Standard Chartered Menilai Ethereum masih Berada Jauh di Bawah Nilai Wajarnya di Pasar Kripto
Standard Chartered tetap mempertahankan proyeksi harga Ethereum di level USD 40.000 dalam jangka panjang meski performa ETH terhadap Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir masih mengecewakan. Bank tersebut juga masih optimistis ETH dapat mencapai USD 4.000 dalam jangka pendek.
Dalam laporannya, Standard Chartered menilai Ethereum masih berada dalam kondisi undervalued atau diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Hal ini terlihat dari adanya kesenjangan besar antara harga ETH saat ini dan pertumbuhan aktivitas jaringan Ethereum yang terus meningkat.
Bank tersebut menyoroti bahwa Ethereum masih menjadi blockchain utama yang menopang sebagian besar ekosistem kripto. Aktivitas on-chain di jaringan Ethereum juga terus tumbuh meski harga ETH belum menunjukkan performa signifikan.
Selain itu, Standard Chartered menilai pasar masih belum sepenuhnya menghargai potensi jangka panjang Ethereum, terutama dalam sektor stablecoin, decentralized finance (DeFi), dan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
Menurut analis, dominasi Ethereum di sektor-sektor tersebut dapat membuat jaringan ini menangkap lebih banyak nilai ekonomi seiring berkembangnya industri aset digital global.
Standard Chartered bahkan membandingkan posisi Ethereum saat ini dengan Amazon setelah pecahnya gelembung dot-com pada awal 2000-an. Saat itu, Amazon sempat dianggap undervalued sebelum akhirnya pasar menyadari besarnya potensi bisnis perusahaan tersebut.
Dengan pandangan tersebut, Ethereum dinilai bukan sekadar aset spekulatif, melainkan infrastruktur utama yang dapat menjadi fondasi bagi sistem keuangan digital global di masa depan.
Jika pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi aset terus berlanjut sesuai prediksi, Standard Chartered meyakini valuasi Ethereum berpotensi meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
0 Comments