Regulasi Crypto Brazil Makin Ketat, Kurang dari 10% Perusahaan Diperkirakan Bertahan
Pasar kripto Brazil memasuki fase pengetatan regulasi. Kurang dari 10% perusahaan kripto yang saat ini beroperasi di negara tersebut diperkirakan akan mengajukan izin kepada Bank Sentral Brazil sebelum batas waktu pada akhir Oktober 2026.
Mengutip Valor Investe, pelaku industri memperkirakan terdapat sekitar 150 hingga 200 perusahaan lokal dan asing yang menyediakan layanan aset virtual di Brazil. Namun, sejumlah estimasi lain menyebut jumlahnya bisa mendekati 300 perusahaan.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 hingga 25 perusahaan yang dinilai memiliki modal, struktur, serta minat untuk mengajukan izin. Sementara itu, jumlah perusahaan yang pada akhirnya mendapatkan izin sebagai Penyedia Layanan Aset Virtual (PSAV) diperkirakan hanya sekitar 10 perusahaan.
Batas Pengajuan Izin Crypto Brazil
Perusahaan yang sudah menyediakan layanan aset virtual sebelum aturan baru berlaku pada Februari 2026 memiliki waktu hingga 30 Oktober 2026 untuk mengajukan tahap awal permohonan izin.
Perusahaan yang tidak masuk dalam proses perizinan hingga batas waktu tersebut akan diberikan waktu 30 hari untuk menghentikan operasionalnya.
Namun, angka mengenai jumlah perusahaan yang akan mengajukan izin masih bersifat perkiraan. Jumlah sebenarnya baru akan terlihat setelah periode pengajuan berakhir.
Sementara itu, lembaga keuangan yang sudah memiliki izin perbankan dari Bank Sentral Brazil tidak diwajibkan mengajukan izin terpisah untuk menjalankan layanan di sektor aset digital. Pengelola dana juga tetap berada di bawah pengawasan Brazilian Securities and Exchange Commission (CVM).
Sejumlah Perusahaan Crypto Mulai Keluar dari Brazil
Pengetatan regulasi telah mendorong sejumlah perusahaan kripto melakukan restrukturisasi maupun menghentikan layanan di Brazil.
Bitnuvem menutup operasionalnya di Brazil pada tahun ini. Perusahaan menyebut meningkatnya biaya operasional dan tuntutan regulasi sebagai sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
Kemudian, NovaDAX menghentikan operasionalnya di Brazil pada Juni. Pelanggan perusahaan tersebut kemudian dapat memindahkan asetnya ke Foxbit berdasarkan kesepakatan yang dibuat.
Langkah serupa dilakukan Digitra.com, yang menutup bisnis ritel dan mengarahkan pelanggannya ke Foxbit.
Sementara itu, BTG Pactual mengintegrasikan platform kriptonya, Mynt, ke dalam platform milik bank tersebut. Dengan langkah ini, aktivitas aset digital BTG Pactual berada dalam struktur yang sudah dimiliki bank.
Bitso juga mengubah model bisnis ritelnya di Brazil pada awal September melalui kerja sama dengan Mercado Bitcoin. Pelanggan ritel Bitso diarahkan untuk berinvestasi melalui Mercado Bitcoin, sedangkan Bitso akan lebih fokus pada layanan infrastruktur dan kebutuhan institusional.
Terbaru, Coinext mengumumkan penutupan layanan ritelnya setelah hampir satu dekade beroperasi. Perusahaan menghentikan layanan perdagangan dan kustodian kripto untuk pelanggan ritel, sementara Coinext Asset yang bergerak di bidang manajemen aset institusional tetap beroperasi.
Berbeda dari sejumlah perusahaan sebelumnya, Coinext secara langsung mengaitkan keputusan tersebut dengan perubahan lingkungan regulasi.
Persyaratan Modal Jadi Tantangan Perusahaan Crypto
Salah satu persoalan utama dalam proses perizinan adalah tingginya persyaratan modal.
