IHSG Dibuka Melemah, Bagaimana Pergerakannya Hari Ini?

IHSG Dibuka Melemah, Bagaimana Pergerakannya Hari Ini?

IHSG Dibuka Melemah di Awal Pekan, Tekanan Global dan Aksi Profit Taking Jadi Pemicu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026). Pada sesi pembukaan, IHSG terkoreksi 25,22 poin atau turun 0,36 persen ke level 7.001,56.

Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar setelah beberapa hari sebelumnya IHSG mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Sentimen global yang belum stabil, ditambah aksi ambil untung (profit taking), turut menahan laju indeks.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 3,05 poin atau 0,43 persen ke posisi 711,53. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terjadi merata, termasuk pada saham-saham berkapitalisasi besar.


Sesuai Prediksi: IHSG Masih Rawan Koreksi

Pelemahan IHSG di awal pekan ini sebenarnya sudah diperkirakan oleh sejumlah analis. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat terkoreksi cukup dalam hingga 2,19 persen, yang memperkuat sinyal adanya tekanan lanjutan.

Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, menilai bahwa secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase koreksi lanjutan.

Menurutnya, posisi IHSG saat ini berada dalam pola wave (v) dari wave [c] dalam struktur wave A, yang mengindikasikan potensi pelemahan menuju area 6.745 hingga 6.849.

Namun demikian, terdapat skenario optimistis (best case) di mana IHSG telah menyelesaikan fase wave A, sehingga berpeluang kembali menguat menuju kisaran 7.450 hingga 7.675 dalam jangka menengah.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang:

  • Support: 7.022 dan 6.917

  • Resistance: 7.302 dan 7.434


Outlook Pasar: Sideways dengan Volatilitas Tinggi

Sementara itu, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpotensi melemah terbatas dengan kisaran pergerakan di level 7.000 hingga 7.240.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menambahkan bahwa dalam sepekan ke depan, IHSG kemungkinan akan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal.

Salah satu sentimen penting yang menjadi perhatian pasar adalah review status Indonesia oleh FTSE Russell pada 7 April 2026. Pasar menanti apakah Indonesia akan tetap berada dalam kategori emerging market atau turun menjadi frontier market.

Keputusan ini dinilai krusial karena dapat memengaruhi aliran dana asing (capital inflow/outflow) ke pasar saham Indonesia.

Di sisi lain, langkah regulator dalam meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar mulai memberikan sentimen positif terhadap kepercayaan investor, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong tren bullish yang solid.

“Valuasi saham saat ini memang sudah lebih menarik setelah koreksi, tetapi kenaikan masih cenderung terbatas dan bersifat teknikal,” ujarnya.

Level 7.000 dinilai sebagai support psikologis penting, sehingga pergerakan IHSG di area ini akan menjadi penentu arah selanjutnya.


Sentimen Tambahan: Global dan Domestik Masih Membayangi

Selain faktor teknikal, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh beberapa sentimen lain, antara lain:

  • Kebijakan suku bunga global, khususnya dari bank sentral AS yang masih cenderung ketat

  • Fluktuasi harga komoditas, terutama batu bara dan minyak mentah yang memengaruhi saham energi

  • Nilai tukar rupiah, yang berpotensi tertekan jika arus modal asing keluar

  • Data ekonomi domestik, termasuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi kuartal I

Kombinasi faktor-faktor ini membuat investor cenderung mengambil posisi defensif dalam jangka pendek.


Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham yang dinilai masih menarik di tengah kondisi pasar saat ini.

Dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas:

  • MAPI

  • WIIM

  • AALI

Sementara dari PT MNC Sekuritas:

  • IMPC

  • INDY

  • VKTR

  • WIFI


Rekomendasi Teknikal Saham

1. IMPC – Spec Buy
IMPC terkoreksi 1,75% ke level 2.240, namun masih menunjukkan adanya minat beli meskipun volumenya mulai menurun.

  • Spec Buy: 2.130 – 2.200

  • Target: 2.430 – 2.580

  • Stoploss: < 2.010

2. INDY – Buy on Weakness
INDY menguat 2,40% ke 3.410 dan berhasil menembus MA60, didukung volume pembelian yang solid.

  • Buy on Weakness: 3.280 – 3.390

  • Target: 3.550 – 3.710

  • Stoploss: < 3.220

3. VKTR – Buy on Weakness
VKTR turun 4,91% ke 775, namun masih tertahan di MA20 sehingga berpotensi rebound.

  • Buy on Weakness: 715 – 765

  • Target: 860 – 920

  • Stoploss: < 685

4. WIFI – Spec Buy
WIFI terkoreksi cukup dalam 5,75% ke 2.130 dan menembus MA20, namun berpotensi technical rebound.

  • Spec Buy: 2.040 – 2.120

  • Target: 2.420 – 2.700

  • Stoploss: < 1.975


Kesimpulan

Secara keseluruhan, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Tekanan global, aksi profit taking, serta sentimen dari review FTSE menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar.

Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka, terutama jika sentimen eksternal membaik dan IHSG mampu bertahan di atas level support kunci 7.000.

Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, fokus pada momentum teknikal, serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas pasar yang tinggi.