Terungkap, Tahapan Seleksi Rekrutmen Pegawai BUMN Ekspor
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses rekrutmen pegawai untuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI akan dilakukan secara ketat dan profesional melalui tim khusus yang dibentuk oleh manajemen Danantara. Langkah ini dilakukan seiring resmi beroperasinya DSI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang difokuskan untuk memperkuat perdagangan ekspor komoditas strategis Indonesia.
Menurut Dony, pembentukan tim rekrutmen menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia yang akan mengisi perusahaan tersebut. DSI diproyeksikan menjadi perusahaan strategis nasional sehingga membutuhkan talenta terbaik dengan pengalaman di bidang perdagangan internasional, ekspor-impor, logistik, pembiayaan perdagangan, hingga pengelolaan rantai pasok komoditas.
“Ada tim yang melakukan proses rekrutannya. Kita ingin membangun perusahaan ini dengan sangat baik, sehingga orang-orang yang masuk juga harus profesional dan kompeten,” ujar Dony saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan bahwa sumber perekrutan pegawai tidak hanya berasal dari internal BUMN, tetapi juga terbuka bagi profesional dari sektor swasta maupun pelaku industri yang memiliki pengalaman relevan. Menurutnya, DSI membutuhkan kombinasi talenta dengan pemahaman bisnis global dan kemampuan membangun jaringan perdagangan internasional.
“Bisa dari mana saja, baik dari BUMN maupun profesional eksternal. Yang terpenting adalah kualitas dan kompetensinya,” kata Dony.
DSI Resmi Menjadi BUMN Baru
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) kini resmi menyandang status sebagai BUMN setelah proses pengalihan dan penandatanganan struktur kepemilikan rampung dilakukan oleh jajaran pimpinan Danantara. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, dan CIO Danantara Pandu Sjahrir.
“Hari ini sudah resmi menjadi BUMN. Tadi pagi seluruh proses administrasi dan penandatanganan sudah selesai,” ujar Dony.
Perubahan status ini ditandai dengan kepemilikan satu persen saham Seri A Dwiwarna oleh Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), sementara mayoritas saham tetap berada di bawah kendali Danantara. Skema tersebut membuat DSI resmi menjadi perusahaan negara dengan mandat strategis khusus di sektor perdagangan komoditas.
Sebagai Kepala BP BUMN, Dony menjelaskan bahwa kepemilikan saham Seri A Dwiwarna merupakan syarat utama agar perusahaan dapat dikategorikan sebagai BUMN. Dengan status tersebut, pemerintah memiliki kewenangan khusus dalam pengawasan dan pengendalian arah strategis perusahaan.
“Hari ini DSI sudah menjadi BUMN karena sudah ada satu persen saham milik negara melalui saham Seri A Dwiwarna,” jelasnya.
Meski demikian, manajemen Danantara masih belum mengumumkan secara resmi sosok yang akan menduduki posisi Direktur Utama DSI. Dony mengatakan pengumuman terkait struktur manajemen akan disampaikan dalam waktu dekat setelah seluruh proses internal selesai.
Jadi BUMN Khusus Ekspor Komoditas Strategis
Pembentukan DSI merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dan Danantara untuk membangun sistem perdagangan ekspor-impor nasional yang lebih terintegrasi. Perusahaan ini nantinya akan difokuskan sebagai badan usaha khusus yang menangani ekspor berbagai komoditas strategis Indonesia.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, sebelumnya menjelaskan bahwa pembentukan DSI merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menciptakan lembaga perdagangan nasional yang mampu meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat penerimaan devisa negara.
“Danantara Indonesia ditunjuk oleh Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia,” ujar Pandu dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DSI disebut akan mulai beroperasi efektif pada 1 Juni 2026. Perusahaan ini diproyeksikan menangani perdagangan komoditas unggulan seperti mineral, batu bara, produk perkebunan, hasil pertanian, hingga energi strategis lainnya.
Dorong Hilirisasi dan Devisa Negara
Pembentukan DSI juga dinilai menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri dan meningkatkan nilai tambah ekspor nasional. Selama ini, Indonesia dinilai masih terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah dengan nilai tambah rendah.
Melalui DSI, pemerintah ingin memperkuat koordinasi perdagangan luar negeri, memperbesar akses pasar internasional, serta menciptakan mekanisme ekspor yang lebih efisien dan terpusat. Kehadiran badan usaha ini juga diharapkan mampu menekan praktik perdagangan yang tidak efisien dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Sejumlah pengamat menilai model BUMN ekspor seperti DSI berpotensi meningkatkan stabilitas harga komoditas nasional sekaligus memperbesar pendapatan devisa. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang transparan dan profesional agar perusahaan dapat bersaing secara global.
Selain itu, perekrutan tenaga profesional menjadi sorotan penting karena DSI akan berhadapan langsung dengan pasar internasional yang sangat kompetitif. Pengalaman dalam perdagangan global, pengelolaan risiko, pembiayaan ekspor, hingga diplomasi dagang menjadi kemampuan yang dibutuhkan perusahaan ke depan.
Pemerintah berharap kehadiran DSI dapat menjadi motor baru perdagangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir utama komoditas strategis dunia.
0 Comments