Ripple Gandeng Robinhood, RLUSD Tembus Kapitalisasi Pasar US$2,5 Miliar
Ripple menjalin kerja sama dengan Robinhood untuk memperluas penggunaan stablecoin RLUSD dalam layanan penyelesaian transaksi, pengelolaan kas, dan pembiayaan bagi klien institusional. Melalui kemitraan ini, RLUSD akan hadir di Robinhood Chain dan platform perdagangan kripto Bitstamp.
RLUSD juga direncanakan masuk ke aplikasi perdagangan utama Robinhood pada akhir 2026. Namun, hingga saat ini, kedua perusahaan belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran maupun volume transaksi yang ditargetkan.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis Ripple untuk memperkuat posisi RLUSD di pasar stablecoin, yang saat ini masih didominasi oleh Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) milik Circle.
Kapitalisasi Pasar RLUSD Tembus US$2,5 Miliar
Ripple melaporkan bahwa kapitalisasi pasar RLUSD telah melampaui US$2,5 miliar. Pencapaian ini diraih sekitar 22 bulan setelah stablecoin tersebut diluncurkan pada Desember 2024.
RLUSD merupakan stablecoin yang nilainya dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Aset kripto ini dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pembayaran, penyelesaian transaksi, dan aktivitas pasar keuangan.
Melalui kerja sama dengan Robinhood dan Bitstamp, Ripple berupaya memperluas pemanfaatan RLUSD, terutama di kalangan perusahaan dan lembaga keuangan.
Pasar stablecoin sendiri memiliki persaingan ketat. USDT dan USDC masih menjadi pemain utama dengan gabungan kapitalisasi pasar lebih dari US$300 miliar.
Karena itu, Ripple berupaya meningkatkan daya saing RLUSD melalui integrasi dengan infrastruktur perdagangan dan layanan keuangan institusional.
RLUSD Hadir di Robinhood Chain dan Bitstamp
Dalam kemitraan ini, RLUSD akan tersedia di Robinhood Chain untuk mendukung transaksi berbasis blockchain. Sementara itu, Bitstamp akan mengintegrasikan RLUSD untuk kebutuhan penyelesaian transaksi institusional melalui XRP Ledger (XRPL).
Integrasi tersebut memungkinkan RLUSD dimanfaatkan dalam aktivitas keuangan yang membutuhkan penyelesaian transaksi digital.
Akses perdagangan RLUSD bagi pengguna ritel melalui aplikasi utama Robinhood direncanakan menyusul pada akhir tahun ini. Namun, belum ada jadwal resmi yang diumumkan.
Bitstamp, yang dikenal sebagai salah satu bursa kripto tertua di dunia, memiliki aktivitas perdagangan institusional yang dapat menjadi jalur distribusi bagi RLUSD.
Dengan dukungan tersebut, Ripple berharap penggunaan RLUSD tidak hanya terbatas pada perdagangan aset kripto, tetapi juga berkembang dalam layanan pembayaran dan pengelolaan likuiditas.
Ripple Treasury dan Ripple Prime Dukung Layanan Institusional
Kemitraan Ripple dan Robinhood juga mencakup pemanfaatan layanan keuangan institusional milik Ripple.
Ripple Treasury akan mendukung pengelolaan kas internal Robinhood. Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola dana, mengoptimalkan transaksi antarentitas, serta mengurangi kebutuhan perpindahan uang secara langsung.
Sementara itu, Ripple Prime akan menyediakan dukungan untuk aktivitas perdagangan institusional, pembiayaan margin, dan layanan terkait lainnya.
Johann Kerbrat, kepala Robinhood Crypto, menyampaikan bahwa Robinhood dan Bitstamp akan menggunakan RLUSD dalam berbagai skenario penyelesaian transaksi.
Integrasi tersebut diharapkan dapat menghubungkan layanan pembayaran, pengelolaan kas, perdagangan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem keuangan.
Ripple Prime sebelumnya telah menyediakan layanan pinjaman, pembiayaan margin, dan perdagangan spot bagi Bitstamp. Layanan tersebut mencakup sekitar 20 aset digital, dengan rencana penambahan perdagangan perpetual futures.