Dalam konsultasi publik sebelumnya, Bank Sentral Brazil mengusulkan modal minimum sebesar R$1 juta untuk perantara aset virtual seperti bursa kripto, R$2 juta untuk kustodian, serta R$3 juta bagi perusahaan yang menjalankan kedua aktivitas tersebut.
Namun, aturan final yang diumumkan pada November menetapkan persyaratan yang jauh lebih tinggi.
Berdasarkan jenis aktivitas dan profil risiko perusahaan, kebutuhan modal dapat berada di kisaran R$10,8 juta hingga R$37,2 juta.
Selain modal, perusahaan juga harus memenuhi berbagai persyaratan lain. Aturan tersebut mencakup tata kelola, pengendalian internal, manajemen risiko, keamanan, pencegahan pencucian uang, sertifikasi teknis, audit, hingga pelaporan kepada regulator.
Regulasi Crypto Brazil Dinilai Bisa Tekan Perusahaan Kecil
Pengetatan aturan tidak sepenuhnya ditolak oleh pelaku industri. Sejumlah perusahaan menilai pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar pasar kripto Brazil dapat berkembang secara lebih aman dan teratur.
Namun, biaya kepatuhan yang tinggi dinilai dapat menjadi tantangan bagi perusahaan kecil.
Direktur kebijakan publik dan regulasi Ripple untuk Amerika Latin, Isabel Sica Longhi, mengatakan pengurangan jumlah perusahaan merupakan hal yang wajar dalam proses regulasi. Namun, ia menilai regulator perlu membedakan antara perusahaan yang memang tidak layak dan perusahaan kecil yang masih memiliki potensi untuk berkembang.
Menurutnya, aturan yang terlalu berat dapat membuat perusahaan kecil kesulitan bertahan hanya karena ukurannya.
Aturan Baru Akan Berlaku Bertahap
Bank Sentral Brazil juga telah menetapkan aturan tambahan terkait modal dan risiko. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada Januari 2027 dan secara bertahap akan memasukkan penyedia layanan aset virtual ke dalam segmen regulasi S4 hingga Juni 2028.
Perusahaan yang masuk kategori institusi S5 nantinya tidak lagi diperbolehkan menyediakan layanan aset virtual.
Selain itu, bursa kripto berlisensi akan menghadapi persyaratan tambahan mulai 1 Januari 2027. Mereka diwajibkan menyediakan laporan kecukupan aset setiap hari untuk memastikan aset yang dimiliki mencukupi kebutuhan operasional dan risiko keamanan.
Pengawasan Transaksi Crypto Juga Diperketat
Bank Sentral Brazil juga terus memperkuat sistem keamanan transaksi aset digital.
Mulai 1 Januari 2027, transaksi kripto tertentu dengan nilai lebih dari US$10.000 yang dikirim ke penyedia layanan aset virtual di luar negeri atau dompet self-custody dapat ditahan hingga 24 jam.
Transaksi tersebut dapat diproses lebih cepat apabila penyedia layanan telah melakukan pemeriksaan risiko sesuai ketentuan.
Bank Sentral Brazil juga mengembangkan sistem peringatan ancaman kripto secara real-time bersama perusahaan keamanan blockchain Hypernative. Sistem tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi ancaman dan aktivitas mencurigakan di sektor aset digital.
Bagaimana Masa Depan Pasar Crypto Brazil?
Jumlah perusahaan yang benar-benar masuk ke dalam proses perizinan akan terlihat setelah batas pengajuan pada 30 Oktober 2026 berakhir.
Sebelum batas waktu tersebut, industri diperkirakan masih akan mengalami sejumlah perubahan. Penutupan bisnis, pemindahan pelanggan, merger, hingga kerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki struktur regulasi kemungkinan masih akan terjadi.
Dengan aturan yang semakin ketat, pasar crypto Brazil diperkirakan akan menjadi lebih terkonsentrasi pada perusahaan yang memiliki modal kuat, sistem kepatuhan yang memadai, serta kemampuan memenuhi standar Bank Sentral.
Bagi perusahaan kecil, pilihan yang tersedia dapat semakin terbatas, mulai dari mencari mitra strategis, mengubah model bisnis, hingga menghentikan layanan di pasar Brazil.
0 Comments