KKP Pastikan Harga Ikan Tetap Stabil Selama Ramadan dan Lebaran 2026

KKP Pastikan Harga Ikan Tetap Stabil Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan harga ikan nasional tetap terkendali selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemerintah menilai potensi lonjakan harga relatif kecil dan masih dalam batas wajar, sehingga tidak menimbulkan tekanan signifikan terhadap inflasi pangan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi dan data pemantauan terkini, harga komoditas ikan hasil budidaya cenderung stabil meskipun permintaan masyarakat biasanya meningkat menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Dari sisi perkiraan harga, nampaknya kekhawatiran terhadap inflasi tidak perlu terlalu dirisaukan. Data menunjukkan kenaikan harga ikan hanya berada di kisaran 0,25 hingga 1,39 persen,” ujar Tb Haeru dalam konferensi pers di Media Center KKP, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia memaparkan bahwa kenaikan harga tertinggi tercatat pada komoditas ikan lele, yakni sekitar 1,39 persen, dengan kisaran harga Rp24.461 hingga Rp24.859 per kilogram. Sementara itu, kenaikan harga terendah terjadi pada ikan bandeng yang hanya naik sekitar 0,24 persen, dengan rentang harga Rp24.185 sampai Rp24.552 per kilogram. Angka tersebut dinilai masih sangat moderat dan tidak membebani daya beli masyarakat.

Selain itu, KKP juga memantau tren harga ikan sejak Januari hingga Maret 2026. Periode Februari–Maret yang bertepatan dengan pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri menunjukkan pola harga yang relatif datar, tanpa lonjakan ekstrem. Beberapa komoditas premium seperti lobster dan ikan kerapu memang tetap berada pada level harga tinggi, namun stabil. Harga lobster diperkirakan mencapai sekitar Rp380.571 per kilogram, sementara ikan kerapu berada di kisaran Rp110.638 per kilogram.

Menurut Tb Haeru, stabilnya harga ikan tidak lepas dari kesiapan pasokan hasil perikanan budidaya di berbagai daerah. KKP telah mendorong optimalisasi produksi, distribusi yang lebih merata, serta penguatan sentra-sentra budidaya untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi selama periode libur panjang Lebaran.

“Insya Allah stok ikan dari hasil budidaya akan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga Lebaran nanti,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, KKP optimistis sektor perikanan tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga pangan nasional, tetapi juga berkontribusi dalam menahan laju inflasi, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan sumber protein hewani yang terjangkau selama momentum keagamaan besar di awal 2026.