Hashrate Bitcoin Tertekan Selama 316 Hari, AI Jadi Tantangan Baru bagi Penambang

Hashrate Bitcoin Tertekan Selama 316 Hari, AI Jadi Tantangan Baru bagi Penambang

Hashrate Bitcoin Tertahan 316 Hari, Penambang Mulai Beralih ke AI

Hashrate jaringan Bitcoin telah berada di bawah rekor tertingginya selama 316 hari. Ini menjadi periode terpanjang tanpa mencetak rekor baru dalam satu dekade terakhir.

Pada 31 Agustus, rata-rata hashrate Bitcoin selama tujuh hari berada di sekitar 914 exahash per detik (EH/s). Angka ini sekitar 20,6% lebih rendah dibandingkan rekor 1.151,6 EH/s yang tercatat pada Oktober 2025.

Penurunan ini terjadi setelah berbulan-bulan kondisi bisnis mining yang kurang menguntungkan, pembatasan penggunaan listrik saat musim panas, serta meningkatnya peralihan sebagian penambang ke sektor kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berperforma tinggi.

CEO Twenty One Capital, Raphael Zagury, menyebut kondisi ini sebagai “economic hashrate bear market” pertama yang berlangsung cukup lama dalam sejarah Bitcoin.

Harga Bitcoin Naik, tetapi Hashrate Belum Pulih

Kondisi ini menjadi semakin menarik karena harga Bitcoin sebenarnya sudah mengalami pemulihan.

Harga BTC naik sekitar 34,9% dari akhir Juni hingga akhir Agustus, bahkan sempat menembus level US$81.000.

Namun, pada periode yang sama, hashrate Bitcoin justru turun 10,1%.

Pergerakan seperti ini cukup jarang terjadi. Ketika harga Bitcoin naik, pendapatan penambang biasanya ikut meningkat karena imbalan dari mining memiliki nilai dolar yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut biasanya membuat penambang kembali menyalakan mesin yang sebelumnya dimatikan karena tidak lagi menguntungkan.

Namun, kali ini responsnya jauh lebih lemah.

Salah satu alasannya adalah para penambang kini memiliki pilihan lain untuk menggunakan listrik dan infrastruktur mereka, yaitu AI.

Difficulty Mining yang Lebih Rendah Membantu Penambang

Penurunan hashrate juga membuat mining difficulty Bitcoin ikut turun. Hal ini membuat persaingan untuk mendapatkan block reward menjadi lebih ringan bagi penambang yang masih aktif.

VanEck memperkirakan hashrate Bitcoin berada di sekitar 885 EH/s pada pekan hingga 11 Agustus. Sementara itu, mining difficulty berada 18,3% di bawah level tertingginya pada November 2025.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak China melarang aktivitas mining Bitcoin pada 2021.

Indikator lain, yaitu Puell Multiple, juga menunjukkan kondisi pendapatan penambang yang masih lemah.

Puell Multiple membandingkan nilai dolar dari Bitcoin yang diterbitkan setiap hari dengan rata-rata tahunannya. Dalam 30 hari sebelumnya, indikator ini berada di sekitar 0,73, menunjukkan kondisi pendapatan penambang yang masih berada di level rendah.

Karena keuntungan menurun, penambang dengan mesin yang kurang efisien terpaksa mematikannya.

Namun, Bitcoin memiliki mekanisme otomatis untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

Ketika hashrate turun, jaringan Bitcoin pada akhirnya akan menyesuaikan difficulty. Dengan difficulty yang lebih rendah, penambang yang masih aktif dapat bersaing mendapatkan block reward dengan kebutuhan daya komputasi yang lebih kecil.

Hal ini seharusnya membantu meningkatkan margin keuntungan dan mendorong penambang untuk kembali mengaktifkan mesin mereka.

Mulai Ada Tanda Hashrate Pulih

Beberapa tanda pemulihan mulai terlihat pada Agustus.

Pada 8 Agustus, mining difficulty naik 1%, menjadi kenaikan pertama dalam rangkaian data yang dipantau VanEck. Saat itu, hashrate juga kembali mendekati 925 EH/s.

Kemudian pada 23 Agustus, difficulty kembali turun 1,31%, memberikan sedikit tambahan keuntungan bagi penambang.

Pada 31 Agustus, Hashrate Index mencatat rata-rata hashrate selama tujuh hari mencapai sekitar 915 EH/s, naik 3,3% dari 886 EH/s pada pekan sebelumnya.

Waktu rata-rata pembentukan blok juga berada di 9 menit 56 detik, hampir sama dengan target Bitcoin sekitar 10 menit.

Profitabilitas mining atau hashprice juga membaik. Hashprice mencapai sekitar US$39,36 per PH/s per hari, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 30 hari sebesar US$34,63.

Dengan harga Bitcoin yang naik, difficulty yang lebih rendah, dan hashprice yang membaik, kondisi ini seharusnya membuat penambang semakin tertarik untuk menyalakan kembali mesin mereka.

Namun, hashrate masih jauh dari rekor tertinggi.

