Harga Pangan 14 Agustus 2026: Telur Ayam Naik Mendekati Rp30 Ribu per Kg
Harga Pangan 14 Agustus 2026: Telur dan Ayam Naik, Cabai Rawit Tembus Rp62.200 per Kg
Harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional kembali bergerak naik pada Jumat (14/8/2026). Kenaikan terutama terlihat pada komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, serta berbagai jenis cabai.
Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga telur ayam ras segar berada di level Rp29.400 per kilogram (kg). Harga tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di sekitar Rp27.050 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.250 per kg. Di kelompok hortikultura, harga cabai rawit merah mencapai Rp62.200 per kg, sedangkan cabai rawit hijau berada di Rp54.900 per kg.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa tekanan pada sejumlah komoditas pangan masih terjadi di tingkat konsumen. Sehari sebelumnya, PIHPS mencatat harga cabai rawit merah sebesar Rp61.250 per kg dan telur ayam ras Rp27.050 per kg.
Harga Cabai dan Bawang
Kenaikan cukup terasa pada kelompok cabai. Harga cabai rawit hijau tercatat Rp54.900 per kg, naik dari sebelumnya Rp47.900 per kg.
Sementara itu, cabai merah besar berada di sekitar Rp49.300 per kg, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp51.000 per kg.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah berada di Rp39.400 per kg, sedangkan bawang putih sekitar Rp40.500 per kg.
Pergerakan harga cabai memang cenderung lebih cepat dibandingkan komoditas pangan lainnya karena produksi dan distribusinya sangat dipengaruhi kondisi cuaca serta ketersediaan pasokan di sentra produksi.
Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan harga sayuran dan bumbu dapur juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Faktor cuaca, distribusi, dan keterbatasan pasokan menjadi perhatian karena dapat menyebabkan harga bergerak cepat di tingkat konsumen.
Harga Telur dan Ayam Mulai Menguat
Harga telur ayam ras juga menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan. Pada Jumat pagi, harga telur ayam ras segar tercatat Rp29.400 per kg.
Kenaikan harga telur di tingkat konsumen terjadi setelah harga di tingkat peternak sebelumnya sempat mengalami tekanan. Pemerintah kemudian berupaya menjaga harga di tingkat produsen agar peternak tetap memperoleh keuntungan yang wajar.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kg. Pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap penerapan harga tersebut untuk melindungi peternak dari kerugian.
Di sisi lain, harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai menguat setelah permintaan kembali meningkat. Bapanas sebelumnya menyebut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dampak terhadap peningkatan permintaan ayam dan telur setelah aktivitas sekolah kembali normal.
Data Bapanas pada pertengahan Juli juga menunjukkan harga ayam broiler hidup di tingkat peternak meningkat 5,53% dalam sepekan menjadi sekitar Rp22.032 per kg. Harga telur ayam ras di tingkat peternak pada periode yang sama naik 2,2% menjadi Rp22.989 per kg.
Dengan meningkatnya permintaan, khususnya dari program pangan pemerintah, pergerakan harga di tingkat peternak pada akhirnya dapat memengaruhi harga yang dibayarkan konsumen.
Harga Daging Sapi Masih Tinggi
Selain ayam dan telur, harga daging sapi juga masih berada di level tinggi.
Harga daging sapi kualitas I tercatat sekitar Rp151.400 per kg, sedangkan kualitas II berada di kisaran Rp142.350 per kg.
Daging sapi memiliki karakteristik harga yang berbeda dibandingkan cabai atau telur karena sangat dipengaruhi oleh biaya produksi, distribusi, ketersediaan sapi, serta permintaan masyarakat.
Karena itu, meskipun harga beberapa komoditas lain dapat turun dengan cepat ketika pasokan kembali normal, harga daging cenderung bergerak lebih lambat.
Ancaman Cuaca Menjadi Perhatian
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga pangan dalam beberapa bulan ke depan adalah kondisi cuaca.
Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia perlu mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap produksi dan pasokan pangan. Bapanas menyebut stok pangan strategis secara nasional masih relatif aman, termasuk beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Namun, kondisi stok nasional yang aman tidak otomatis membuat harga setiap komoditas stabil di seluruh wilayah. Harga di pasar tradisional tetap dapat berbeda-beda karena dipengaruhi biaya transportasi, jarak dari sentra produksi, kondisi pasar daerah, serta tingkat permintaan.
Faktor cuaca menjadi semakin penting untuk komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Musim kering yang berkepanjangan dapat mengganggu produksi di sejumlah sentra dan menyebabkan pasokan ke pasar berkurang.
Harga Pangan Global Ikut Menjadi Perhatian
Pergerakan harga pangan Indonesia juga perlu dilihat dalam konteks pasar pangan global. FAO Food Price Index merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memantau perubahan harga komoditas pangan yang diperdagangkan secara internasional. Indeks tersebut mencakup kelompok sereal, minyak nabati, daging, produk susu, dan gula.
Data FAO yang dirilis pada Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar pangan internasional masih menghadapi sejumlah risiko, termasuk perubahan cuaca, gangguan perdagangan, serta kondisi geopolitik.
Sebelumnya, indeks harga pangan FAO pada Juni 2026 berada di 130,3 poin, turun tipis 0,3% secara bulanan, tetapi masih 1,7% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat itu, kenaikan harga minyak nabati dan daging diimbangi oleh penurunan harga sereal, gula, dan produk susu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar pangan global tidak bergerak seragam. Ada komoditas yang mengalami kenaikan karena pasokan atau permintaan, sementara komoditas lainnya justru turun karena produksi global yang lebih baik.
Pemerintah Fokus Menjaga Pasokan dan Harga
Untuk menghadapi potensi gejolak harga, pemerintah terus mendorong intervensi dari sisi produksi hingga konsumen. Bapanas sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan harga agar konsumen tidak terbebani, tetapi petani dan peternak juga tetap mendapatkan harga yang layak.
Keseimbangan tersebut menjadi penting karena harga yang terlalu rendah di tingkat peternak dapat membuat produksi tidak menarik secara ekonomi. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi di tingkat konsumen dapat meningkatkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.
Untuk komoditas ayam dan telur, pemerintah juga telah menggunakan kebijakan terkait pasokan pakan. Pada pertengahan 2026, pemerintah menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga jagung pakan untuk membantu menjaga biaya produksi peternak unggas.
Daftar Harga Pangan Jumat, 14 Agustus 2026
Berikut sejumlah harga pangan yang tercatat dalam pantauan PIHPS pada Jumat pagi:
- Cabai rawit merah: Rp62.200 per kg
- Cabai rawit hijau: Rp54.900 per kg
- Cabai merah besar: Rp49.300 per kg
- Cabai merah keriting: Rp51.000 per kg
- Bawang merah: Rp39.400 per kg
- Bawang putih: Rp40.500 per kg
- Telur ayam ras segar: Rp29.400 per kg
- Daging ayam ras segar: Rp41.250 per kg
- Daging sapi kualitas I: Rp151.400 per kg
- Daging sapi kualitas II: Rp142.350 per kg
Data tersebut merupakan harga rata-rata nasional dan harga aktual yang dibayarkan konsumen dapat berbeda antarwilayah dan pasar.
Harga Pangan Masih Perlu Dipantau
Kenaikan harga telur, ayam, dan cabai pada pertengahan Agustus menunjukkan bahwa dinamika pasokan pangan masih cukup tinggi. Cabai menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca dan distribusi, sedangkan ayam dan telur juga dipengaruhi oleh permintaan serta biaya produksi peternakan.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan ketersediaan sejumlah pangan strategis masih relatif aman. Tantangannya adalah memastikan pasokan tersebut dapat tersalurkan secara merata sehingga tidak terjadi kesenjangan harga yang terlalu besar antarwilayah.
Dengan kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian dan permintaan pangan yang kembali meningkat, pergerakan harga cabai, telur, ayam, dan komoditas pokok lainnya akan menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.
0 Comments