Harga Bitcoin Bergerak di Bawah $80.000, Data Holder Beri Sinyal Baru

Harga Bitcoin Bergerak di Bawah $80.000, Data Holder Beri Sinyal Baru

Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah level US$80.000. Di tengah pergerakan tersebut, data kepemilikan Bitcoin menunjukkan adanya perubahan perilaku antara investor besar dan investor ritel.

Dalam tiga pekan terakhir, kepemilikan Bitcoin oleh whale atau pemegang dalam jumlah besar turun sekitar 0,20%. Sebaliknya, kepemilikan dari dompet investor ritel meningkat 0,09%.

Perbedaan tersebut memang masih tergolong kecil. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa investor besar mulai mengurangi agresivitasnya, sementara investor ritel perlahan mengambil lebih banyak pasokan Bitcoin yang tersedia.

Meski demikian, peningkatan permintaan dari investor ritel belum menunjukkan tanda-tanda FOMO (fear of missing out) yang kuat.

Holder Jangka Panjang Mulai Ambil Keuntungan

Pergerakan data holder juga menunjukkan bahwa sebagian pemegang Bitcoin jangka panjang atau long-term holder (LTH) mulai menjual sebagian asetnya.

Namun, aksi jual tersebut belum terlihat agresif. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang masih memberikan ruang bagi Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan apabila permintaan tetap bertahan.

Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah LTH SOPR. Jika indikator tersebut meningkat sementara jumlah Bitcoin yang masih dipegang investor jangka panjang tetap tinggi, Bitcoin berpotensi belum mencapai puncak harga akhirnya.

Dengan kata lain, pergerakan saat ini bisa menjadi tahap awal sebelum Bitcoin memasuki kenaikan yang lebih besar.

Bitcoin Masih Memiliki Dasar Pemulihan

Pergerakan investor jangka pendek juga masih sejalan dengan kondisi pasar secara keseluruhan.

Dalam sebulan terakhir, investor jangka pendek atau short-term holder (STH) masih berada dalam posisi keuntungan. Investor jangka panjang juga mulai kembali mengambil keuntungan dari kepemilikannya.

Yang menarik, kedua kelompok investor tersebut saat ini masih memiliki posisi yang menguntungkan. Kondisi ini dapat mengurangi risiko aksi jual besar-besaran karena kerugian.

Investor jangka pendek tercatat menghasilkan keuntungan sekitar US$168 miliar, sementara kerugiannya berada sedikit di bawah US$100 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih mampu menyerap aksi ambil untung tanpa kembali masuk ke fase kerugian secara luas.

Jika STH dan LTH tetap berada dalam posisi menguntungkan dan harga Bitcoin mampu bertahan di atas US$80.000, pemulihan saat ini berpotensi berkembang menjadi tren kenaikan yang lebih berkelanjutan.

Harga Bitcoin Menghadapi Resistance US$80.000

Meski data holder memberikan sinyal yang cukup positif, pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek masih menghadapi tantangan.

Bitcoin sebelumnya mengalami kenaikan tajam dari sekitar US$63.000 pada 19 Agustus hingga mencapai US$78.000. Setelah itu, harga BTC masuk ke fase konsolidasi yang lebih luas.

Dalam beberapa kali percobaan, Bitcoin masih kesulitan menembus level US$80.000. Penolakan terbaru bahkan membuat harga BTC turun dari hampir US$79.500 menjadi sekitar US$77.392.

Sementara itu, area US$75.500 masih menjadi support penting. Level tersebut telah beberapa kali membantu menahan penurunan Bitcoin sehingga tren pemulihan belum sepenuhnya rusak.

RSI Bitcoin Mulai Menunjukkan Pelemahan Momentum

Indikator teknikal juga menunjukkan bahwa momentum kenaikan Bitcoin mulai mendingin.

RSI Bitcoin berada di level 46,68. Angka tersebut menunjukkan bahwa momentum pasar telah melemah setelah Bitcoin kembali ditolak di dekat US$80.000.

Untuk melanjutkan tren kenaikan, Bitcoin perlu kembali menembus US$80.000 dan melewati resistance berikutnya di sekitar US$82.000.

Jika berhasil, peluang Bitcoin untuk melanjutkan pemulihan akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila harga BTC kehilangan level US$75.500, tekanan jual berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat membuat perhatian pasar beralih ke level support yang lebih rendah.

Kesimpulan

Data kepemilikan Bitcoin menunjukkan adanya pergeseran kecil dari whale menuju investor ritel. Namun, belum terlihat tanda FOMO yang kuat dari investor ritel.

Di sisi lain, investor jangka panjang mulai mengambil keuntungan, tetapi belum dalam skala agresif. Selama Bitcoin mampu mempertahankan support US$75.500 dan kembali menembus US$80.000, peluang berlanjutnya tren pemulihan masih terbuka.