Ray Dalio Peringatkan Saham AI Berpotensi Anjlok 80%, Apa Dampaknya bagi Kripto?
Ray Dalio Peringatkan Bubble Saham AI, Pasar Kripto Juga Berpotensi Terdampak
Investor legendaris Ray Dalio kembali mengeluarkan peringatan mengenai tingginya valuasi saham perusahaan kecerdasan buatan (AI). Menurut pendiri Bridgewater Associates tersebut, saham-saham AI masih berpotensi anjlok hingga 80%, meskipun teknologi AI berhasil mengubah berbagai industri di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Dalio dalam wawancara dengan My First Million pada Juli 2026. Peringatan ini muncul di tengah tingginya antusiasme investor terhadap AI, termasuk di pasar kripto yang belakangan ikut terdorong oleh narasi perkembangan teknologi tersebut.
Dalio mengatakan bahwa dalam periode gelembung aset (bubble), bahkan perusahaan paling sukses sekalipun dapat kehilangan sekitar 80% nilai pasarnya. Menurutnya, kemajuan teknologi memang mampu menarik investasi dalam jumlah besar. Namun, tingginya ekspektasi pasar tidak selalu berujung pada keuntungan bagi investor.
Ia menjelaskan bahwa banyak saham AI saat ini diperdagangkan pada valuasi yang sudah sangat tinggi. Selain itu, semakin banyak perusahaan yang masuk ke sektor AI sehingga persaingan semakin ketat. Kondisi tersebut membuat saham-saham AI rentan mengalami koreksi tajam apabila ekspektasi pertumbuhan tidak sesuai harapan pasar.
Apa yang Bisa Memicu Bubble Pecah?
Dalio menilai gelembung pasar biasanya mulai pecah ketika investor membutuhkan likuiditas dan mulai menjual aset mereka. Kondisi itu umumnya dipicu oleh kenaikan suku bunga, kebijakan moneter yang lebih ketat, atau kebijakan pemerintah seperti kenaikan pajak.
Berdasarkan indikator bubble yang dikembangkannya, kondisi pasar saat ini telah mencapai sekitar 75% dari level ekstrem yang terjadi sebelum Depresi Besar 1929 dan gelembung dot-com pada tahun 2000. Artinya, pasar belum mencapai puncak gelembung, tetapi sudah memasuki zona yang perlu diwaspadai.
Jika bank sentral kembali memperketat kebijakan moneternya untuk mengendalikan inflasi, likuiditas di pasar dapat berkurang. Hal tersebut berpotensi memicu koreksi besar pada aset-aset berisiko, termasuk saham AI.
Pasar Kripto Menghadapi Risiko Serupa
Menurut Dalio, kondisi serupa juga mulai terlihat di pasar aset kripto. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak token yang berkaitan dengan narasi AI mengalami kenaikan harga yang sangat cepat karena meningkatnya minat investor.
Sebagai contoh, harga Sui sempat melonjak sekitar 18% setelah adanya peningkatan permintaan staking dari investor institusi serta kerja sama dengan perusahaan fintech. Lonjakan tersebut menunjukkan bagaimana sentimen positif dapat mendorong harga aset naik lebih cepat dibandingkan perkembangan fundamental proyek.
Selain itu, sektor tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets atau RWA) juga terus berkembang. Nilai aset RWA yang telah ditokenisasi kini telah melampaui US$20 miliar. Meski perkembangan ini menunjukkan semakin matangnya industri aset digital, Dalio mengingatkan bahwa arus modal tersebut juga dapat keluar dengan cepat apabila kondisi makroekonomi memburuk.
Fenomena serupa juga terlihat pada sejumlah altcoin yang mencatat kenaikan puluhan persen hanya dalam waktu satu pekan. Menurut Dalio, lonjakan harga yang terlalu cepat sering kali menjadi salah satu tanda pasar sedang berada dalam fase spekulatif.
Investor Perlu Tetap Waspada
Dalio sebelumnya dikenal berhasil memperingatkan gelembung dot-com dan krisis keuangan global 2008. Karena itu, pandangannya mengenai kondisi pasar saat ini menjadi perhatian banyak investor.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memastikan kapan koreksi besar akan terjadi. Pasar kripto sendiri telah beberapa kali mampu bertahan dari berbagai gejolak ekonomi global, terutama dengan semakin besarnya keterlibatan investor institusi.
Namun, jika bank sentral kembali menaikkan suku bunga atau memperketat kebijakan moneternya, baik saham AI maupun aset kripto yang mendapat dorongan dari narasi AI berpotensi mengalami tekanan besar. Dalam kondisi tersebut, berbagai aset berisiko bisa kehilangan sebagian besar kenaikan harganya dalam waktu singkat.
0 Comments