Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Sengketa Tagihan Pajak Ratusan Miliar Rupiah
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Tagihan Pajak Rp162 Miliar, Ini Duduk Perkaranya
Aktor sekaligus member ASTRO, Cha Eun Woo, kembali menjadi sorotan setelah mengajukan banding terkait tagihan pajak yang dikenakan kepadanya oleh otoritas pajak Korea Selatan. Langkah hukum tersebut dilakukan meski Cha Eun Woo sebelumnya telah membayar sekitar 13 miliar won, atau sekitar Rp162,4 miliar, yang menjadi kewajibannya berdasarkan penetapan pajak.
Pada Sabtu (2/8/2026), agensi Cha Eun Woo, Fantagio, mengonfirmasi bahwa sang aktor telah mengajukan permohonan ke Tax Tribunal atau Pengadilan Pajak Korea Selatan untuk meminta peninjauan terhadap penetapan pajak tersebut.
Fantagio menyatakan bahwa pengajuan banding dilakukan melalui prosedur hukum yang tersedia untuk mendapatkan penilaian pajak yang dianggap tepat. Agensi juga menegaskan bahwa karena proses tersebut masih berlangsung, pihaknya belum dapat memberikan penjelasan mengenai rincian perkara.
“Cha Eun Woo telah mengajukan banding sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku untuk memperoleh penetapan pajak yang tepat. Karena proses ini masih berlangsung, kami tidak dapat membagikan rincian lebih lanjut,” demikian pernyataan Fantagio.
Sudah Membayar 13 Miliar Won, tetapi Tetap Mengajukan Banding
Pengajuan banding Cha Eun Woo menjadi perhatian karena dilakukan setelah dirinya membayar tagihan pajak dalam jumlah sangat besar.
Laporan terbaru menyebut jumlah yang telah dibayarkan mencapai sekitar 13 miliar won. Jumlah tersebut berbeda dengan angka lebih dari 20 miliar won yang ramai diberitakan ketika kasus ini pertama kali muncul pada Januari 2026. Laporan awal menyebut Cha Eun Woo menghadapi reassessment pajak lebih dari 20 miliar won setelah pemeriksaan oleh National Tax Service (NTS).
Dengan perkembangan tersebut, penting untuk membedakan antara angka yang diberitakan pada tahap awal pemeriksaan dan jumlah kewajiban yang akhirnya dibayarkan.
Pembayaran pajak juga tidak secara otomatis berarti Cha Eun Woo mengakui seluruh dasar penetapan pajak tersebut. Dalam konteks sengketa pajak, seseorang tetap dapat membayar kewajiban yang ditetapkan sambil menggunakan jalur administratif atau hukum untuk meminta pemeriksaan kembali atas perhitungan maupun dasar penetapannya.
Karena itu, pengajuan banding Cha Eun Woo saat ini lebih tepat dipahami sebagai sengketa atas penetapan pajak, sementara hasil akhirnya masih menunggu keputusan otoritas yang berwenang.
Berawal dari Pemeriksaan Pajak pada 2025
Kontroversi tersebut bermula dari pemeriksaan pajak yang dilakukan terhadap Cha Eun Woo sebelum dirinya menjalani wajib militer pada 2025.
Sejumlah laporan Korea menyebut pemeriksaan tersebut berkaitan dengan struktur pendapatan Cha Eun Woo dan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibunya. Perusahaan tersebut disebut memiliki hubungan dengan aktivitas hiburan sang artis.
Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, perusahaan tersebut membuat perjanjian layanan dengan Fantagio berkaitan dengan aktivitas Cha Eun Woo. Pendapatan yang berkaitan dengan kegiatan sang artis kemudian disebut dibagi melalui beberapa pihak, termasuk Cha Eun Woo secara pribadi dan perusahaan tersebut.
NTS dilaporkan mempertanyakan apakah perusahaan tersebut benar-benar memberikan layanan yang substansial atau justru berfungsi sebagai perusahaan yang hanya digunakan untuk menyalurkan pendapatan.
Dalam laporan media Korea, perusahaan tersebut kemudian disebut sebagai “paper company” oleh otoritas pajak. NTS dilaporkan menilai struktur tersebut dapat menyebabkan pendapatan yang seharusnya dikenakan pajak penghasilan pribadi justru dikenakan melalui mekanisme pajak perusahaan.
