Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik Rp 7.000, Buyback Tembus Rp 2,387 Juta
Harga emas Antam hari ini, Sabtu, 17 Oktober 2026, kembali mengalami kenaikan. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.572.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 2.565.000 per gram.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, kenaikan harga emas Antam tersebut diikuti oleh peningkatan harga jual kembali atau buyback. Nilai buyback naik Rp 12.000 menjadi Rp 2.387.000 per gram.
Kenaikan harga emas domestik ini terjadi ketika harga emas dunia masih menghadapi tekanan. Investor mencermati peluang kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan.
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026
Harga emas Antam bergerak dinamis mengikuti perkembangan pasar dan kondisi harga emas global. Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tersedia pada data 17 Oktober 2026.
|
Berat Emas |
Harga Emas Antam |
|
0,5 gram |
Rp 1.336.000 |
|
1 gram |
Rp 2.572.000 |
|
2 gram |
Rp 5.094.000 |
|
3 gram |
Rp 7.623.000 |
|
5 gram |
Rp 12.675.000 |
|
10 gram |
Rp 25.270.000 |
|
25 gram |
Rp 63.010.000 |
|
50 gram |
Rp 125.855.000 |
|
100 gram |
Rp 251.560.000 |
|
250 gram |
Rp 628.590.000 |
|
500 gram |
Rp 1.256.900.000 |
|
1.000 gram |
Rp 2.512.600.000 |
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan penetapan harga dan perkembangan pasar.
Harga Buyback Emas Antam Naik Rp 12.000
Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Nilai buyback tercatat sebesar Rp 2.387.000 per gram, naik Rp 12.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Buyback merupakan harga yang menjadi acuan ketika pemilik menjual kembali emas batangan kepada Antam. Nilai yang diterima penjual dapat berbeda dari harga beli awal karena adanya selisih harga jual dan harga pembelian kembali.
Selain itu, transaksi buyback dengan nilai tertentu juga dapat dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan harga jual Rp 2.572.000 dan harga buyback Rp 2.387.000 per gram, terdapat selisih sebesar Rp 185.000 per gram. Selisih ini belum memperhitungkan pajak maupun biaya lain yang mungkin berlaku.
Harga Emas Dunia Tertekan Kekhawatiran Suku Bunga The Fed
Di tengah kenaikan harga emas Antam, harga emas dunia justru berada dalam tren pelemahan mingguan. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2026.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.175,34 per ons pada penutupan perdagangan Jumat. Namun, secara mingguan, harga emas masih terkoreksi 0,4%.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember naik 0,7% menjadi US$ 4.198,20 per ons.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pergerakan emas masih terbatas karena ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter AS.
Ketidakjelasan tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dalam menentukan posisi di pasar logam mulia.
Inflasi AS Meningkat, Peluang Kenaikan Suku Bunga Terbuka
Tekanan terhadap harga emas muncul setelah data ekonomi AS menunjukkan peningkatan tekanan inflasi.
Data harga produsen AS yang dirilis pada Kamis mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir. Sebelumnya, laporan inflasi konsumen pada September juga menunjukkan percepatan kenaikan harga.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menilai perkembangan inflasi tersebut mengecewakan. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga yang lebih agresif dapat diperlukan jika ekspektasi inflasi masyarakat memburuk secara signifikan.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group yang dikutip dalam laporan tersebut, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 90%.
Kenaikan suku bunga umumnya menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika instrumen berbunga menawarkan imbal hasil lebih menarik, sebagian investor dapat mengalihkan dananya dari emas ke aset lain.
Harga Emas Berpotensi Melemah hingga Akhir 2026
Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan harga emas berpotensi bergerak lebih rendah hingga akhir 2026.
Menurutnya, tekanan dapat berlanjut apabila The Fed menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya lonjakan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hanya bersifat sementara.
Meski demikian, proyeksi tersebut bukan kepastian. Pergerakan harga emas tetap dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, kebijakan bank sentral, permintaan fisik, serta perubahan sentimen investor global.
Di India, pasar emas menunjukkan perkembangan berbeda. Harga emas diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan. Penurunan harga sebelumnya mendorong peningkatan pembelian perhiasan.
Adapun harga logam mulia lainnya di pasar spot turut menguat pada Jumat. Perak naik 0,3% menjadi US$ 57,62 per ons, platinum menguat 1,1% menjadi US$ 1.643,70 per ons, dan paladium naik 0,4% menjadi US$ 1.130,75 per ons. Meski demikian, ketiganya masih berada di jalur penurunan mingguan.
Rekor Harga Emas Antam Pernah Mencapai Rp 3,168 Juta per Gram
Dalam catatan historis yang disampaikan pada bahan berita, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026. Pada periode yang sama, harga buyback tercatat menembus Rp 2.989.000 per gram.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa harga emas dapat mengalami perubahan besar dalam periode tertentu. Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan harga dan tujuan investasi sebelum membeli maupun menjual emas.
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Transaksi emas Antam mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan informasi dalam bahan berita, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar.
Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta disebut dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Pembeli dan penjual sebaiknya memeriksa ketentuan pajak terbaru serta bukti transaksi resmi sebelum melakukan pembelian atau penjualan emas.
Kesimpulan
Harga emas Antam pada Sabtu, 17 Oktober 2026, naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.572.000 per gram. Harga buyback juga meningkat Rp 12.000 menjadi Rp 2.387.000 per gram.
Namun, kenaikan harga emas Antam terjadi ketika harga emas dunia masih mengalami tekanan mingguan akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed dan meningkatnya inflasi AS.
Bagi masyarakat yang mempertimbangkan investasi emas, penting untuk memperhitungkan selisih harga jual dan buyback, pajak, serta jangka waktu investasi. Pergerakan harga dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan arah harga dalam jangka panjang.
0 Comments