Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Buyback Jadi Rp2.379.000
Harga emas Antam hari ini, Selasa (20/10/2026), turun Rp10.000 menjadi Rp2.564.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga buyback yang kini berada di level Rp2.379.000 per gram. Pelemahan harga emas dunia turut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp10.000 per gram dari sebelumnya Rp2.574.000 menjadi Rp2.564.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam hari ini turun Rp10.000 menjadi Rp2.379.000 per gram.
Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Dengan demikian, harga jual dan harga buyback perlu diperhatikan oleh masyarakat sebelum memutuskan membeli atau menjual emas.
Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan pergerakan harga emas dunia.
Rekor tertinggi harga emas Antam dalam data yang disampaikan tercatat pada 29 Januari 2026, ketika harga jual mencapai Rp3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback saat itu menembus Rp2.989.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran pada Selasa (20/10/2026):
|
Ukuran Emas |
Harga |
|
0,5 gram |
Rp1.332.000 |
|
1 gram |
Rp2.564.000 |
|
2 gram |
Rp5.078.000 |
|
3 gram |
Rp7.599.000 |
|
5 gram |
Rp12.635.000 |
|
10 gram |
Rp25.190.000 |
|
25 gram |
Rp62.810.000 |
|
50 gram |
Rp125.455.000 |
|
100 gram |
Rp250.760.000 |
|
250 gram |
Rp626.590.000 |
|
500 gram |
Rp1.252.900.000 |
|
1.000 gram |
Rp2.504.600.000 |
Harga tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin membeli emas batangan. Namun, calon pembeli sebaiknya memeriksa kembali harga terbaru melalui kanal resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Transaksi emas Antam juga mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar.
Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% dari nilai transaksi. Pajak tersebut dipotong langsung dari jumlah pembayaran yang diterima penjual.
Masyarakat sebaiknya memperhitungkan biaya dan pajak tersebut sebelum melakukan transaksi agar dapat mengetahui nilai pembelian maupun hasil penjualan emas secara lebih akurat.
Harga Emas Dunia Melemah Akibat Dolar AS Menguat
Penurunan harga emas Antam terjadi ketika harga emas dunia mengalami pelemahan. Pada perdagangan Senin (19/10/2026), atau Selasa pagi waktu Jakarta, harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$4.143,91 per ons.
Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember juga melemah 0,4% menjadi US$4.163,30 per ons.
Mengutip CNBC pada Selasa (20/10/2026), pelemahan harga emas dipengaruhi penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut membuat emas relatif kurang menarik bagi sebagian investor.
Ketika dolar AS menguat, harga emas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan emas dapat mengalami tekanan.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkatkan daya tarik instrumen investasi yang memberikan pendapatan bunga dibandingkan emas yang tidak menghasilkan bunga secara langsung.
Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai kenaikan imbal hasil obligasi berkaitan dengan kekhawatiran bahwa bank sentral masih perlu memperketat kebijakan untuk mengendalikan inflasi.
Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Investor
Pelaku pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, yang dijadwalkan pada pekan berikutnya.
Setelah menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada September 2026, The Fed menghadapi perhatian investor terhadap arah kebijakan berikutnya.
Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME yang dikutip dalam laporan tersebut, pasar memperkirakan peluang sebesar 82,8% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember disebut mencapai 90%.
Namun, perkiraan pasar tersebut bukan keputusan resmi The Fed dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi.
Arah kebijakan moneter menjadi penting bagi harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbunga, sehingga dapat menekan permintaan terhadap emas.
Razaqzada juga menilai bahwa pernyataan The Fed mengenai arah kebijakan ke depan dapat memengaruhi pergerakan emas dalam jangka pendek. Sikap yang lebih ketat atau hawkish berpotensi menambah tekanan terhadap harga logam mulia tersebut.
Selain keputusan suku bunga, investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat. Indikator tersebut menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menilai perkembangan inflasi.
Harga Minyak Turun, Perak dan Platinum Menguat
Di pasar komoditas lainnya, harga minyak turun dari level tertinggi dalam lima bulan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian terkait sanksi dan tarif terhadap Rusia. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan ekspor bahan bakar Rusia.
Penurunan harga minyak dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Meski demikian, arah inflasi dan kebijakan moneter AS masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor emas.
Sementara itu, sejumlah logam mulia lainnya justru mencatatkan penguatan. Harga perak di pasar spot naik 0,4% menjadi US$57,24 per ons. Platinum menguat 1% menjadi US$1.646 per ons, sedangkan paladium naik 0,8% menjadi US$1.121,14 per ons.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut level US$4.235 per ons sebagai area resistensi utama harga emas dunia. Sementara itu, level US$4.100 per ons menjadi area dukungan yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Apakah Harga Emas Antam Akan Kembali Turun?
Pergerakan harga emas Antam selanjutnya akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global. Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, ekspektasi suku bunga The Fed, serta perkembangan inflasi Amerika Serikat menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga emas dunia.
Meski demikian, penurunan harga dalam satu hari tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren pelemahan akan berlanjut. Perubahan sentimen pasar dan kebijakan bank sentral dapat memicu pergerakan harga ke arah yang berbeda.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, keputusan membeli atau menjual sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan kemampuan menghadapi risiko perubahan harga.
Selain memperhatikan harga jual, investor juga perlu mempertimbangkan selisih antara harga jual dan buyback atau spread. Selisih tersebut memengaruhi harga yang harus dicapai agar transaksi memberikan keuntungan setelah memperhitungkan biaya dan pajak.
Dengan memantau harga emas Antam dan perkembangan pasar global, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara lebih terukur tanpa hanya bergantung pada pergerakan harga harian.
0 Comments