Luno Blokir Transfer Kripto bagi Sebagian Pengguna Jelang Batas Waktu Pencairan Dana pada Agustus
Platform perdagangan aset kripto Luno telah menghentikan fitur transfer aset kripto ke dompet (wallet) atau bursa lain bagi pelanggan yang terdampak kebijakan penghentian layanan di sejumlah wilayah. Dengan ditutupnya opsi tersebut, pengguna kini hanya bisa menjual aset kripto mereka menjadi mata uang fiat dan menarik dana ke rekening bank sebelum 31 Agustus 2026. Setelah itu, akun akan ditutup mulai 1 September 2026.
Pembatasan layanan dilakukan secara bertahap. Sejak 1 Juni 2026, Luno telah menonaktifkan fitur deposit, pembelian aset kripto, serta penerimaan transfer kripto bagi pelanggan yang terdampak. Hingga 29 Juni 2026, pengguna masih dapat mengirim aset kripto ke wallet pribadi atau bursa lain. Namun, setelah tenggat tersebut berakhir, fitur transfer keluar juga dihentikan.
Artinya, pelanggan yang belum memindahkan aset kripto mereka kini tidak lagi dapat mempertahankan kepemilikan aset dengan memindahkannya ke platform lain. Satu-satunya cara untuk mencairkan dana melalui proses normal adalah menjual aset kripto menjadi fiat, lalu melakukan penarikan ke rekening bank.
Luno belum mengungkapkan wilayah mana saja yang terdampak maupun jumlah pengguna yang menerima pemberitahuan tersebut. Di halaman daftar negara yang didukung, Luno masih mencantumkan Kenya, Nigeria, Afrika Selatan, Indonesia, dan Malaysia sebagai pasar yang didukung, sementara terdapat 33 negara yang masuk dalam daftar tidak didukung. Meski demikian, perusahaan belum menjelaskan wilayah mana yang menjadi bagian dari penghentian layanan ini.
Pengguna juga perlu memperhatikan saldo yang tersisa di akun. Saldo dengan nilai di bawah US$10 tidak dapat ditarik karena berada di bawah batas minimum penarikan. Luno menyatakan dana tersebut akan tetap tersimpan setelah akun ditutup.
Sementara itu, pelanggan yang memiliki saldo di atas US$10 masih dapat mengajukan penarikan manual setelah akun ditutup. Untuk melakukannya, mereka harus menghubungi layanan pelanggan serta memberikan informasi rekening bank yang telah diverifikasi atau rekening koran terbaru. Proses penarikan manual diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima hari kerja.
Namun, proses penarikan manual tidak membuat akun kembali aktif. Fitur jual aset kripto dan penarikan dana secara normal akan berakhir pada 31 Agustus 2026, sedangkan akses ke wallet Luno akan dihentikan sehari setelahnya.
Luno juga akan mulai mengenakan biaya terhadap dana yang masih tersisa di akun. Mulai September 2026, saldo yang belum ditarik dapat dikenakan biaya tidak aktif sebesar US$2 per bulan. Selanjutnya, mulai Desember 2026, akan diberlakukan biaya dormansi tambahan sebesar US$50 per bulan, sehingga total biaya menjadi US$52 per bulan selama dana masih tersimpan di akun. Hingga saat ini, Luno belum memastikan apakah skema biaya tersebut berlaku sama di seluruh wilayah yang terdampak.
Menurut Luno, keputusan menghentikan layanan di wilayah tertentu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk lebih fokus pada pasar utama di Afrika dan Asia Tenggara. Perusahaan juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan masalah solvabilitas, insiden keamanan, maupun perintah khusus dari regulator. Bagi pelanggan yang terdampak, kesempatan terakhir untuk mencairkan dana melalui penjualan aset kripto dan penarikan ke rekening bank adalah 31 Agustus 2026.
0 Comments