Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi 6 Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi 6 Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Senin (7/9/2026). Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan.

Mengutip CNBC, Selasa (8/9/2026), harga minyak mentah Brent naik 1,5% menjadi US$97,73 per barel. Harga Brent bahkan sempat menyentuh US$97,93 per barel, level tertinggi sejak 23 Juli 2026.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,8% menjadi US$93,10 per barel. Harga tersebut juga menjadi level tertinggi sejak akhir Juli.

Kenaikan harga minyak terjadi karena pasar kembali mengkhawatirkan keamanan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Konflik AS-Iran yang semakin memanas dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi dan pasokan minyak global.

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Minyak

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah kedua negara kembali melancarkan serangan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf melalui unggahan di X pada Senin memperingatkan AS.

“Serang aset kami dan kalian akan diserang,” tulis Qalibaf.

Pernyataan tersebut merespons Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya memperingatkan bahwa AS akan “menghancurkan (dan menenggelamkan)” kapal tanker minyak Iran jika Iran menyerang kapal-kapal AS.

Situasi tersebut membuat pasar minyak semakin waspada terhadap kemungkinan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Fasilitas Minyak Saudi Aramco Dilaporkan Diserang

Kekhawatiran pasar bertambah setelah fasilitas minyak Saudi Aramco dilaporkan kembali terkena serangan pada Senin.

Financial Times (FT) melaporkan bahwa kerusakan di fasilitas yang berada di Jizan, Arab Saudi, masih dalam proses penilaian. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400.000 barel minyak per hari.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan terhadap fasilitas energi menjadi perhatian pasar karena gangguan pada produksi maupun distribusi minyak di Timur Tengah dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak dunia.

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran

Ketegangan pasar minyak juga dipengaruhi serangkaian serangan yang terjadi pada akhir pekan.

Militer AS pada Sabtu melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak Iran setelah Iran menembakkan rudal balistik ke dua kapal perang Angkatan Laut AS. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan tersebut.

CENTCOM menyebut ketiga kapal Iran itu merupakan bagian dari “jaringan bayangan bernilai miliaran dolar” yang digunakan untuk mendanai Korps Garda Revolusi Islam Iran dan kelompok-kelompok proksi Iran di kawasan.

Iran kemudian mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan AS sebagai “kejahatan perang” dan bentuk “perang ekonomi”.

Harga Bensin dan Diesel Ikut Naik

Kenaikan harga minyak dunia mulai memberikan dampak terhadap harga bahan bakar lainnya, termasuk bensin dan diesel.

Di Amerika Serikat, kedua jenis bahan bakar tersebut mencatat harga tertinggi sepanjang periode akhir pekan Hari Buruh atau Labor Day.

Perkembangan ini menjadi perhatian karena konflik AS-Iran berlangsung ketika pasar energi sudah berada dalam kondisi sensitif terhadap risiko gangguan pasokan.

Konflik antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung lebih dari enam bulan hingga Agustus 2026. Kedua negara sebelumnya sempat berada dalam kondisi relatif tenang selama sekitar satu bulan sebelum pertempuran kembali pecah.

Pasar Minyak Pantau Perkembangan Konflik AS-Iran

Pasar kini terus mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan dampaknya terhadap sektor energi.

Serangkaian serangan terhadap kapal tanker serta fasilitas energi meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur distribusi minyak dari Timur Tengah.

Jika eskalasi konflik kembali meningkat dan mengganggu produksi atau pengiriman minyak, harga minyak dunia berpotensi mendapat tekanan lebih lanjut.

Karena itu, investor akan mencermati perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah, terutama setiap potensi gangguan terhadap pasokan minyak global.