Saham SpaceX (SPCX) Melonjak 16% Setelah Analis Menaikkan Peringkat dan Kinerja Q2 Solid

Saham SpaceX (SPCX) Melonjak 16% Setelah Analis Menaikkan Peringkat dan Kinerja Q2 Solid

Saham SpaceX (SPCX) Melonjak 15,8%, Sentimen Pasar Makin Bullish

Saham SpaceX (SPCX) mencatat kenaikan tajam 15,8% pada perdagangan Jumat. Harga SPCX sempat menyentuh level tertinggi harian US$133,48 sebelum ditutup di US$133,11.

Kenaikan ini terjadi setelah analis Argus menaikkan rekomendasi SPCX dari “hold” menjadi “buy” dengan target harga US$160.

Volume perdagangan juga melonjak sekitar 110% di atas rata-rata, dengan sekitar 237 juta saham berpindah tangan.

Pergerakan tersebut menjadi sinyal positif setelah SPCX sebelumnya berada dalam tekanan. Saham sempat mencetak level terendah baru pada Senin sebelum laporan keuangan dirilis dan bergerak di sekitar US$110 sejak akhir Juli.

Lonjakan pada Jumat akhirnya mendorong SPCX melakukan breakout dan mengakhiri tekanan bearish yang sebelumnya membayangi saham.

Kinerja Q2 SpaceX Lebih Baik dari Ekspektasi

Sentimen positif juga didukung oleh laporan keuangan kuartal II SpaceX yang dirilis pada Selasa.

Pendapatan perusahaan mencapai US$7,81 miliar, naik 91,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kerugian per saham hanya mencapai US$0,09. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi Wall Street yang memperkirakan kerugian US$0,26 per saham.

Kinerja ini memperkuat optimisme investor terhadap prospek bisnis SpaceX, terutama di sektor AI dan konektivitas.

Bisnis AI SpaceX Jadi Katalis Utama

Salah satu katalis terbesar bagi SPCX adalah pertumbuhan bisnis AI cloud infrastructure.

SpaceX mengumumkan kontrak infrastruktur AI cloud dengan nilai total hingga US$20,8 miliar selama kuartal tersebut. Salah satu kesepakatan terbesar mencapai US$6,7 miliar.

Pendapatan dari bisnis yang berkaitan dengan AI juga melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi sekitar US$2,56 miliar.

Perkembangan ini mulai mengubah pandangan analis terhadap SpaceX. Perusahaan kini tidak lagi hanya dilihat sebagai pemain di industri antariksa, tetapi juga sebagai perusahaan besar di sektor space, connectivity, dan AI infrastructure.

Starlink Ikut Mendorong Pertumbuhan

Bisnis Starlink juga menunjukkan performa yang kuat.

Jumlah pelanggan Starlink dilaporkan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 12 juta pengguna. Pendapatan dari pelanggan pemerintah dan sektor komersial juga tetap menunjukkan pertumbuhan.

Sejumlah analis ikut memberikan pandangan positif terhadap SPCX.

Sanford C. Bernstein menetapkan price target US$248, sementara JPMorgan juga menaikkan target harganya.

Dari total 40 analis, konsensus berada di level “Moderate Buy” dengan rata-rata price target US$227,31.

Rinciannya:

  • 2 analis memberikan rating Strong Buy
  • 25 analis memberikan rating Buy
  • 8 analis memberikan rating Hold
  • 5 analis memberikan rating Sell

Aktivitas Options Mulai Menunjukkan Sinyal Bullish

Aktivitas di pasar options juga memperlihatkan perubahan sentimen.

Pada Kamis, sejumlah investor melakukan strategi risk reversal, yaitu menjual put options sambil membeli call options.

Strategi ini biasanya menunjukkan bahwa investor melihat risiko penurunan mulai terbatas dan masih membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan jika harga saham mengalami kenaikan.

Salah satu transaksi melibatkan penjualan put senilai US$12 juta dengan strike price US$90 yang berakhir pada Juni 2027. Investor tersebut juga membeli call senilai US$4,3 juta dengan strike price US$220.

Transaksi lainnya mencakup penjualan put senilai US$3,5 juta dengan strike price US$75 dan pembelian call senilai US$5 juta dengan strike price US$185 untuk Januari 2028.

Pola transaksi tersebut memberikan sinyal bahwa sebagian pelaku pasar mulai bullish terhadap prospek SPCX.

Dari sisi teknikal, RSI 14 hari juga telah mencapai titik terendah pada akhir bulan lalu. Sementara itu, implied volatility turun ke level terendah sejak 30 Juni.

Risiko Tetap Membayangi SPCX

Meski prospek terlihat positif, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko.

SpaceX mengeluarkan sekitar US$18,4 miliar pada kuartal terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar US$15,8 miliar dialokasikan untuk investasi infrastruktur AI.

Perusahaan juga masih mencatat kerugian berdasarkan standar akuntansi GAAP. Selain itu, proyek Terafab senilai US$16,8 miliar masih menghadapi risiko eksekusi.

Investor juga perlu memperhatikan sejumlah jadwal share unlock yang berlangsung hingga Desember. Ketika saham yang sebelumnya terkunci mulai tersedia untuk diperdagangkan, peningkatan supply saham dapat memberikan tekanan terhadap harga.

Untuk tahun fiskal penuh, analis Wall Street memperkirakan SpaceX masih akan mencatat kerugian sekitar US$0,64 per saham.

Secara keseluruhan, lonjakan SPCX menunjukkan bahwa sentimen investor mulai kembali bullish, terutama karena pertumbuhan bisnis AI, Starlink, dan hasil keuangan yang melampaui ekspektasi.

Namun, tingginya belanja investasi, kerugian perusahaan, proyek Terafab, serta potensi tekanan dari share unlock tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan sebelum tren bullish SPCX dapat dianggap berkelanjutan.