Harga Emas Pegadaian Hari Ini 5 November 2026: Antam Tertinggi Rp 2,59 Juta per Gram
Harga emas Pegadaian hari ini, Kamis (5/11/2026), menunjukkan pergerakan pada tiga produk logam mulia, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Ketiga produk emas tersebut kompak dijual di atas Rp 2,5 juta per gram, dengan emas Antam mencatat harga tertinggi.
Berdasarkan daftar harga terbaru Pegadaian, emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.596.000. Sementara itu, harga emas UBS mencapai Rp 2.565.000 per gram dan Galeri24 dijual sebesar Rp 2.518.000 per gram.
Dengan harga tersebut, emas Antam masih menjadi produk dengan banderol tertinggi dibandingkan UBS dan Galeri24.
Harga emas Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan perusahaan dan perkembangan harga emas di pasar. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan memeriksa harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini 5 November 2026
Pegadaian menyediakan emas Galeri24, Antam, dan UBS dalam berbagai pilihan berat. Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram, sedangkan UBS dipasarkan mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram berdasarkan daftar harga yang dipublikasikan.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian hari ini, Kamis 5 November 2026:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.320.000
- 1 gram: Rp 2.518.000
- 2 gram: Rp 4.974.000
- 5 gram: Rp 12.345.000
- 10 gram: Rp 24.622.000
- 25 gram: Rp 61.225.000
- 50 gram: Rp 122.353.000
- 100 gram: Rp 244.583.000
- 250 gram: Rp 609.955.000
- 500 gram: Rp 1.219.910.000
- 1.000 gram: Rp 2.439.819.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp 1.349.000
- 1 gram: Rp 2.596.000
- 2 gram: Rp 5.130.000
- 3 gram: Rp 7.670.000
- 5 gram: Rp 12.749.000
- 10 gram: Rp 25.441.000
- 25 gram: Rp 63.476.000
- 50 gram: Rp 126.870.000
- 100 gram: Rp 253.661.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.386.000
- 1 gram: Rp 2.565.000
- 2 gram: Rp 5.090.000
- 5 gram: Rp 12.577.000
- 10 gram: Rp 25.023.000
- 25 gram: Rp 62.433.000
- 50 gram: Rp 124.610.000
- 100 gram: Rp 249.122.000
- 250 gram: Rp 622.619.000
- 500 gram: Rp 1.243.778.000
Harga Emas dan Perak Dunia Melonjak
Di tengah pergerakan harga emas domestik, pasar logam mulia global mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu. Harga emas dan perak dunia melonjak seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah hasil pemilu paruh waktu AS menunjukkan Partai Demokrat diproyeksikan menguasai DPR.
Dikutip dari CNBC, Kamis (5/11/2026), harga emas di pasar spot naik 3,4 persen menjadi US$ 4.061,30 per ons. Sementara itu, harga perak spot melonjak 5,1 persen menjadi US$ 52,29 per ons.
Penguatan juga terjadi pada perdagangan kontrak berjangka. Emas berjangka untuk pengiriman terdekat naik 3,4 persen dan ditutup pada US$ 4.073 per ons. Adapun perak berjangka menguat 5,1 persen menjadi US$ 52,28 per ons.
Hasil penghitungan suara pemilu paruh waktu AS masih berlangsung. Namun, Partai Demokrat diproyeksikan berhasil merebut kendali DPR dan memenangkan sejumlah pemilihan gubernur.
Meredanya risiko politik turut mendorong penguatan pasar saham AS dan menekan imbal hasil obligasi pemerintah. Pada saat yang sama, harga minyak melemah dan indeks dolar AS turun sekitar 0,3 persen.
Kemenangan Demokrat Berpotensi Mendukung Harga Emas
Hasil pemilu paruh waktu AS dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi harga emas. Kondisi politik tersebut berpotensi memengaruhi kebijakan fiskal, arah suku bunga, serta pergerakan dolar AS.
Kepala Analisis Pasar EMEA dan Asia di StoneX, Rhona O’Connell, sebelumnya menyampaikan bahwa apabila Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres, harga emas berpeluang mendapatkan dukungan tambahan.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan ketidakpastian kebijakan fiskal dan hubungan antarlembaga pemerintahan. Situasi itu berpotensi menekan dolar AS dan suku bunga.
O’Connell menilai persaingan dalam kebijakan fiskal serta gesekan antarlembaga pemerintahan dapat menjadi sumber ketidakpastian bagi pasar keuangan.
Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang bisa membatasi kenaikan harga logam mulia. Perang Iran, perkembangan dolar AS, serta kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish masih menjadi perhatian investor.
Kebijakan moneter hawkish mengacu pada pendekatan bank sentral yang cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
Reli Harga Emas dan Perak Masih Rentan
Pergerakan harga emas dan perak sepanjang 2025 mencatat kenaikan yang signifikan. Harga emas melonjak sekitar 66 persen, sedangkan perak meningkat hingga 135 persen.
Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai atau safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak pasar keuangan.
Namun, tren positif tersebut berbalik pada 2026. Inflasi yang meningkat, kenaikan imbal hasil obligasi, serta kebijakan bank sentral yang cenderung hawkish memberikan tekanan terhadap harga kedua logam mulia.
Secara kumulatif sejak awal 2026, harga emas tercatat turun lebih dari 6 persen. Sementara itu, harga perak mengalami penurunan sekitar 26 persen.
Analis Pasar Senior Capital.com, Daniela Hathorn, menilai pemulihan harga logam mulia masih menghadapi tantangan.
Menurutnya, ketidakpastian geopolitik tidak selalu membuat investor beralih ke emas dan perak. Kebijakan moneter yang ketat juga dapat mengurangi daya tarik kedua aset tersebut.
Selain itu, emas dan perak berpotensi mengalami tekanan ketika pasar saham terkoreksi tajam. Dalam situasi tersebut, investor terkadang menjual aset yang masih memberikan keuntungan atau mudah dicairkan untuk memperoleh dana tunai.
Investor Perlu Memperhatikan Pergerakan Harga Emas
Perubahan harga emas Pegadaian dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga emas dunia, nilai tukar dolar AS, serta kondisi ekonomi dan kebijakan moneter global.
Kenaikan harga emas internasional dapat memberikan sentimen positif bagi pasar emas domestik. Namun, pergerakan tersebut tidak selalu langsung tercermin dengan besaran yang sama pada harga jual setiap produk.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas sebagai instrumen investasi, penting untuk memperhatikan harga beli, harga jual kembali atau buyback, serta selisih keduanya.
Investor juga perlu mempertimbangkan tujuan investasi dan jangka waktu penyimpanan sebelum membeli logam mulia.
Dengan harga emas Antam yang mencapai Rp 2.596.000 per gram, UBS Rp 2.565.000 per gram, dan Galeri24 Rp 2.518.000 per gram, masyarakat dapat membandingkan harga ketiga produk tersebut sebelum menentukan pilihan.
0 Comments