Shiba Inu: Keheningan Shytoshi Kusama di X Berlanjut, Apakah Akan Segera Terjadi Pergerakan Besar?

Shiba Inu: Keheningan Shytoshi Kusama di X Berlanjut, Apakah Akan Segera Terjadi Pergerakan Besar?

Duta utama Shiba Inu, Shytoshi Kusama, masih belum aktif di media sosial. Dalam beberapa minggu terakhir, ia tidak membuat postingan, komentar, atau berinteraksi di platform X (Twitter).

Aktivitas terakhirnya tercatat pada 21 Februari. Sebelumnya, dari akhir Januari hingga pertengahan Februari, ia cukup aktif dan sering membagikan pemikirannya. Namun, periode “menghilang” seperti ini bukan hal baru. Kusama pernah mengatakan bahwa ia memang sering mengambil jeda dari media sosial untuk fokus pada pengembangan diri dan membangun visinya.

Selama masa diam ini, ia sempat mengubah bio di X dengan lokasi bertuliskan “UI bug fixes.” Biasanya, Kusama memberikan petunjuk halus tentang apa yang sedang ia kerjakan lewat perubahan bio. Ini bisa jadi menandakan bahwa ia sedang melakukan perbaikan atau pengembangan, meskipun belum ada detail yang jelas.

Sebelumnya, Kusama juga sempat kembali aktif setelah lama tidak muncul dan mengungkapkan bahwa ia sedang mengerjakan proyek AI independen. Meski begitu, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pengembangan Shiba Inu dan ekosistemnya. Pada Januari, ia menyebut sedang melakukan tahap uji coba (alpha testing) dan penyempurnaan proyek tersebut. Jika progresnya berlanjut, ada kemungkinan ia akan kembali aktif dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Shiba Inu mencatat beberapa pencapaian penting pada bulan Maret. Platform fintech asal AS, OnePay, menambahkan 10 aset kripto baru ke dalam layanannya, termasuk Shiba Inu. Pengguna kini bisa membeli, menjual, dan menyimpan SHIB langsung di aplikasi.

Penambahan ini memungkinkan sekitar 3 juta pengguna tambahan untuk menggunakan SHIB, termasuk untuk pembayaran di toko Walmart.

Selain itu, manajer aset besar T. Rowe Price juga memasukkan SHIB dalam pengajuan ETF kripto mereka. Ini menjadi sinyal bahwa SHIB mulai dilirik oleh institusi keuangan besar.

Terakhir, regulator di AS seperti U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sedang mengatur klasifikasi aset digital. Sejumlah kripto besar, termasuk SHIB, dikategorikan sebagai non-sekuritas.