AI Mengubah Pilihan Para Penambang

Perbedaan utama dalam siklus kali ini adalah penambang tidak harus menunggu hingga mining Bitcoin kembali menguntungkan.

Sebagian perusahaan mining kini dapat menggunakan listrik dan pusat data mereka untuk menjalankan aktivitas AI.

Contohnya adalah IREN.

Perusahaan tersebut memangkas kapasitas self-mining dari 50 EH/s pada Juni 2025 menjadi 23,2 EH/s pada Juni 2026. IREN mematikan sebagian mesin mining Bitcoin dan mengalihkan listrik serta infrastruktur pusat datanya ke layanan AI Cloud.

Pada akhir Juni, sekitar 40 megawatt kapasitas AI Cloud milik IREN sudah beroperasi.

TeraWulf juga mulai mengalihkan sebagian kapasitasnya ke sektor high-performance computing. Pada 30 Juni, perusahaan tersebut memiliki 81 MW critical IT capacity dan meningkat menjadi 102 MW yang sudah dialiri listrik pada Juli.

Di sisi lain, TeraWulf masih memiliki sekitar 145 MW kapasitas mining Bitcoin lama.

Perubahan ini juga terlihat dari kesepakatan besar di sektor komputasi. Riot Platforms misalnya, menandatangani perjanjian komputasi senilai sekitar US$9 miliar dengan durasi 20 tahun bersama Anthropic pada Agustus.

Kesepakatan jangka panjang seperti ini dapat membuat pemulihan hashrate Bitcoin menjadi lebih sulit.

Jika sebuah mesin mining dimatikan karena keuntungan rendah, mesin tersebut bisa kembali dinyalakan ketika harga Bitcoin naik.

Namun, jika listrik dan kapasitas pusat data sudah dikontrak untuk pelanggan AI selama bertahun-tahun, kapasitas tersebut tidak bisa dengan mudah dikembalikan ke aktivitas mining Bitcoin.

Infrastruktur Mining Bitcoin Menjadi Menarik bagi AI

Perusahaan mining Bitcoin memiliki infrastruktur yang juga dibutuhkan oleh industri AI.

Mereka biasanya sudah memiliki:

  • Pasokan listrik dalam jumlah besar
  • Akses ke jaringan listrik
  • Pusat data
  • Infrastruktur yang dirancang untuk komputasi dengan kebutuhan energi tinggi

Karena itu, perusahaan mining dapat memperoleh sumber pendapatan baru dari AI ketika bisnis mining Bitcoin sedang kurang menguntungkan.

Meski begitu, penurunan hashrate tidak sepenuhnya disebabkan oleh peralihan ke AI.

Pembatasan penggunaan listrik secara musiman, terutama di Texas, juga mengurangi aktivitas mining ketika permintaan listrik meningkat.

Selain itu, mesin mining yang lebih tua dan tidak efisien juga banyak dimatikan karena margin keuntungan yang semakin kecil.

Yang menjadi penting adalah ke mana kapasitas tersebut pergi setelah mesin dimatikan.

Tidak Semua Penambang Beralih ke AI

Tidak semua perusahaan mining meninggalkan Bitcoin.

MARA melaporkan hashrate yang sudah aktif sebesar 70,3 EH/s pada akhir Juni.

Bitdeer juga mencapai 76,7 EH/s kapasitas self-mining pada Juli.

Sementara itu, Riot meningkatkan kapasitas mining yang digunakan dari 38,5 EH/s menjadi 44,4 EH/s, meskipun pada saat yang sama perusahaan juga memperluas bisnis AI.

Dengan demikian, industri mining Bitcoin kini terbagi menjadi beberapa kelompok.

Sebagian perusahaan masih agresif menambah mesin mining Bitcoin. Sebagian lainnya mengalihkan infrastruktur ke AI. Ada juga perusahaan yang memilih menjalankan kedua bisnis tersebut secara bersamaan.

Pemulihan Hashrate Menghadapi Tantangan Baru

Mekanisme pemulihan Bitcoin sebenarnya masih berjalan.

Mining difficulty terus menyesuaikan, waktu pembentukan blok masih mendekati target 10 menit, dan hashrate mulai kembali naik menuju 915 EH/s.

Namun, setelah 316 hari tanpa mencetak rekor baru, pemulihan tersebut belum cukup kuat untuk membawa hashrate kembali ke level tertinggi pada akhir 2025.

Kini pertanyaannya adalah apakah harga Bitcoin yang lebih tinggi, hashprice yang membaik, dan mining difficulty yang lebih rendah akan cukup untuk membuat lebih banyak penambang kembali mengaktifkan mesin mereka.

Jika tidak, AI bisa menjadi salah satu alasan utamanya.

Sebagian infrastruktur yang sebelumnya menunggu kondisi mining Bitcoin membaik kini sudah memiliki sumber pendapatan lain. Dan jika tren ini berlanjut, pemulihan hashrate Bitcoin kali ini bisa berbeda dari siklus-siklus sebelumnya.