000. Artinya, dibandingkan Juli, konsumen kini harus menyiapkan tambahan Rp204.000 untuk jumlah BBM yang sama.
Perbedaan tersebut menjadi semakin terasa bagi konsumen yang menggunakan kendaraan diesel untuk aktivitas dengan jarak tempuh tinggi, seperti perjalanan antarkota maupun kegiatan operasional yang membutuhkan konsumsi BBM dalam jumlah besar.
Harga BBM Shell Mengalami Penyesuaian
Shell melakukan penyesuaian harga BBM dengan mengacu pada ketentuan dan regulasi pemerintah yang berlaku. Harga BBM nonsubsidi pada dasarnya dapat berubah mengikuti sejumlah faktor ekonomi dan perkembangan biaya pengadaan energi.
Pergerakan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan harga BBM. Selain itu, nilai tukar rupiah, kondisi pasar energi, serta komponen pajak dan biaya lainnya juga dapat memengaruhi harga jual BBM.
Karena itu, harga BBM di SPBU swasta maupun harga BBM nonsubsidi dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi keekonomian dan kebijakan yang berlaku.
Kenaikan Shell V-Power Diesel pada September 2026 juga terjadi bersamaan dengan penyesuaian sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina. Kondisi ini membuat konsumen memiliki alasan lebih besar untuk kembali membandingkan harga BBM berdasarkan jenis kendaraan, spesifikasi mesin, serta kebutuhan penggunaan.
Harga BBM Pertamina Juga Naik Mulai 1 September 2026
Tidak hanya Shell, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB.
Namun, berbeda dengan Shell V-Power Diesel yang mengalami kenaikan cukup besar, Pertamina tidak menaikkan seluruh produk BBM nonsubsidinya.
Tiga produk yang mengalami penyesuaian adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk keekonomian produk dan daya beli masyarakat.
Menurut Pertamina, keputusan untuk tidak menaikkan seluruh produk dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan harga energi.
Rincian Harga BBM Pertamina September 2026
Berikut harga sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 September 2026:
- Pertamax Turbo (RON 98): naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter
- Dexlite: naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter
- Pertamax 92: tidak mengalami perubahan
- Pertamax Green 95: tidak mengalami perubahan
Dari daftar tersebut, kenaikan terbesar secara nominal terjadi pada Dexlite yang naik Rp4.000 per liter. Pertamina Dex menyusul dengan kenaikan Rp4.050 per liter, sedangkan Pertamax Turbo naik Rp1.300 per liter.
Harga BBM Diesel Jadi Perhatian
Kenaikan harga pada produk diesel menjadi salah satu perubahan yang paling mencolok pada September 2026.
Harga Shell V-Power Diesel kini berada di Rp25.420 per liter, sementara Pertamina Dex berada di Rp25.200 per liter. Selisih harga kedua produk tersebut mencapai Rp220 per liter.
Sementara itu, harga Dexlite berada di Rp23.700 per liter atau Rp1.720 lebih murah dibandingkan Shell V-Power Diesel.
Perbandingan harga tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik kendaraan diesel ketika menentukan produk BBM yang akan digunakan. Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan karena konsumen juga perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi dan rekomendasi mesin kendaraan.
Penggunaan BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan penting untuk menjaga performa mesin sekaligus memastikan produk yang digunakan memenuhi kebutuhan teknis kendaraan.
Dampak Kenaikan Harga bagi Konsumen
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat meningkatkan pengeluaran masyarakat, khususnya bagi pengguna kendaraan yang tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Dampaknya tidak hanya terlihat dari biaya pengisian tangki kendaraan. Bagi konsumen yang menggunakan kendaraan secara rutin, kenaikan harga per liter dapat terakumulasi menjadi tambahan pengeluaran yang cukup besar dalam satu bulan.
Sebagai contoh, apabila seorang pengguna Shell V-Power Diesel mengisi 50 liter sebanyak empat kali dalam satu bulan, total konsumsi mencapai 200 liter.
Dengan harga September sebesar Rp25.420 per liter, biaya BBM untuk konsumsi 200 liter mencapai Rp5.084.000.
Pada harga Agustus sebesar Rp21.910 per liter, biaya untuk jumlah konsumsi yang sama sekitar Rp4.382.000.
Artinya, dengan asumsi konsumsi tetap 200 liter per bulan, pengguna harus mengeluarkan tambahan sekitar Rp702.000 dibandingkan bulan sebelumnya.
Perhitungan tersebut hanya menggambarkan dampak perubahan harga dan belum memperhitungkan perubahan jarak tempuh, konsumsi kendaraan, maupun faktor lain yang dapat memengaruhi jumlah BBM yang dibeli.
Konsumen Perlu Memperhatikan Spesifikasi Kendaraan
Dengan adanya perbedaan harga antarproduk, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan kendaraan sebelum memilih BBM.
Pemilihan BBM sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga yang paling murah, tetapi juga pada jenis mesin dan spesifikasi bahan bakar yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan.
Untuk kendaraan diesel, konsumen dapat mempertimbangkan produk diesel yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Begitu pula kendaraan berbahan bakar bensin perlu menggunakan produk dengan spesifikasi yang sesuai.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan memilih produk berdasarkan spesifikasi kendaraan.
Langkah tersebut menjadi semakin relevan ketika harga BBM mengalami perubahan karena konsumen dapat mengatur pola pengisian dan penggunaan BBM tanpa mengabaikan kebutuhan teknis kendaraan.
Perubahan Harga BBM Perlu Dipantau Setiap Bulan
Perubahan harga BBM pada September 2026 menunjukkan bahwa harga produk nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.
Konsumen perlu memperhatikan informasi harga terbaru sebelum melakukan pengisian, terutama ketika terdapat perbedaan harga yang cukup besar dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk pengguna kendaraan dengan konsumsi BBM tinggi, selisih beberapa ribu rupiah per liter dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran bulanan. Karena itu, perubahan harga BBM bukan hanya menjadi informasi bagi pengendara, tetapi juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam mengatur anggaran transportasi.
Dengan mulai berlakunya harga baru pada 1 September 2026, Shell V-Power Diesel kini berada di level Rp25.420 per liter. Di sisi lain, Pertamina juga melakukan penyesuaian pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap pada harga sebelumnya.
Perkembangan harga BBM selanjutnya masih akan menjadi perhatian konsumen, terutama karena harga produk nonsubsidi berkaitan dengan perkembangan harga energi, nilai tukar, kebijakan pemerintah, serta kondisi keekonomian yang dapat berubah.
0 Comments