Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,595 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,595 Juta per Gram

Harga emas Antam hari ini, Rabu (30/9/2026), kembali menguat. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp15.000 menjadi Rp2.595.000 per gram.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam sebelumnya berada di level Rp2.580.000 per gram. Kenaikan terjadi setelah harga emas Antam sempat bergerak melemah pada perdagangan sebelumnya.

Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut meningkat. Harga buyback naik Rp30.000 menjadi Rp2.405.000 per gram.

Harga buyback merupakan harga yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Sementara itu, harga emas yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga jual Antam kepada konsumen.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas Antam pada Rabu, 30 September 2026:

Berat Emas

Harga

0,5 gram

Rp1.347.500

1 gram

Rp2.595.000

2 gram

Rp5.140.000

3 gram

Rp7.692.000

5 gram

Rp12.790.000

10 gram

Rp25.500.000

25 gram

Rp63.585.000

50 gram

Rp127.005.000

100 gram

Rp253.860.000

250 gram

Rp634.340.000 (pre-order)

500 gram

Rp1.268.400.000 (pre-order)

1.000 gram

Rp2.535.600.000 (pre-order)

Harga Emas Antam Pernah Cetak Rekor Tertinggi

Meski kembali menguat hari ini, harga emas Antam masih berada di bawah rekor tertingginya.

Harga emas Antam pernah mencapai Rp3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026). Pada saat yang sama, harga buyback emas Antam mencapai Rp2.989.000 per gram.

Pergerakan harga emas Antam dapat berubah setiap hari. Harga tersebut dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia, nilai tukar, serta kondisi pasar.

Harga Emas Dunia Kembali Menguat

Kenaikan harga emas Antam terjadi ketika harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (29/9/2026) atau Rabu pagi waktu Indonesia.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.157,39 per ons pada pukul 09.30 waktu setempat atau 13.30 GMT.

Sebelumnya, harga emas sempat turun hingga US$4.112,97 per ons pada perdagangan Selasa. Level tersebut berada sedikit di atas posisi terendah lebih dari tujuh bulan, yaitu US$4.110,55 yang tercatat pada Senin.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) naik 0,5% menjadi US$4.189,60 per ons.

Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan kenaikan harga emas pada perdagangan tersebut masih merupakan koreksi setelah penurunan tajam sebelumnya.

“Pergerakan hari ini hanyalah koreksi dari penurunan kemarin. Saya masih berpendapat ada hambatan yang cukup signifikan bagi emas saat ini,” ujar Grant.

Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Pasar

Harga emas sebelumnya turun hampir 4% dalam satu sesi perdagangan. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi Treasury, kenaikan harga energi, serta kekhawatiran terhadap inflasi.

Kondisi tersebut turut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed).

Grant mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menjaga dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi berada di level tinggi. Kondisi tersebut dapat membatasi ruang kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Pasar juga mencermati data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) serta data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan dirilis pada akhir pekan.

Pergerakan harga emas selanjutnya akan bergantung pada perkembangan harga emas dunia, kebijakan The Fed, data ekonomi AS, nilai dolar AS, serta kondisi pasar global.