Harga Quant Network (QNT) Melonjak 16%, Sentimen RWA dan Adopsi Perbankan Jadi Sorotan

Harga Quant Network (QNT) Melonjak 16%, Sentimen RWA dan Adopsi Perbankan Jadi Sorotan

Harga Quant Network (QNT) melonjak lebih dari 16% dalam 24 jam terakhir di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Kenaikan ini menjadikan QNT sebagai aset kripto dengan performa terbaik di antara 100 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar pada periode tersebut, bahkan mengungguli Bitcoin (BTC).

Peningkatan perhatian terhadap QNT juga terlihat dari aktivitas media sosial. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto ini mencatat lebih dari 9.430 penyebutan dan interaksi yang melibatkan sejumlah influencer terkemuka.

Sentimen positif tersebut muncul seiring perkembangan kerja sama Quant Network dengan sektor perbankan serta peluncuran teknologi baru yang mendukung tokenisasi aset dan transaksi lintas jaringan blockchain.

Kerja Sama Perbankan Dorong Perhatian terhadap Quant Network

Perhatian pasar terhadap Quant Network kembali meningkat setelah perusahaan tersebut memperoleh dua kesepakatan terkait penyelesaian transfer antarbank menggunakan teknologi blockchain dalam ekosistem Ethereum (ETH).

Quant juga dipilih untuk menjalankan jaringan simpanan tokenisasi bagi perbankan di Amerika Serikat dan Inggris. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menangani transaksi dengan nilai lebih dari US$2 triliun.

Akses bagi bank terhadap jaringan ini dijadwalkan mulai tersedia pada paruh pertama 2027. Prospek tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pembahasan mengenai potensi penggunaan teknologi Quant dalam sistem keuangan tradisional.

Pada September lalu, pengumuman terkait kerja sama tersebut turut diikuti kenaikan harga QNT dari sekitar US$100 hingga US$370. Namun, reli itu kemudian diikuti koreksi harga yang cukup dalam sebelum aset kripto tersebut kembali menunjukkan penguatan.

CEO Quant Network, Gilbert Verdian, menyatakan bahwa kemitraan dengan The Clearing House di Amerika Serikat bertujuan menetapkan standar baru bagi penggunaan simpanan tokenisasi.

Meski demikian, kerja sama tersebut belum memastikan apakah bank-bank yang berpartisipasi nantinya diwajibkan membeli atau menyimpan token QNT. Karena itu, potensi dampak langsung terhadap permintaan token masih perlu diperhatikan.

Quant Luncurkan Teknologi Layer 2.5

Selain perkembangan kerja sama perbankan, Quant Network memperkenalkan Multi-Ledger Rollup yang disebut Layer 2.5 bertepatan dengan perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-10.

Teknologi ini dirancang untuk mendukung interoperabilitas antarbuku besar digital dan memperluas pemanfaatan aset tokenisasi dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).

Melalui Layer 2.5, token yang diterbitkan bank dapat digunakan sebagai jaminan dalam layanan DeFi tanpa harus melalui proses pemindahan aset menggunakan bridge.

Perkembangan tersebut berpotensi memperluas penggunaan aset tokenisasi sekaligus menghubungkan infrastruktur keuangan tradisional dengan layanan berbasis blockchain.

Aktivitas jaringan Quant juga menunjukkan peningkatan. Jumlah transfer harian naik lebih dari 22% menjadi 5.640 transaksi, sementara jumlah pemegang token QNT turut mengalami kenaikan tipis.

Di pasar, volume perdagangan harian QNT meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya, dengan nilai melampaui US$112 juta. Kenaikan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan ketika harga bergerak menguat.

Analisis Harga QNT: Resistance US$213 Menjadi Level Penting

Dari sisi teknikal, harga Quant Network berhasil menembus pola falling wedge, yaitu pola grafik yang kerap muncul selama fase koreksi dan dapat menjadi sinyal pembalikan arah apabila dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya.

Setelah menembus pola tersebut, QNT berhasil menguji kembali area US$188. Saat ini, level US$213 menjadi salah satu resistance terdekat yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan.

Indikator Bull Bear Power (BBP) juga berubah ke wilayah positif. Perubahan ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menguat dibandingkan tekanan jual.

Sementara itu, Chaikin Money Flow (CMF) meningkat tajam dari -0,30 menjadi 0,10. Pergerakan tersebut menunjukkan perbaikan arus modal ke aset berdasarkan indikator volume dan harga.

Jika harga QNT mampu bertahan di atas US$200, peluang untuk menembus zona resistance US$213 hingga US$220 akan semakin terbuka. Apabila berhasil melewati area tersebut, harga berpotensi menguji level di atas US$250.

Dalam skenario bullish jangka pendek, target harga berikutnya berada jauh di atas US$320. Namun, target tersebut masih bergantung pada kekuatan momentum beli dan keberhasilan QNT melewati sejumlah resistance.

Prospek Quant Network Masih Bergantung pada Permintaan Pasar

Kombinasi kenaikan harga, peningkatan volume perdagangan, aktivitas jaringan, serta perhatian terhadap perkembangan RWA menjadi faktor yang mendukung sentimen positif terhadap Quant Network.

Meski demikian, kenaikan harga dalam waktu singkat tidak menjamin tren bullish akan berlanjut. Investor juga perlu memperhatikan volatilitas pasar kripto dan potensi aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan.

Selain itu, perkembangan jaringan perbankan dan teknologi tokenisasi tidak secara otomatis menciptakan permintaan langsung terhadap token QNT. Dampak ekonominya terhadap token perlu dinilai berdasarkan implementasi kerja sama dan mekanisme penggunaan jaringan.

Dengan demikian, area US$200 menjadi level penting untuk dipantau, sedangkan zona US$213–US$220 merupakan resistance utama dalam jangka pendek. Keberhasilan menembus area tersebut dapat memperkuat prospek kenaikan, tetapi kegagalan mempertahankan momentum berpotensi memicu koreksi kembali.

Kesimpulan: Quant Network menarik perhatian pasar setelah harga QNT naik lebih dari 16% dalam 24 jam. Perkembangan RWA, kerja sama perbankan, dan teknologi Layer 2.5 mendukung sentimen positif, tetapi keberlanjutan kenaikan tetap bergantung pada konfirmasi teknikal, permintaan pasar, dan realisasi adopsi jaringan.