Harga Bitcoin Bertahan di US$80.000, Sinyal Kapitulasi dan Arus Keluar ETF Jadi Sorotan
Bitcoin bertahan di sekitar level US$80.000 di tengah volatilitas pasar kripto. Lonjakan kerugian investor, arus keluar ETF Bitcoin spot, dan sejumlah indikator teknikal membuat prospek harga BTC dalam jangka pendek masih belum pasti.
Bitcoin Alami Kapitulasi, Kerugian Investor Meningkat
Harga Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan jual setelah volatilitas pasar meningkat pada Oktober 2026. Glassnode melaporkan munculnya kembali tanda-tanda kapitulasi investor pada 15 Oktober, ketika kerugian terealisasi melonjak saat Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$80.000.
Kapitulasi terjadi ketika investor menjual aset dalam kondisi rugi, biasanya karena tekanan pasar atau kekhawatiran harga akan terus turun. Peningkatan kerugian terealisasi dapat menunjukkan bahwa sebagian pemegang Bitcoin memilih keluar dari pasar daripada menunggu potensi pemulihan harga.
Menurut analisis Glassnode, lonjakan kerugian terealisasi yang terjadi pada awal Agustus, pertengahan Agustus, dan September sebelumnya bertepatan dengan titik terendah harga lokal atau local bottom.
Lonjakan terbaru menunjukkan pola serupa. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa harga Bitcoin akan segera pulih.
Dalam laporan 14 Oktober, Glassnode juga mencatat bahwa kerugian terealisasi dari pemegang Bitcoin jangka panjang telah turun sekitar 85% dari puncaknya pada Agustus. Selain itu, proporsi pemegang yang merealisasikan keuntungan mulai melampaui mereka yang merealisasikan kerugian.
Perkembangan ini berpotensi menjadi sinyal positif. Meski demikian, kapitulasi investor tidak selalu menandai terbentuknya dasar harga yang bertahan lama.
Level US$80.000 Menjadi Penentu Arah Harga Bitcoin
Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$82.000–US$83.000 setelah sebelumnya turun di bawah US$80.000 pada awal Oktober.
Glassnode menyoroti level US$81.500 sebagai area penting karena menjadi perkiraan harga rata-rata pembelian Bitcoin oleh dana yang tercatat dalam ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Level ini dikenal sebagai cost basis ETF.
Bitcoin sempat turun di bawah area tersebut pada 8 Oktober dan 13 Oktober, tetapi harga penutupan hariannya kembali berada di atas level tersebut.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan harga di atas US$81.500, peluang pemulihan masih terbuka. Sebaliknya, penutupan harian yang konsisten di bawah level tersebut dapat memperlemah dukungan harga.
Analisis teknikal yang dibagikan pengguna TradingView, Virupandey81, menempatkan US$79.821 sebagai level penting yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, level US$83.014 menjadi titik konfirmasi untuk mengindikasikan penguatan momentum bullish.
Jika Bitcoin berhasil menembus US$83.014 secara berkelanjutan, target kenaikan berikutnya berada di:
- US$87.233
- US$91.754
Sebaliknya, apabila harga turun menembus US$79.821, Bitcoin berpotensi menguji area support berikutnya di US$77.839 dan US$76.377.
Level-level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai proyeksi.
Likuidasi Pasar Derivatif Meningkatkan Risiko Volatilitas
Data CoinGlass menunjukkan adanya konsentrasi likuidasi di sekitar US$82.300 dan US$80.600 pada pasar derivatif Bitcoin.
Area US$82.300 berpotensi menjadi titik penting bagi posisi short, sedangkan level US$80.600 dapat meningkatkan risiko likuidasi bagi trader yang menggunakan posisi long dengan leverage.
Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan ditutup secara paksa karena margin tidak lagi mencukupi untuk mempertahankan posisi tersebut.
Konsentrasi posisi leverage di level tertentu dapat memperbesar volatilitas ketika harga bergerak melewati area tersebut. Namun, peta likuidasi tidak dapat memastikan apakah pergerakan berikutnya akan mengarah ke atas atau ke bawah.
Karena itu, trader perlu memperhatikan pergerakan harga dan kondisi likuiditas, bukan hanya mengandalkan satu indikator.
ETF Bitcoin Spot Catat Arus Keluar US$228,6 Juta
Tekanan terhadap Bitcoin juga terlihat dari pergerakan dana pada ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sekitar US$228,6 juta selama lima sesi perdagangan hingga 16 Oktober. Angka tersebut membuat total arus keluar bersih sepanjang Oktober mendekati US$615 juta.
iShares Bitcoin Trust milik BlackRock menyumbang arus keluar bersih sekitar US$165 juta dalam periode mingguan tersebut. Pada 16 Oktober saja, dana yang keluar dari produk tersebut mencapai sekitar US$71,8 juta.
Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund juga mencatat penarikan dana bersih.
Arus keluar ETF menunjukkan bahwa nilai penarikan investor melampaui dana baru yang masuk. Kondisi ini dapat mengurangi salah satu sumber permintaan terhadap Bitcoin, meskipun tidak secara otomatis berarti seluruh dana yang ditarik langsung dijual di pasar terbuka.
Glassnode turut menyoroti kembalinya tekanan jual bersih setelah periode arus masuk ETF pada akhir September tidak berlanjut.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen investor institusional masih perlu diperhatikan. Meski kerugian terealisasi pemegang jangka panjang mulai berkurang, arus keluar ETF dapat membatasi kekuatan pemulihan harga Bitcoin.
Prospek Harga Bitcoin: Support US$80.000 Jadi Perhatian
Pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi kemampuannya mempertahankan area US$80.000 dan kembali menembus level resistensi penting.
Skenario bullish berpotensi menguat apabila Bitcoin mampu bertahan di atas US$81.500 dan menembus US$83.014 secara berkelanjutan. Jika kondisi pasar mendukung, harga dapat bergerak menuju US$87.233 hingga US$91.754.
Sebaliknya, penurunan yang tegas di bawah US$79.821 dapat meningkatkan risiko koreksi menuju US$77.839 dan US$76.377.
Investor juga perlu mencermati perkembangan arus dana ETF, aktivitas perdagangan di pasar spot, serta potensi likuidasi pada pasar derivatif.
Meskipun lonjakan kerugian terealisasi dapat mengindikasikan tekanan jual yang meningkat, indikator tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa harga telah mencapai titik terendah
0 Comments