Mengapa Struktur Pajak Menjadi Persoalan?
Persoalan utama dalam kasus ini bukan sekadar berapa besar pajak yang harus dibayar, tetapi juga bagaimana pendapatan Cha Eun Woo dikategorikan dan melalui entitas mana pendapatan tersebut dikenakan pajak.
Laporan sebelumnya menyebut pajak penghasilan individu di Korea Selatan dapat mencapai tarif sekitar 45 persen, sedangkan tarif pajak perusahaan pada tingkat tertentu lebih rendah. Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa struktur perusahaan yang digunakan untuk menerima pendapatan artis mendapat perhatian dari otoritas pajak.
NTS dilaporkan menilai perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo tidak memberikan layanan hiburan yang cukup nyata untuk membenarkan sebagian struktur pendapatan tersebut.
Namun, penilaian tersebut masih menjadi bagian dari sengketa yang kini dibawa ke jalur banding. Oleh sebab itu, publik sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa Cha Eun Woo telah terbukti melakukan penggelapan pajak.
Angka 20 Miliar Won Sempat Mengemuka
Ketika kasus ini pertama kali mencuat pada Januari 2026, sejumlah media Korea memberitakan bahwa Cha Eun Woo menerima pemberitahuan mengenai reassessment pajak lebih dari 20 miliar won, atau sekitar Rp200-an miliar jika dikonversikan berdasarkan kurs yang berbeda.
Beberapa laporan bahkan menyebut angka tersebut sebagai salah satu, atau yang terbesar, dalam kasus reassessment pajak yang melibatkan seorang entertainer Korea Selatan.
Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa jumlah yang akhirnya dibayarkan Cha Eun Woo dilaporkan sekitar 13 miliar won.
Perbedaan angka ini penting untuk dijelaskan agar tidak menimbulkan kesan bahwa Cha Eun Woo saat ini masih memiliki tagihan sebesar 20 miliar won. Angka tersebut merupakan angka yang muncul dalam pemberitaan mengenai reassessment pada tahap awal, sedangkan pembayaran yang dilaporkan kemudian berada di kisaran 13 miliar won.
Cha Eun Woo Sebelumnya Menyatakan Akan Mengikuti Prosedur Hukum
Saat kontroversi pajak pertama kali mencuat, pihak Cha Eun Woo dan Fantagio menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas terkait.
Fantagio sebelumnya menyatakan bahwa pihak agensi dan artis akan mengikuti proses pemeriksaan serta melakukan klarifikasi sesuai prosedur hukum. Agensi juga meminta publik menghindari spekulasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Cha Eun Woo juga dilaporkan menyampaikan bahwa dirinya akan memenuhi kewajiban perpajakan dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
Sikap tersebut kemudian berlanjut dengan pembayaran tagihan pajak yang dilaporkan mencapai 13 miliar won. Setelah itu, Cha Eun Woo mengambil langkah lebih lanjut dengan mengajukan banding ke Tax Tribunal.
Apa Arti Pengajuan Banding Ini?
Pengajuan ke Tax Tribunal berarti Cha Eun Woo meminta agar penetapan pajak tersebut ditinjau kembali melalui mekanisme yang tersedia dalam sistem perpajakan Korea Selatan.
Dengan kata lain, pembayaran pajak dan pengajuan banding tidak harus dipandang sebagai dua tindakan yang bertentangan. Seseorang dapat memenuhi kewajiban pembayaran yang telah ditetapkan sambil tetap meminta pemeriksaan terhadap apakah jumlah atau dasar pengenaan pajak tersebut sudah benar.
Dalam kasus Cha Eun Woo, hasil proses banding akan menjadi penting karena dapat menentukan apakah penetapan pajak sebelumnya tetap dipertahankan, disesuaikan, atau dibatalkan sebagian maupun seluruhnya.
Untuk saat ini, belum ada keputusan final dari Tax Tribunal yang menyatakan bahwa Cha Eun Woo terbukti melakukan pelanggaran pajak secara pidana.
Status Kasus Masih Menunggu Keputusan
Kasus ini juga perlu dilihat secara hati-hati karena istilah “penggelapan pajak” dan “reassessment atau penetapan kembali pajak” tidak selalu memiliki arti hukum yang sama.
