Iforte Luncurkan Tender Offer Saham IBST dengan Harga Rp5.400 per Saham
Iforte Gelar Tender Offer Sukarela Saham IBST, Siapkan Dana Rp3,51 Miliar untuk Proses Go Private
PT Iforte Solusi Infotek akan memulai penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) atas saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mulai 6 Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari proses pengambilalihan penuh kepemilikan publik sebagai tahapan menuju perubahan status IBST menjadi perusahaan tertutup (go private) sekaligus delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada BEI, Sabtu (4/7/2026), Iforte menawarkan pembelian maksimal 650.832 saham IBST atau sekitar 0,05% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Harga yang ditawarkan kepada pemegang saham publik sebesar Rp5.400 per saham.
Dengan harga tersebut, Iforte menyiapkan dana sekitar Rp3,51 miliar untuk melaksanakan tender offer sukarela. Perseroan juga menegaskan telah memiliki kecukupan dana untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Ketersediaan dana itu diperkuat melalui surat konfirmasi dari PT Bank Central Asia Tbk tertanggal 22 Juni 2026.
Pelaksanaan VTO merupakan tindak lanjut atas persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 5 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui rencana perusahaan untuk menjadi perusahaan tertutup dan menghapus pencatatan saham (delisting) dari BEI.
Tender offer juga dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2024 mengenai pengembangan dan penguatan emiten serta perusahaan publik, serta POJK Nomor 54/POJK.04/2015 yang mengatur mengenai penawaran tender sukarela. Melalui mekanisme ini, pemegang saham publik diberikan kesempatan untuk menjual sahamnya dengan harga yang telah ditetapkan sebelum proses delisting selesai.
Sebelum pelaksanaan VTO, Iforte telah menguasai sebanyak 1.350.254.095 saham atau sekitar 99,95% dari seluruh saham yang diterbitkan IBST. Apabila seluruh saham publik yang menjadi target berhasil diperoleh melalui tender offer, maka kepemilikan Iforte akan meningkat menjadi 1.350.904.927 saham atau setara 100% kepemilikan di IBST.
Perseroan juga mengantisipasi kemungkinan masih terdapat jumlah pemegang saham publik yang belum memenuhi syarat untuk proses go private sesuai ketentuan regulator. Apabila setelah berakhirnya periode tender offer jumlah pemegang saham IBST masih mencapai 50 pihak atau lebih, atau melebihi batas lain yang ditetapkan OJK, Iforte berencana memperpanjang masa tender offer hingga dua kali.
Masing-masing perpanjangan akan berlangsung selama 30 hari. Dengan demikian, total masa pelaksanaan VTO dapat mencapai 90 hari apabila kedua perpanjangan tersebut dilakukan. Setelah jumlah pemegang saham memenuhi ketentuan OJK, Iforte bersama IBST akan melanjutkan seluruh tahapan perubahan status menjadi perusahaan tertutup dan proses delisting sesuai peraturan yang berlaku.
Adapun periode pelaksanaan tender offer dijadwalkan berlangsung mulai 6 Juli hingga 4 Agustus 2026. Pemegang saham publik yang memilih untuk tidak menjual sahamnya dalam periode tersebut tetap akan menjadi pemegang saham IBST setelah perusahaan resmi berubah menjadi perusahaan tertutup. Namun, setelah delisting efektif, saham IBST tidak lagi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sehingga likuiditas saham akan menjadi lebih terbatas.
Sementara itu, pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender offer dijadwalkan paling lambat 12 hari kalender setelah penutupan periode penawaran, yakni pada 14 Agustus 2026, dengan syarat seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah dilengkapi sesuai ketentuan dalam dokumen tambahan informasi VTO.
Manajemen menjelaskan, keputusan untuk membawa IBST menjadi perusahaan tertutup merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang grup. Melalui restrukturisasi internal, perusahaan berharap dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan strategi pengembangan usaha tanpa kewajiban sebagai perusahaan tercatat di pasar modal.
IBST sendiri dikenal sebagai salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi di Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan dan pengelolaan menara telekomunikasi, jaringan serat optik, serta infrastruktur pendukung digital. Sebagai bagian dari grup Iforte, perusahaan selama beberapa tahun terakhir terus memperkuat bisnis infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung meningkatnya kebutuhan konektivitas dan transformasi digital di Indonesia.
0 Comments