Harga Perak Antam Naik Jadi Rp43.900, Perak Dunia Tembus US$66

Harga Perak Antam Naik Jadi Rp43.900, Perak Dunia Tembus US$66

Harga perak Antam hari ini, Sabtu (19/9/2026), naik Rp500 menjadi Rp43.900. Kenaikan harga perak Antam sejalan dengan penguatan harga perak dunia yang berada di sekitar US$66 per ounce.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam pada perdagangan hari ini tercatat Rp43.900, naik dari perdagangan sebelumnya sebesar Rp43.400.

Antam menyediakan sejumlah produk perak, termasuk perak batangan dan perak butiran murni dengan kadar 99,95%.

Untuk perak batangan ukuran 250 gram, harganya mencapai Rp11.500.000. Sementara itu, perak batangan ukuran 500 gram dibanderol Rp22.075.000.

Harga Perak Dunia Hari Ini

Pergerakan harga perak Antam turut dipengaruhi perkembangan harga perak di pasar global.

Mengutip Trading Economics, harga perak dunia menguat 1,6% menjadi US$66,24 per ounce pada Jumat (18/9/2026).

Harga perak naik ke sekitar US$66 per ounce dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu pekan. Penguatan tersebut terjadi ketika penurunan harga minyak mulai meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan.

Namun, kenaikan harga perak masih tertahan oleh penguatan dolar AS. Mata uang tersebut mendapat dukungan setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu.

The Fed juga memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih dapat berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Pasar kini memperkirakan peluang hampir 60% untuk kenaikan suku bunga kembali pada bulan depan.

Selain kebijakan The Fed, perhatian pasar juga tertuju pada Bank of Japan (BoJ). Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun dan memberikan sinyal bahwa kebijakan pengetatan moneter lebih lanjut masih terbuka.

Harga Minyak Dunia Turun

Pergerakan harga minyak dunia turut menjadi perhatian investor logam mulia. Harga minyak mentah Brent tercatat turun untuk sesi ketiga berturut-turut.

Penurunan tersebut terjadi karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak dari Arab Saudi mulai mereda. Kondisi ini lebih kuat dibandingkan kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Turunnya harga minyak dapat membantu meredakan tekanan inflasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan harga logam mulia, termasuk emas dan perak.

Harga Emas Dunia Menguat

Selain harga perak, harga emas dunia juga mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (18/9/2026) atau Sabtu pagi waktu Jakarta.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.352,39 per ounce. Harga tersebut merupakan level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dengan kenaikan tersebut, harga emas mencatat penguatan sekitar 0,2% sepanjang pekan ini. Sementara itu, harga emas berjangka turun tipis 0,2% menjadi US$4.390,30 per ounce.

Presiden World Markets EverBank, Chris Gaffney, mengatakan penurunan harga minyak membantu mengurangi tekanan inflasi karena minyak menjadi salah satu pendorong utama inflasi.

Menurutnya, investor logam mulia sebelumnya mengambil posisi jual dengan mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga AS dan tekanan terhadap harga emas. Posisi tersebut kemudian ditutup dengan cepat setelah kondisi pasar berubah.

Pergerakan harga emas dan perak selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral, arah dolar AS, inflasi, serta perkembangan harga minyak dan kondisi geopolitik global.