Kasino di Kamboja Terima Kripto US$1,07 Miliar meski Ada Penindakan Pusat Penipuan
Kasino-kasino di Sihanoukville, Kamboja, menerima aset kripto senilai sekitar US$1,07 miliar pada periode 1 Januari hingga 7 September 2026. Aliran dana tersebut tetap berlangsung meskipun pemerintah Kamboja memperketat penindakan terhadap kompleks penipuan atau scam compounds dan otoritas internasional menjatuhkan sanksi terhadap jaringan yang terkait.
Menurut laporan perusahaan intelijen blockchain TRM Labs, dana tersebut mengalir ke 34 kasino fisik di kota pesisir itu. Sebanyak US$687 juta atau sekitar 64% dari total penerimaan kripto masuk ke kasino yang terhubung dengan jaringan yang masuk daftar sanksi Office of Foreign Assets Control (OFAC), lembaga di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS).
Temuan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum belum sepenuhnya menghentikan transaksi aset kripto yang melibatkan kasino terkait jaringan yang ditetapkan sebagai sasaran sanksi.
Kasino yang Terkena Sanksi AS Masih Menerima Kripto
TRM Labs melaporkan bahwa aliran aset kripto masih masuk ke sejumlah operator kasino beberapa bulan setelah otoritas AS mengumumkan sanksi terhadap jaringan terkait.
Pada periode 23 April hingga 7 September 2026, entitas yang terhubung dengan Xihu Resort Hotel menerima kripto senilai sekitar US$184 juta. Sementara itu, entitas yang dikaitkan dengan Huan Hai Bo Lai International Investment menerima sekitar US$129 juta dalam periode yang sama.
Kasino yang dikaitkan dengan Jin Bei Group juga menerima sekitar US$9 juta setelah Prince Group dan entitas terkaitnya dikenai sanksi pada Oktober 2025.
Angka-angka tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi otoritas dalam membatasi aliran dana ke entitas yang diduga berkaitan dengan operasi penipuan daring.
Aliran Kripto ke Kasino Kamboja Mulai Menurun
Meski transaksi kripto masih berlangsung dalam jumlah besar, TRM Labs mencatat penurunan aliran dana bulanan ke kasino-kasino di Sihanoukville.
Pada Januari hingga Mei 2026, kasino menerima rata-rata US$148 juta dalam aset kripto setiap bulan. Angka tersebut turun menjadi sekitar US$95 juta per bulan pada Juli dan Agustus.
Aliran kripto ke kasino yang terkait dengan jaringan penerima sanksi juga mengalami penurunan. Rata-rata penerimaan bulanan turun dari sekitar US$100 juta menjadi US$48 juta.
Namun, TRM Labs mengingatkan bahwa penurunan tersebut belum tentu mencerminkan keseluruhan aktivitas transaksi yang sebenarnya.
Operator kasino kerap mengganti alamat dompet kripto atau wallet, sehingga transaksi menjadi lebih sulit dilacak. Akibatnya, sebagian dana mungkin telah berpindah melalui alamat dompet yang belum berhasil diidentifikasi oleh penyelidik.
USDT di Jaringan TRON Mendominasi Transaksi Kasino
Laporan TRM Labs menemukan bahwa Tether (USDT) yang menggunakan jaringan blockchain TRON menyumbang 99,9% dari seluruh aset kripto yang diterima kasino-kasino tersebut.
Dominasi USDT di jaringan TRON dikaitkan dengan biaya transaksi yang relatif rendah, likuiditas yang kuat, serta penggunaannya yang luas di Asia Tenggara.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa jaringan penukaran kripto menjadi uang tunai masih aktif di Sihanoukville. Kasino dilaporkan tetap menerima USDT melalui meja kasir, kemudian menukarkannya menjadi chip kasino atau dolar AS.
Selain kasino, sejumlah bisnis lain, seperti pegadaian, minimarket, hotel, toko ponsel, dan tempat penukaran uang, juga menyediakan layanan konversi aset kripto menjadi uang tunai.
Aktivitas tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas verifikasi identitas pelanggan atau Know Your Customer (KYC) serta pemantauan transaksi keuangan di sebagian sektor kasino setempat.
Aktivitas Ekonomi Sihanoukville Mulai Melambat
Di tengah berlanjutnya aliran aset kripto, TRM Labs juga mencatat tanda-tanda perlambatan ekonomi di Sihanoukville.
Sejumlah bisnis yang sebelumnya melayani pekerja di kompleks penipuan dilaporkan telah tutup atau mengurangi kegiatan operasionalnya. Area permainan kasino yang ramai pada 2025 juga disebut beroperasi di bawah kapasitas normal berdasarkan pengamatan lokal yang dikutip dalam laporan tersebut.
Perkembangan ini mengindikasikan bahwa penindakan terhadap kompleks penipuan mungkin mulai memengaruhi sebagian aktivitas ekonomi setempat, meskipun transaksi kripto masih terus berlangsung.
Kamboja Cabut 18 Izin Kasino
Kamboja menghadapi tekanan internasional yang semakin besar untuk memberantas operasi penipuan daring yang berkaitan dengan kejahatan finansial dan pencucian uang.
Pada 8 September 2026, komisi antipenipuan Kamboja mengumumkan pencabutan 18 izin kasino dan penangguhan sembilan izin lainnya.
Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas yang dikaitkan dengan sektor tersebut. Pada April 2026, OFAC menjatuhkan sanksi kepada Senator Kamboja Kok An serta 28 individu dan entitas terkait atas dugaan keterlibatan dalam operasi pusat penipuan yang merugikan warga AS.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memutus jaringan keuangan yang mendukung penipuan daring dan aktivitas kriminal terkait.
Penindakan Belum Sepenuhnya Menghentikan Aliran Kripto
TRM Labs menyimpulkan bahwa data terbaru menunjukkan penindakan hukum belum sepenuhnya menghentikan aliran aset kripto menuju kasino yang terhubung dengan jaringan penerima sanksi.
Meskipun nilai transaksi bulanan mengalami penurunan, pergerakan aset digital masih menjadi tantangan bagi otoritas. Penggantian alamat dompet kripto dan penggunaan berbagai saluran untuk mengonversi aset digital menjadi uang tunai dapat mempersulit proses pelacakan.
Temuan ini menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara aparat penegak hukum, lembaga keuangan, dan perusahaan intelijen blockchain untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan serta memutus jaringan keuangan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kriminal.
0 Comments