Samsung Masuki Industri Kripto Korea Selatan Lewat Investasi USD 408 Juta
Tiga afiliasi Samsung resmi membeli 4% saham Dunamu, perusahaan induk dari bursa kripto terbesar di Korea Selatan, Upbit, dengan nilai transaksi mencapai 612,8 miliar won atau sekitar USD 408 juta.
Berdasarkan laporan Korea Herald, Samsung Securities akan mengakuisisi 2% saham Dunamu senilai 306 miliar won melalui transaksi tunai dari afiliasi Kakao. Sementara itu, Samsung Card dan Samsung SDS masing-masing mengambil porsi 1% saham.
Transaksi ini dijadwalkan rampung pada 19 Juni 2026. Dengan penjualan tersebut, Kakao tercatat telah melepas saham Dunamu senilai sekitar USD 1,5 miliar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Sebelumnya, Kakao menjual 6,55% saham Dunamu senilai sekitar 1 triliun won kepada Hana Bank. Setelah itu, perusahaan kembali melepas saham senilai 600 miliar won kepada Hanwha Investment and Securities.
Langkah divestasi ini dilakukan saat Kakao semakin fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui model AI “Kanana” dan kerja sama strategis dengan OpenAI.
Di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung bearish, banyak perusahaan teknologi besar mulai mengalihkan prioritas investasi dari aset digital ke sektor AI yang dinilai lebih menjanjikan.
Samsung sendiri bukan pemain baru di industri kripto. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu telah menghadirkan dompet aset digital sejak 2019 dan terus memperluas eksposurnya di sektor blockchain dan cryptocurrency.
Usai pengumuman transaksi, saham Samsung Securities turun 2,7%, Samsung SDS melemah 5%, sementara Samsung Card naik tipis 0,21%. Saham Kakao juga terkoreksi 1%.
0 Comments