Harga XRP Bidik Tembus $1,50 Saat Pergerakan Semakin Sempit

Harga XRP Bidik Tembus $1,50 Saat Pergerakan Semakin Sempit

Harga XRP sedang mengincar potensi breakout bullish dari pola symmetrical triangle yang dapat mendorongnya menembus level $1,50, sebuah level yang belum berhasil dilewati dalam 5 minggu terakhir.

Berdasarkan data dari crypto.news, harga XRP turun sekitar 3% ke level terendah harian di $1,41 pada hari Kamis. Pada level ini, harga XRP masih sekitar 40% di bawah puncak tertingginya tahun ini di $2,36.

Meskipun XRP dan pasar kripto secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, grafik teknikal XRP justru menunjukkan sinyal yang berbeda.

Pada grafik harian, XRP telah membentuk pola symmetrical triangle secara konsisten sejak awal Februari. Pola ini merupakan setup teknikal penting, di mana breakout dari garis tren atas biasanya menandakan kelanjutan tren naik sebelumnya, sedangkan penembusan ke bawah support dapat mengindikasikan tekanan bearish lanjutan.

Dalam kasus XRP, harga saat ini bergerak lebih dekat ke garis tren atas, dengan indikator teknikal yang menunjukkan peluang bagi bulls untuk memicu breakout.

Indikator supertrend baru-baru ini berubah menjadi hijau untuk pertama kalinya sejak akhir Januari. Perubahan ini menandakan bahwa tren pasar mulai beralih dari bearish ke bullish.

Sementara itu, garis MACD bergerak naik, yang menunjukkan momentum beli semakin meningkat dan potensi terjadinya bullish crossover dalam waktu dekat.

Harga XRP juga berada dekat dengan level Fibonacci retracement 23,6% di $1,42. Jika momentum berlanjut, XRP berpotensi melakukan breakout dari pola tersebut dan naik menuju $1,61, yang merupakan level Fibonacci berikutnya.

Namun, jika harga XRP turun dan menembus support di $1,20, maka skenario bullish akan batal dan berpotensi memicu koreksi lebih dalam hingga ke level psikologis $1,00.

Harga XRP sedang mengincar potensi breakout bullish dari pola symmetrical triangle yang dapat mendorongnya menembus level $1,50, sebuah level yang belum berhasil dilewati dalam 5 minggu terakhir.

Berdasarkan data dari crypto.news, harga XRP turun sekitar 3% ke level terendah harian di $1,41 pada hari Kamis. Pada level ini, harga XRP masih sekitar 40% di bawah puncak tertingginya tahun ini di $2,36.

Meskipun XRP dan pasar kripto secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, grafik teknikal XRP justru menunjukkan sinyal yang berbeda.

Pada grafik harian, XRP telah membentuk pola symmetrical triangle secara konsisten sejak awal Februari. Pola ini merupakan setup teknikal penting, di mana breakout dari garis tren atas biasanya menandakan kelanjutan tren naik sebelumnya, sedangkan penembusan ke bawah support dapat mengindikasikan tekanan bearish lanjutan.

Dalam kasus XRP, harga saat ini bergerak lebih dekat ke garis tren atas, dengan indikator teknikal yang menunjukkan peluang bagi bulls untuk memicu breakout.

Indikator supertrend baru-baru ini berubah menjadi hijau untuk pertama kalinya sejak akhir Januari. Perubahan ini menandakan bahwa tren pasar mulai beralih dari bearish ke bullish.

Sementara itu, garis MACD bergerak naik, yang menunjukkan momentum beli semakin meningkat dan potensi terjadinya bullish crossover dalam waktu dekat.

Harga XRP juga berada dekat dengan level Fibonacci retracement 23,6% di $1,42. Jika momentum berlanjut, XRP berpotensi melakukan breakout dari pola tersebut dan naik menuju $1,61, yang merupakan level Fibonacci berikutnya.

Namun, jika harga XRP turun dan menembus support di $1,20, maka skenario bullish akan batal dan berpotensi memicu koreksi lebih dalam hingga ke level psikologis $1,00.