Harga Bitcoin Hari Ini Dekati US$77.600, Sulit Tembus US$80.000
Harga Bitcoin hari ini bergerak di sekitar US$77.600 pada Senin. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 0,5 persen. Namun, aset kripto terbesar di dunia itu masih kesulitan menembus level US$80.000.
Berdasarkan data CoinGecko, Bitcoin sempat turun ke sekitar US$76.500 sebelum kembali menguat. BTC kemudian sempat menembus US$77.750, tetapi kembali terkoreksi tipis.
Meski mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir, kinerja Bitcoin dalam sepekan masih berada di zona negatif. Harga BTC tercatat turun sekitar 2,9 persen dalam tujuh hari terakhir.
Harga Bitcoin Tertekan Resistance US$80.000
Pergerakan Bitcoin masih dibayangi tekanan jual setelah sebelumnya sempat mencapai area US$82.000 pada awal September.
Analis QCP Capital menilai area US$80.000 hingga US$82.000 menjadi resistance penting bagi Bitcoin. Sementara itu, area US$77.000 hingga US$78.000 menjadi level support yang perlu diperhatikan.
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin bergerak relatif terbatas setelah gagal mempertahankan kenaikan menuju US$82.000. Pembeli masih terlihat masuk ketika harga turun ke kisaran US$76.000 hingga US$77.000.
Analis Bitfinex memperkirakan basis biaya investor aktif Bitcoin berada di sekitar US$76.350. Level tersebut dinilai berpotensi menjadi area permintaan yang mampu menahan tekanan jual.
Bitcoin sempat menguji area US$76.350 dalam 24 jam terakhir sebelum kembali naik ke atas US$77.500.
Arus Dana ETF Bitcoin Melemah
Selain tekanan teknikal, pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh melemahnya permintaan institusional melalui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat.
ETF Bitcoin mencatat arus dana keluar bersih sebesar US$46,6 juta pada 8 September. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi US$120,2 juta pada 9 September dan US$282,7 juta pada 10 September.
Arus dana ETF baru kembali positif pada 11 September dengan inflow bersih sekitar US$6 juta.
Dengan demikian, dalam tiga sesi sebelumnya terjadi arus keluar hampir US$450 juta. Kondisi ini menunjukkan minat beli melalui ETF Bitcoin masih jauh lebih rendah dibandingkan periode ketika BTC bergerak menuju US$82.000.
Pertemuan The Fed Jadi Perhatian Pasar
Faktor makroekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor Bitcoin menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada September.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Agustus menunjukkan ekonomi menambah 162.000 lapangan pekerjaan. Angka tersebut jauh di atas perkiraan pasar yang berada di kisaran 55.000 hingga 56.000.
Data tersebut turut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar AS menguat, sementara spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga kembali meningkat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin kesulitan menembus resistance US$80.000.
Di pasar derivatif, data CoinGlass menunjukkan open interest Bitcoin berada di sekitar US$50,9 miliar. Funding rate masih sedikit positif, tetapi aktivitas taker agresif masih cenderung didominasi penjual.
Hal ini menunjukkan posisi leverage di pasar masih cukup tinggi di tengah melemahnya permintaan dari ETF spot.
Analisis Teknikal Bitcoin
Secara teknikal, Bitcoin masih diperdagangkan di atas sejumlah moving average penting pada grafik harian.
Simple Moving Average (SMA) 50 hari berada di sekitar US$71.402, sedangkan SMA 100 hari berada di US$67.332 dan SMA 200 hari di sekitar US$70.189.
Dengan harga yang berada di sekitar US$77.600, Bitcoin masih berada lebih dari 8 persen di atas level-level tersebut.
Namun, apabila Bitcoin turun dan menembus US$76.350, tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam kondisi tersebut, area US$71.400 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.
Jika tekanan jual semakin kuat, area US$70.000 hingga US$71.400 berpotensi menjadi zona penting bagi pergerakan BTC.
Indikator Chaikin Oscillator juga menunjukkan pelemahan arus dana. Indikator tersebut berada di sekitar -1,11K setelah sebelumnya mencapai lebih dari 4K ketika Bitcoin mengalami reli pada Agustus.
Kondisi tersebut mengindikasikan distribusi mulai lebih dominan dibandingkan akumulasi dalam beberapa sesi terakhir.
Bitcoin Perlu Tembus US$80.000
Pada grafik empat jam, Bitcoin masih bergerak dalam kisaran US$76.000 hingga US$80.000 setelah mengalami penolakan dari area US$82.000.
Indikator Directional Movement Index (DMI) menunjukkan +DI berada di 19,69, sedangkan -DI berada di 15,19. Kondisi ini sedikit menunjukkan keunggulan pembeli.
Namun, Average Directional Index (ADX) masih berada di 19,54. Angka tersebut menunjukkan momentum tren Bitcoin belum cukup kuat.
Bitcoin membutuhkan pergerakan berkelanjutan di atas US$80.000 untuk membuka peluang kembali menuju US$82.000.
Jika BTC berhasil ditutup di atas US$80.000 pada grafik empat jam dan indikator DMI serta Money Flow Index (MFI) ikut menguat, peluang Bitcoin menguji US$82.000 kembali terbuka. Target berikutnya berada di sekitar US$84.000.
Sebaliknya, jika Bitcoin gagal bertahan di atas US$78.000, area US$76.350 menjadi support terdekat. Apabila level tersebut ditembus, Bitcoin berpotensi melanjutkan penurunan menuju US$75.000.
Untuk saat ini, level US$80.000 menjadi area penting yang menentukan arah harga Bitcoin berikutnya. Investor akan mencermati apakah BTC mampu menembus resistance tersebut atau kembali mengalami tekanan jual.
0 Comments