Harga Token Audiera (BEAT) Anjlok 28%, Akankah Turun hingga Level US$1?

Harga Token Audiera (BEAT) Anjlok 28%, Akankah Turun hingga Level US$1?

Token Audiera (BEAT) turun lebih dari 28% dalam 24 jam terakhir, sehingga total penurunannya dalam sepekan mencapai lebih dari 55%. Altcoin tersebut bahkan sempat diperdagangkan di bawah level terendah Juli di US$2,07.

Meski memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$570 juta, volume perdagangan harian BEAT masih berada di bawah US$35 juta. Selain menembus sejumlah level support penting secara teknikal, metrik on-chain juga menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan.

Jumlah Transaksi dan Trader Aktif Menurun

Jumlah transaksi merupakan salah satu indikator yang mencerminkan tingkat penggunaan suatu blockchain.

Dalam kasus Audiera, aktivitas jaringan terus melemah. Jumlah transaksi turun dari 110.665 menjadi 63.070, atau berkurang sekitar 50%.

Selain itu, jumlah trader yang kembali bertransaksi (returning traders) juga berbalik turun setelah sempat meningkat sepanjang Juli. Berdasarkan data Dune Analytics, metrik tersebut turun dari 2.303 menjadi 1.215 pada awal Agustus.

Menariknya, jumlah pembeli unik (unique buyers) masih terus bertambah meski pasar sedang melemah. Namun, angkanya hanya mencapai 1.502, sedikit di bawah puncaknya pada Juli yang mencapai 1.740.

Tekanan bearish juga terlihat di pasar derivatif. Open Interest (OI) turun dari US$111,34 juta menjadi sekitar US$58,68 juta, menandakan semakin banyak trader yang menutup posisi atau kehilangan minat terhadap token ini.

Selain itu, nilai likuidasi posisi long tercatat lima kali lebih besar dibandingkan posisi short. Karena banyak posisi menggunakan leverage, gelombang likuidasi tersebut memperparah penurunan harga. OKX, Binance, dan Gate menjadi bursa dengan nilai likuidasi terbesar.

Harga BEAT Tembus Level Support Penting

Pergerakan harga harian semakin mengonfirmasi pelemahan BEAT. Token ini telah kehilangan tiga level support yang dibentuk oleh Simple Moving Average (SMA) 20 hari, 50 hari, dan 100 hari. Meski demikian, harganya masih bertahan di atas support jangka panjang yang dibentuk oleh SMA 200 hari.

BEAT juga menembus garis tren naik yang telah menopang pergerakan harga sejak Februari. Breakdown tersebut terjadi di sekitar level US$2,60 seiring meningkatnya arus keluar modal.

Sementara itu, indikator Chaikin Money Flow (CMF) turun dari 0,13 ke wilayah negatif di sekitar -0,11. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar dan membuka peluang harga BEAT turun menuju level US$1 atau bahkan lebih rendah.

Perlu dicatat, level support di US$1,50 sempat menghentikan penurunan tajam pada pertengahan Juni. Namun, jika pembeli gagal mempertahankan area tersebut, harga BEAT berpotensi menguji level permintaan di US$1, bahkan turun lebih dalam ke kisaran US$0,50 hingga US$0,60.