IHSG Buka di Zona Hijau, Sentuh Level Ini

IHSG Buka di Zona Hijau, Sentuh Level Ini

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.645, LQ45 Ikut Naik di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi dibuka menguat sebesar 24,43 poin atau 0,32 persen ke level 7.645,81. Penguatan ini menunjukkan adanya sentimen positif yang masih bertahan di awal perdagangan, meskipun pasar sebelumnya sempat bergerak fluktuatif.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga bergerak di zona hijau. Kelompok 45 saham berkapitalisasi besar tersebut naik 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48, mencerminkan minat beli yang masih selektif pada saham-saham berfundamental kuat.

Tekanan Asing Masih Terlihat, Tapi Peluang Rebound Terbuka

Mengutip data perdagangan sebelumnya, IHSG sempat ditutup melemah tipis sebesar 0,03 persen pada sesi Kamis (16/4/2026). Penurunan tersebut disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp1 triliun.

Beberapa saham yang paling banyak dilepas asing antara lain:

  • BBCA

  • BBRI

  • BMRI

  • ASII

  • BREN

Tekanan jual pada saham-saham big cap ini menunjukkan bahwa investor global masih cenderung melakukan profit taking setelah penguatan sebelumnya, terutama di sektor perbankan dan industri.

Meski demikian, analis menilai potensi penguatan kembali (rebound) IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini.

Sentimen Pasar dan Pergerakan IHSG

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek. Menurutnya, pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap level teknikal kunci yang sedang diuji.

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di area:

  • Support: 7.580 – 7.600

  • Resistance: 7.650 – 7.730

“IHSG berpotensi rebound hari ini,” ujarnya dalam catatan risetnya.

Dari sisi teknikal, pasar saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, sehingga volatilitas diperkirakan tetap ada terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Skenario Teknis Lain: Risiko Koreksi Masih Ada

Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG masih memiliki potensi untuk menguji area support yang lebih dalam, yaitu di kisaran:

  • 7.527 hingga 7.415

Menurut riset tersebut, investor disarankan untuk bersikap lebih defensif dengan strategi hold atau wait and see, sambil menunggu konfirmasi stabilisasi di area support.

Namun, skenario bullish juga tetap terbuka apabila IHSG mampu menembus resistance penting di level:

  • 7.740 – 7.773

Breakout pada area tersebut dapat menjadi sinyal penguatan lanjutan yang lebih solid bagi pasar saham domestik.

Sentimen Global dan Komoditas Jadi Faktor Penentu

Selain faktor domestik, pergerakan IHSG juga masih dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk:

  • Ekspektasi suku bunga global, terutama kebijakan The Fed

  • Pergerakan harga komoditas seperti batu bara, minyak, dan nikel

  • Aliran dana asing ke pasar negara berkembang (emerging markets)

  • Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Saham-saham berbasis komoditas dan energi masih menjadi perhatian investor karena sangat sensitif terhadap perubahan harga global.


Rekomendasi Saham Hari Ini

Dalam kondisi pasar yang masih bergerak selektif, sejumlah saham direkomendasikan dengan strategi speculative buy (spec buy) oleh BNI Sekuritas. Investor diharapkan tetap disiplin dalam menetapkan level cut loss untuk mengantisipasi volatilitas.

1. CDIA (PT Chandra Daya Investasi Tbk)

  • Area beli: 1.130 – 1.175

  • Cut loss: di bawah 1.130

  • Target: 1.210 – 1.270

2. AKRA (PT AKR Corporindo Tbk)

  • Area beli: 1.440 – 1.445

  • Cut loss: di bawah 1.430

  • Target: 1.460 – 1.480

3. AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk)

  • Area beli: 5.500 – 5.600

  • Cut loss: di bawah 5.450

  • Target: 5.850 – 6.125

4. INET (PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk)

  • Area beli: 318 – 326

  • Cut loss: di bawah 312

  • Target: 332 – 344

5. INDY (PT Indika Energy Tbk)

  • Area beli: 3.490 – 3.530

  • Cut loss: di bawah 3.460

  • Target: 3.570 – 3.650

6. BUMI (PT Bumi Resources Tbk)

  • Area beli: 248 – 250

  • Cut loss: di bawah 248

  • Target: 254 – 258


Kesimpulan

IHSG pada perdagangan Jumat ini menunjukkan sinyal awal penguatan di tengah tekanan aksi jual asing pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pasar masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pergerakan indeks berpotensi fluktuatif.

Investor disarankan untuk tetap selektif, memperhatikan level teknikal penting, serta mengutamakan manajemen risiko dalam setiap keputusan investasi. Sentimen global dan arus dana asing masih akan menjadi faktor kunci arah IHSG dalam jangka pendek.