Ripple mengakuisisi bisnis yang sebelumnya dikenal sebagai Hidden Road senilai US$1,25 miliar pada April 2025. Sementara itu, Robinhood menyelesaikan akuisisi Bitstamp senilai sekitar US$200 juta pada Juni 2025.
Persaingan Stablecoin Institusional Semakin Ketat
Pengembangan RLUSD berlangsung ketika perusahaan kripto berlomba memperluas penggunaan stablecoin dalam sistem pembayaran dan layanan keuangan.
USDT dan USDC telah banyak digunakan untuk transfer digital, penyelesaian transaksi, serta pengelolaan likuiditas. Ripple ingin mengambil bagian dari pasar tersebut melalui pendekatan yang berfokus pada kebutuhan institusi.
Di sisi lain, Circle juga memperluas layanan pembayaran institusional melalui Circle Payments Network, yang mendukung transfer menggunakan USDC dan aset digital lainnya.
Persaingan ini menunjukkan bahwa stablecoin semakin dipandang sebagai infrastruktur keuangan, bukan sekadar aset untuk perdagangan kripto.
Ripple juga memiliki layanan pembayaran lintas negara yang mendukung pemanfaatan aset digital, termasuk RLUSD dan XRP. Melalui jaringan tersebut, perusahaan berupaya menawarkan alternatif untuk transfer dana lintas batas dan penyelesaian transaksi.
Meski demikian, keberhasilan RLUSD akan bergantung pada tingkat adopsi institusional, likuiditas, serta kemampuan Ripple membangun penggunaan nyata di luar pasar perdagangan kripto.
Harga XRP Bergerak di Sekitar US$1,31
Di tengah pengumuman kemitraan tersebut, harga XRP dilaporkan bergerak relatif stabil di sekitar US$1,31 dalam periode 24 jam.
Dari sisi analisis teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik empat jam berada di atas level 55. Kondisi ini menunjukkan momentum harga yang mulai membaik.
Namun, indikator Supertrend masih memberikan sinyal bearish di sekitar US$1,33. Selain itu, garis tren menurun menjadi area resistensi berikutnya di sekitar US$1,35.
Pada sisi bawah, level US$1,28 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Jika XRP mampu menembus resistensi US$1,35, harga berpotensi menguji kisaran US$1,38 hingga US$1,40.
Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus support US$1,28, XRP berisiko mengalami pelemahan lebih lanjut.
Level teknikal tersebut merupakan acuan berdasarkan kondisi pasar yang dilaporkan dan bukan jaminan pergerakan harga selanjutnya.
Kemitraan RLUSD Tidak Berarti Robinhood Membeli XRP
Salah satu hal penting dari kerja sama ini adalah fokus integrasi pada RLUSD untuk penyelesaian transaksi institusional, termasuk melalui XRP Ledger.
Dengan demikian, kemitraan tersebut tidak secara langsung berarti Robinhood melakukan pembelian XRP atau menjadikan XRP sebagai aset utama dalam seluruh transaksi RLUSD.
RLUSD dan XRP memiliki fungsi berbeda. RLUSD dirancang untuk mempertahankan nilai yang dipatok terhadap dolar AS, sedangkan XRP merupakan aset digital yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas di ekosistem XRP Ledger.
Hingga kini, Ripple dan Robinhood belum mengungkapkan target volume transaksi maupun jadwal operasional terperinci untuk setiap layanan yang direncanakan.
Kesimpulan
Kerja sama Ripple dan Robinhood menjadi langkah penting dalam memperluas penggunaan RLUSD di sektor keuangan institusional. Dengan integrasi di Robinhood Chain, Bitstamp, serta dukungan layanan Ripple Treasury dan Ripple Prime, RLUSD berpeluang memperluas pemanfaatannya dalam pembayaran, penyelesaian transaksi, dan pengelolaan kas.
Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap adopsi RLUSD maupun harga XRP masih bergantung pada realisasi integrasi, volume transaksi, dan respons pasar. Investor perlu membedakan perkembangan bisnis RLUSD dari pergerakan harga XRP karena keduanya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.
0 Comments