Harga Cabai di Pasar Kemiri Muka Depok Tembus Rp60 Ribu per Kg

Harga Cabai di Pasar Kemiri Muka Depok Tembus Rp60 Ribu per Kg

Harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik di Kota Depok. Memasuki pekan kedua Juli 2026, harga cabai hingga sejumlah sayuran di Pasar Kemiri Muka terpantau mengalami kenaikan. Para pedagang menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan dari sentra produksi.

Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan sejak sekitar tiga hingga empat hari terakhir. Menurut pedagang, pasokan dari petani tidak sebanyak biasanya karena curah hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah penghasil, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar.

“Naik semua ini, dari tiga atau empat hari yang lalu,” ujar salah satu pedagang sayur di Pasar Kemiri Muka.

Komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit. Untuk cabai rawit berkualitas baik, harga kini mencapai Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dengan kualitas di bawahnya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

“Ini (cabai rawit) yang bagus Rp60 ribu, kalau yang ini kurang bagus biasanya Rp40 ribuan,” ujar pedagang Pasar Kemiri Muka, Saepudin, Senin (6/7/2026).

Selain cabai rawit, pedagang mengatakan harga beberapa jenis cabai lainnya juga mengalami penyesuaian meski tidak sebesar cabai rawit. Kenaikan harga terjadi secara bertahap seiring berkurangnya pasokan dari pemasok. Mereka berharap kondisi cuaca segera membaik agar distribusi hasil panen kembali lancar dan harga dapat kembali stabil.

Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan dampak kenaikan harga tersebut. Sejumlah pembeli mengaku harus mengurangi jumlah pembelian cabai agar pengeluaran belanja rumah tangga tidak membengkak.

“Kemarin beli cabai Rp2 ribu masih bisa, sekarang mah Rp5 ribu,” ujar salah satu pembeli di Pasar Kemiri Muka, Tri.

Tak hanya komoditas rempah, harga sayur-mayur juga ikut mengalami kenaikan. Salah satu yang terdampak adalah timun yang pada Senin (6/7/2026) dijual sekitar Rp24 ribu per kilogram. Beberapa pedagang menyebut kenaikan juga mulai terlihat pada sejumlah sayuran lain, meski besarannya masih bervariasi tergantung pasokan dari daerah asal.

Menurut pedagang, perubahan cuaca menjadi tantangan utama bagi sektor hortikultura karena dapat mengganggu proses panen, menurunkan kualitas hasil pertanian, hingga memperlambat distribusi ke pasar. Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong kenaikan harga di tingkat eceran.

Meski demikian, aktivitas jual beli di Pasar Kemiri Muka masih berlangsung normal. Pembeli tetap datang untuk memenuhi kebutuhan harian, namun sebagian memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit atau mencari komoditas dengan harga yang lebih terjangkau sebagai alternatif.

Para pedagang berharap pasokan dari sentra-sentra produksi kembali normal dalam beberapa pekan ke depan sehingga harga cabai dan sayuran dapat berangsur turun. Mereka juga menilai stabilitas pasokan menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang masih terjadi.