Sejumlah pemberitaan menggunakan istilah dugaan penghindaran atau penggelapan pajak ketika menjelaskan pemeriksaan terhadap struktur perusahaan tersebut. Namun, informasi yang tersedia mengenai perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sengketa Cha Eun Woo kini berada pada tahap banding terhadap penetapan pajak.
Artinya, belum tepat untuk menyatakan sebagai fakta final bahwa Cha Eun Woo telah terbukti melakukan penggelapan pajak.
Laporan Korea JoongAng Daily pada Januari 2026 juga menggambarkan persoalan tersebut sebagai dugaan penghindaran pajak yang berkaitan dengan perusahaan yang didirikan atas nama ibunya, sementara proses administratif dan pemeriksaan masih berjalan.
Perusahaan Milik Ibu Cha Eun Woo Ikut Disorot
Salah satu titik penting dalam perkara ini adalah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo.
Menurut laporan media Korea, perusahaan tersebut bergerak dalam bidang yang berkaitan dengan perencanaan dan dukungan aktivitas hiburan. Namun, NTS dilaporkan mempertanyakan aktivitas sebenarnya dari perusahaan tersebut dan apakah perusahaan benar-benar memberikan layanan sebagaimana tercantum dalam kontrak.
Alamat perusahaan juga sempat menjadi perhatian media Korea. Beberapa laporan menyebut adanya perbedaan informasi mengenai alamat perusahaan dalam sejumlah sistem atau dokumen, sehingga memunculkan pertanyaan tambahan mengenai operasional perusahaan tersebut.
Meski demikian, berbagai informasi tersebut tetap merupakan bagian dari pemberitaan mengenai pemeriksaan dan dugaan yang sedang dipersoalkan, bukan keputusan hukum final yang menyatakan Cha Eun Woo bersalah.
Dampaknya terhadap Karier Cha Eun Woo
Kasus pajak ini mendapat perhatian besar karena Cha Eun Woo merupakan salah satu figur hiburan Korea Selatan yang memiliki basis penggemar internasional.
Selain sebagai member ASTRO, ia dikenal sebagai aktor melalui berbagai proyek drama dan film serta memiliki banyak kontrak komersial. Popularitas tersebut membuat persoalan pajak yang melibatkannya berpotensi memberikan dampak terhadap citra publik dan aktivitas komersialnya.
Ketika kasus pertama kali muncul pada Januari 2026, sejumlah laporan media Korea bahkan menyebut beberapa perusahaan mulai mengurangi atau menghapus materi promosi yang menampilkan Cha Eun Woo. Namun, langkah masing-masing perusahaan tidak selalu berarti pemutusan kontrak dan dapat berkaitan dengan jadwal kampanye atau pertimbangan bisnis lainnya.
Karena itu, dampak jangka panjang terhadap kariernya masih terlalu dini untuk disimpulkan sebelum proses pajak tersebut selesai.
Menunggu Hasil Tax Tribunal
Kini perhatian tertuju pada proses banding yang telah diajukan Cha Eun Woo.
Keputusan Tax Tribunal nantinya akan menjadi perkembangan penting karena dapat memberikan kejelasan mengenai dasar penetapan pajak dan jumlah kewajiban yang sebenarnya harus ditanggung sang artis.
Jika penetapan sebelumnya dinilai benar, kewajiban tersebut dapat tetap berlaku. Sebaliknya, apabila terdapat bagian yang dianggap tidak tepat, keputusan pajak dapat disesuaikan sesuai hasil pemeriksaan.
Untuk saat ini, Fantagio belum memberikan rincian mengenai argumen hukum yang digunakan dalam banding maupun bagian spesifik dari penetapan pajak yang dipersoalkan.
Dengan demikian, publik masih harus menunggu proses resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai apakah Cha Eun Woo memang melakukan pelanggaran pajak atau persoalan tersebut pada akhirnya hanya berkaitan dengan perbedaan interpretasi terhadap struktur dan perlakuan perpajakan.
Yang sudah diketahui adalah bahwa Cha Eun Woo telah membayar sekitar 13 miliar won dalam kewajiban pajak yang diberitakan dan kini menggunakan jalur hukum untuk meminta peninjauan terhadap penetapan tersebut. Proses banding masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.
0 Comments