NEAR Protocol Luncurkan Perpetuals Privat, Posisi Trading Pengguna Kini Tersembunyi
NEAR Protocol (NEAR) memperluas inovasinya di sektor decentralized finance (DeFi) dengan meluncurkan fitur perpetuals trading “Confidential by Default” melalui near.com. Fitur ini dirancang untuk memberikan privasi lebih tinggi bagi pengguna saat melakukan perdagangan kontrak perpetual di blockchain.
Melalui teknologi tersebut, posisi perpetual pengguna dapat disembunyikan. Informasi seperti jenis aset, ukuran posisi, waktu masuk, hingga arah perdagangan tidak dapat dilihat secara terbuka oleh pengguna lain.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya NEAR Protocol menghadirkan pengalaman trading yang menggabungkan privasi seperti di centralized exchange (CEX) dengan karakteristik blockchain yang terdesentralisasi dan non-custodial.
Mengapa Perpetuals Privat Dibutuhkan?
Transparansi merupakan salah satu karakter utama teknologi blockchain. Namun, keterbukaan seluruh aktivitas trading di jaringan juga dapat menimbulkan sejumlah risiko, terutama bagi whale, institusi, dan agen berbasis artificial intelligence (AI).
Salah satu risikonya adalah front-running. Bot yang memantau aktivitas on-chain dapat melihat transaksi atau pesanan yang akan dieksekusi dan mencoba melakukan transaksi terlebih dahulu. Kondisi tersebut berpotensi membuat harga eksekusi menjadi kurang menguntungkan bagi trader.
Risiko lainnya adalah strategy copying. Ketika posisi trading dapat dilihat publik, strategi dari trader yang berhasil dapat lebih mudah ditiru oleh pihak lain.
Ada pula risiko terkait likuidasi. Jika informasi mengenai posisi dan harga likuidasi diketahui publik, pihak yang berniat buruk berpotensi memanfaatkan informasi tersebut untuk mencoba mendorong pasar ke level tertentu dan memicu likuidasi.
Dengan menyembunyikan informasi posisi, NEAR berupaya mengurangi risiko tersebut sekaligus menjaga pengalaman trading tetap berada di dalam ekosistem blockchain.
Perpetuals NEAR Menggunakan Confidential Intents
Perpetuals trading milik NEAR berjalan melalui multi-chain Confidential Intents pipeline. Teknologi ini sebelumnya telah mencapai total value locked (TVL) sebesar US$70 juta.
Sistem tersebut dirancang untuk menggabungkan eksekusi transaksi berkecepatan tinggi dengan mekanisme selective disclosure. Artinya, informasi tertentu dapat tetap dirahasiakan, sementara data yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kepatuhan regulasi dapat diungkapkan secara selektif.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena industri blockchain terus mencari cara untuk meningkatkan privasi tanpa menghilangkan kebutuhan terhadap kepatuhan terhadap regulasi.
Terintegrasi USDC dan Hyperliquid
Ekosistem NEAR juga memanfaatkan integrasi USDC untuk mendukung pembayaran antarbasis agen atau inter-agentic payments menggunakan stablecoin.
Dalam perdagangan perpetual tersebut, Hyperliquid berperan sebagai lapisan eksekusi dan likuiditas. Pengguna dapat mengakses lebih dari 50 pasar perpetual dengan leverage hingga 40 kali.
Kombinasi antara privasi, likuiditas, dan eksekusi on-chain tersebut menjadi bagian dari perkembangan baru dalam perdagangan aset kripto berbasis blockchain.
Tren Privasi di Industri DeFi
Peluncuran perpetuals privat NEAR juga mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap privasi transaksi di sektor DeFi.
Sejumlah proyek blockchain dan platform DeFi telah mengembangkan pendekatan berbeda untuk menghadirkan transaksi yang lebih privat.
Ethereum, misalnya, telah memiliki pengembangan terkait confidential DeFi yield vaults. Sementara itu, proyek seperti Zama dan Fhenix menyediakan teknologi privasi yang dapat digunakan secara opsional.
Cardano juga mengembangkan Midnight, jaringan yang berfokus pada konsep privasi dengan pendekatan yang tetap mempertimbangkan kebutuhan penggunaan blockchain secara terbuka.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa privasi mulai menjadi salah satu bagian penting dalam infrastruktur blockchain, khususnya ketika teknologi tersebut semakin banyak digunakan oleh institusi dan aplikasi berbasis AI.
Perpetuals Privat NEAR Belum Tersedia di AS dan Kanada
Meski membawa konsep baru dalam perdagangan perpetual, fitur Confidential by Default NEAR masih memiliki batasan wilayah.
Layanan tersebut saat ini tidak tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat dan Kanada karena pertimbangan regulasi.
Pembatasan geografis tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi privasi blockchain masih harus berjalan bersamaan dengan perkembangan kerangka regulasi aset digital di berbagai negara.
Harga NEAR Menguat Lebih dari 21%
Peluncuran fitur baru tersebut turut menjadi perhatian pasar. Berdasarkan data dalam materi sumber, harga NEAR tercatat naik 21,36% dalam sehari dan diperdagangkan di sekitar US$3,21.
Selain perkembangan di ekosistem NEAR, kenaikan tersebut juga dikaitkan dengan rotasi modal di sektor kripto menuju token yang memiliki keterkaitan dengan narasi artificial intelligence (AI).
Dari sisi teknikal, level US$3,00 menjadi area yang perlu diperhatikan. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, NEAR berpotensi menguji kembali area US$3,33.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$2,80 dapat membuka ruang bagi harga untuk bergerak menuju area support Fibonacci sekitar US$2,57.
Level tersebut merupakan acuan teknikal dan bukan jaminan arah pergerakan harga selanjutnya.
NEAR Dorong Era Baru Trading Privat di DeFi
Peluncuran perpetuals dengan konsep “Confidential by Default” menunjukkan upaya NEAR Protocol untuk menjawab salah satu tantangan utama perdagangan on-chain, yakni keterbukaan posisi trader.
Dengan menyembunyikan jenis aset, ukuran posisi, waktu masuk, dan arah perdagangan, teknologi ini ditujukan untuk memberikan perlindungan lebih besar terhadap strategi trading pengguna.
Di sisi lain, integrasi Confidential Intents, USDC, dan Hyperliquid memperlihatkan bagaimana NEAR mencoba menggabungkan privasi, kecepatan eksekusi, likuiditas, dan kepatuhan regulasi dalam satu pengalaman perdagangan.
Perkembangan ini juga memperkuat tren industri kripto yang mulai mencari keseimbangan antara transparansi blockchain dan kebutuhan privasi pengguna.
0 Comments