Kerugian Akibat Peretasan Kripto Turun ke US$26,5 Juta pada Februari, Terendah dalam 11 Bulan
Kerugian kripto akibat peretasan dan penipuan turun ke level terendah dalam 11 bulan pada Februari, menurut laporan perusahaan keamanan blockchain PeckShield.
PeckShield menyebutkan, sekitar US$26,5 juta aset kripto hilang dari 15 insiden sepanjang Februari. Angka ini turun 98,2% dibanding Februari tahun lalu dan 69,2% lebih rendah dibanding Januari, ketika kerugian mencapai lebih dari US$86 juta.
Sebagian besar kerugian Februari berasal dari dua insiden besar:
- YieldBlox kehilangan lebih dari US$10 juta setelah peretas melakukan manipulasi harga oracle pada pool pinjaman yang dikelola DAO.
- IoTeX, protokol identitas terdesentralisasi, kehilangan sekitar US$8,9 juta akibat private key yang bocor. Sebelumnya, IoTeX sempat menyebut kerugian hanya sekitar US$2 juta.
Insiden lainnya meliputi:
- Sekitar US$3 juta dicuri dari CrossCurve
- Lebih dari US$4 juta kerugian gabungan dari dua serangan terpisah terhadap FOOM CASH dan Moonwell
Serangan phishing masih jadi ancaman besar
Laporan terpisah dari perusahaan keamanan blockchain CertiK mencatat total kerugian kripto pada Februari mencapai hampir US$37,7 juta. Angka ini sudah termasuk US$8,6 juta yang hilang akibat serangan phishing.
Menurut CertiK:
- Pembobolan wallet menjadi penyebab kerugian terbesar dengan nilai US$16,6 juta
- Manipulasi harga menyebabkan kerugian sekitar US$11,4 juta
- Phishing berada di posisi ketiga sebagai metode serangan paling merugikan
Sebagai gambaran, phishing biasanya dilakukan dengan menipu pengguna agar memberikan informasi sensitif seperti private key atau seed phrase, lewat situs palsu, pesan media sosial, atau penyamaran sebagai pihak resmi. Jika data ini didapat, pelaku bisa langsung menguras aset di wallet korban.
Sebelumnya, crypto.news juga melaporkan bahwa sekitar US$48 juta Bitcoin sitaan dicuri dari Gwangju District Prosecutors’ Office di Korea Selatan, dengan phishing diduga sebagai penyebabnya.
0 Comments