Harga Emas Antam 16 Mei 2026 Turun Tajam Rp 50 Ribu, Saat Tepat untuk Borong?

Harga Emas Antam 16 Mei 2026 Turun Tajam Rp 50 Ribu, Saat Tepat untuk Borong?

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau PT Aneka Tambang Tbk kembali mengalami tekanan pada perdagangan Sabtu, 16 Mei 2026. Setelah sempat bertahan di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir, harga emas Antam hari ini turun tajam sebesar Rp50.000 per gram, mengikuti pelemahan harga emas global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Koreksi ini sekaligus memperpanjang tren penurunan harga emas Antam selama dua hari beruntun dengan total pelemahan mencapai Rp70.000 per gram.

Mengacu pada situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini dibanderol Rp2.769.000 per gram. Angka tersebut turun dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.819.000 per gram. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir setelah sebelumnya harga emas domestik sempat bergerak mendekati level psikologis Rp2,9 juta per gram.

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami penurunan signifikan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback turun Rp60.000 menjadi Rp2.576.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan yang digunakan Antam ketika konsumen ingin menjual kembali emas miliknya.

Artinya, apabila masyarakat menjual emas ke Antam hari ini, maka perusahaan akan membeli di harga Rp2.576.000 per gram, belum termasuk potensi potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski terkoreksi cukup dalam, harga emas Antam sejatinya masih berada di level tinggi secara historis. Sebagai perbandingan, emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 dengan harga mencapai Rp3.168.000 per gram. Sementara harga buyback saat itu menyentuh Rp2.989.000 per gram.

Kenaikan harga emas sepanjang awal tahun 2026 dipicu berbagai sentimen global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve, hingga meningkatnya permintaan aset safe haven dari investor global.

Analis menilai koreksi harga emas saat ini lebih dipengaruhi aksi ambil untung investor setelah reli panjang yang terjadi sejak awal tahun. Selain itu, penguatan dolar AS dan melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan besar terhadap pergerakan logam mulia.

Secara umum, emas cenderung bergerak berlawanan arah dengan dolar AS dan yield obligasi. Ketika dolar menguat dan imbal hasil obligasi naik, investor cenderung beralih ke instrumen berbunga karena dinilai lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, permintaan emas fisik di dalam negeri diperkirakan masih cukup tinggi, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun dan kebutuhan investasi jangka panjang masyarakat. Banyak investor ritel memanfaatkan koreksi harga sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pembelian emas.

Berdasarkan data perdagangan global, harga emas dunia juga mengalami tekanan hebat pada akhir pekan ini. Mengutip laporan CNBC, harga emas spot pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026 turun 2% menjadi USD4.556,46 per ounce. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 5 Mei 2026. Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia tercatat melemah lebih dari 3%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga terkoreksi cukup tajam sebesar 2,7% ke posisi USD4.561,50 per ounce.

Analis Marex, Edward Meir, mengatakan tekanan terhadap harga emas terjadi akibat kombinasi penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Menurut dia, pasar saat ini tengah mencermati kemungkinan bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama menyusul meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir. Kondisi ini membuat biaya peluang memegang emas semakin mahal karena investor bisa memperoleh return lebih tinggi dari obligasi pemerintah AS.

Selain faktor suku bunga, pergerakan emas global juga dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih menjadi perhatian pasar internasional. Ketidakpastian geopolitik biasanya menjadi pendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset aman. Namun kali ini, dominasi penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi justru lebih kuat menekan harga logam mulia.

Di pasar domestik, pengamat komoditas menilai volatilitas harga emas masih akan cukup tinggi dalam jangka pendek. Investor disarankan memperhatikan arah kebijakan moneter The Fed, data inflasi AS, serta perkembangan geopolitik global yang dapat memengaruhi sentimen pasar.

Berikut daftar lengkap harga emas Antam hari ini Sabtu, 16 Mei 2026 untuk pengambilan di Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.434.500
  • Harga emas 1 gram: Rp2.769.000
  • Harga emas 2 gram: Rp5.488.000
  • Harga emas 3 gram: Rp8.214.000
  • Harga emas 5 gram: Rp13.660.000
  • Harga emas 10 gram: Rp27.240.000
  • Harga emas 25 gram: Rp67.935.000
  • Harga emas 50 gram: Rp138.705.000
  • Harga emas 100 gram: Rp271.260.000
  • Harga emas 250 gram: Rp677.840.000
  • Harga emas 500 gram: Rp1.355.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.709.600.000

Sebagai informasi tambahan, transaksi pembelian emas batangan Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Pembeli yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berhak memperoleh tarif pajak lebih rendah dibanding pembeli tanpa NPWP.

Sementara untuk transaksi buyback dengan nominal lebih dari Rp10 juta juga dikenakan pajak sesuai aturan pemerintah. Karena itu, investor disarankan memperhitungkan aspek pajak dan spread harga jual-beli sebelum melakukan transaksi emas batangan.