Harga Crypto Naik, Tapi Analis Sarankan Jangan Buru-Buru Beli Bitcoin

Harga Crypto Naik, Tapi Analis Sarankan Jangan Buru-Buru Beli Bitcoin

Pasar Crypto Naik, Bitcoin dan Ethereum Menguat

Bitcoin naik hingga sekitar $69.500 pada akhir hari, dengan volume perdagangan melonjak 62% dalam 24 jam terakhir. Ethereum juga ikut naik ke level $2.130, terdorong oleh kenaikan Bitcoin. Altcoin seperti XRP dan Dogecoin juga berada di zona hijau.

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $250 juta posisi trading terlikuidasi, terutama dari trader yang memasang posisi short (bertaruh harga turun).

Minat terhadap futures Bitcoin (open interest) naik 3,62%. Namun, sentimen trader ritel di Binance masih tergolong netral. Di sisi lain, indikator Crypto Fear & Greed Index masih menunjukkan kondisi “Extreme Fear” (ketakutan ekstrem) di pasar.

Total kapitalisasi pasar crypto global mencapai $2,36 triliun, naik sekitar 1,95% dibanding hari sebelumnya.

Pasar Saham Melemah Usai Pernyataan Trump

Kontrak berjangka saham AS (stock futures) mengalami penurunan ringan:

  • Dow Jones turun 178 poin (0,38%)
  • S&P 500 turun 0,26%
  • Nasdaq 100 turun 0,11%

Penurunan ini terjadi setelah Donald Trump mengancam Iran akan menyerang infrastruktur energi dan sipil jika tidak membuka kembali Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditentukan.

Akibat ketegangan ini, harga minyak ikut naik. Minyak mentah AS (WTI) naik sekitar 0,63% ke level $112 per barel.

Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Beli Bitcoin?

Analis crypto Willy Woo menyarankan untuk tidak terburu-buru membeli Bitcoin saat ini. Menurutnya, harga Bitcoin sekarang masih berada di bawah harga rata-rata yang dibeli investor baru, dan angka tersebut terus menurun.

Ia menekankan bahwa dalam kondisi bear market, kesabaran sangat penting. Biasanya, titik terendah Bitcoin terjadi setelah harga benar-benar menembus di bawah rata-rata harga beli investor terbaru.

Sementara itu, analis lain, Michael Van De Poppe, melihat volatilitas Bitcoin saat ini sangat rendah. Ia memperkirakan kemungkinan ada penurunan kecil terlebih dahulu (liquidity grab), lalu diikuti kenaikan cepat dalam waktu dekat, mungkin minggu depan.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun situasi geopolitik sedang tegang, kemungkinan penurunan besar masih relatif terbatas.

Aksi Insider: Sinyal Positif?

Dalam berita lain, seorang pendiri perusahaan membeli saham perusahaannya sendiri senilai $70 juta. Aksi seperti ini biasanya dianggap sebagai sinyal kuat bahwa orang dalam (insider) percaya harga aset tersebut akan naik di masa depan.