Trump Bantah Kekhawatiran AI, Saham Nvidia Tetap Tertekan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membantah kekhawatiran investor mengenai perlambatan investasi kecerdasan buatan (AI). Trump menyebut kekhawatiran tersebut sebagai sebuah “hoaks”, meski saham Nvidia justru mengalami tekanan di pasar.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri All-In Summit, konferensi investor Silicon Valley, pada Senin. Dalam acara tersebut, Trump bahkan menelepon CEO Nvidia Jensen Huang secara langsung di atas panggung.
Trump mengatakan pusat data atau data center yang dibangun untuk mendukung perkembangan AI memberikan keuntungan ekonomi bagi perusahaan maupun negara bagian.
“Saya mengatakan kepada Anda bahwa semuanya adalah hoaks. Pusat data itu hebat. Mereka membuat orang kaya. Mereka membuat negara bagian menjadi kaya,” ujar Trump.
Saham Nvidia Tetap Turun
Meski mendapat dukungan langsung dari Trump, saham Nvidia tetap mengalami tekanan. Saham perusahaan semikonduktor tersebut turun sekitar 3% pada perdagangan Senin.
Penurunan itu terjadi ketika saham-saham perusahaan chip secara umum ikut melemah. Investor mulai mempertimbangkan kemungkinan adanya perlambatan belanja AI, terlepas dari dukungan pemerintah AS terhadap industri tersebut.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara optimisme pemerintah terhadap perkembangan AI dan kekhawatiran pelaku pasar mengenai besarnya investasi yang dibutuhkan industri tersebut.
Kekhawatiran Investor terhadap Industri AI
Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir mendorong perusahaan teknologi meningkatkan belanja untuk pusat data, chip, dan infrastruktur komputasi.
Namun, meningkatnya biaya investasi membuat sebagian investor mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan bisnis AI dapat terus memenuhi ekspektasi pasar.
Trump justru menilai kekhawatiran tersebut berlebihan. Di sisi lain, keterlibatan pemerintah AS dengan para pemimpin perusahaan teknologi menunjukkan bahwa isu AI tetap menjadi perhatian penting bagi pemerintahan Trump.
Trump dan Jensen Huang Jadi Sorotan
Pertemuan antara Trump dan Jensen Huang juga menjadi perhatian karena Nvidia merupakan salah satu perusahaan paling penting dalam ekosistem AI global.
Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan-perusahaan AI. Sikap tersebut dinilai berbeda dengan pernyataannya yang menyebut kekhawatiran terhadap AI sebagai sesuatu yang dibuat-buat.
Wakil Presiden AS JD Vance juga pernah menyampaikan sikap skeptis terhadap sejumlah eksekutif AI yang mendorong pemerintah untuk membuat lebih banyak regulasi terhadap industri tersebut.
Hubungan AS-China Ikut Menjadi Perhatian
Perbedaan sikap tersebut menjadi semakin penting menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Hingga kini, Gedung Putih maupun OpenAI belum memberikan informasi secara rinci mengenai pembicaraan yang berlangsung di balik panggung.
Situasi tersebut membuat pertanyaan mengenai sikap pemerintahan Trump terhadap industri AI masih terbuka. Di satu sisi, Trump menolak kekhawatiran mengenai AI dan belanja pusat data. Di sisi lain, pemerintahannya tetap aktif berkomunikasi dengan para pemimpin perusahaan teknologi.
Bagi investor, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa prospek industri AI masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan di pasar saham, khususnya saham perusahaan chip seperti Nvidia.
0 Comments