TD Cowen Turunkan Target Harga Strategy karena Prospek Imbal Hasil Bitcoin Melemah

TD Cowen Turunkan Target Harga Strategy karena Prospek Imbal Hasil Bitcoin Melemah

TD Cowen menurunkan target harga saham Strategy (Nasdaq: MSTR), perusahaan yang dipimpin oleh tokoh Bitcoin Michael Saylor. Target baru dipangkas menjadi US$440 dari sebelumnya US$500. Meski begitu, TD Cowen tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham tersebut.

Menurut TD Cowen, penurunan target harga ini disebabkan oleh tekanan jangka pendek akibat strategi Strategy yang terus melakukan pembelian Bitcoin secara agresif. Perusahaan tetap menambah kepemilikan Bitcoin meskipun harga sedang bergerak datar, sesuai dengan strategi jangka panjang mereka.

Analis menilai Strategy tidak mengendurkan langkahnya di tengah fase harga Bitcoin yang tertekan. Sebaliknya, perusahaan justru memanfaatkan kondisi ini karena menganggap penurunan harga Bitcoin bersifat sementara. Namun, langkah agresif tersebut berdampak pada kinerja jangka pendek, sehingga proyeksi harga saham perlu disesuaikan.

Meski target harga diturunkan, analis menilai Strategy masih menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur Bitcoin melalui saham perusahaan publik. Mereka mencatat bahwa saham Strategy sempat mendekati kondisi tanpa premi terhadap nilai aset Bitcoin yang dimiliki, tetapi perusahaan tetap melanjutkan strategi akumulasi.

Pada pekan yang berakhir 11 Januari, Strategy berhasil menghimpun dana sekitar US$1,25 miliar melalui penerbitan saham biasa dan saham preferen berbunga variabel yang disebut Stretch. Hampir seluruh dana tersebut digunakan untuk membeli sekitar 13.600 Bitcoin tambahan.

Michael Saylor juga menolak penilaian perusahaan yang hanya berfokus pada net asset value (NAV). Dalam wawancara terbaru, ia menyebut pendekatan tersebut terlalu sempit dan tidak mencerminkan nilai yang diciptakan oleh aktivitas operasional Strategy.

Analis menilai langkah Strategy mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam struktur pasar Bitcoin. Saat ini, Bitcoin semakin didukung oleh kehadiran ETF spot yang teregulasi, pasar derivatif institusional yang lebih dalam, serta strategi lindung nilai yang lebih sistematis. Kondisi ini mengurangi dominasi perdagangan spekulatif dan meningkatkan likuiditas pasar.

Keterlibatan institusi yang lebih besar dinilai dapat membantu menstabilkan pasar Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, risiko seperti faktor makroekonomi global dan kejutan likuiditas masih tetap ada. Oleh karena itu, volatilitas Bitcoin diperkirakan dapat menurun, tetapi tidak akan hilang sepenuhnya.

Di sisi lain, ekosistem Bitcoin masih terus berkembang. Para analis menilai masih diperlukan berbagai infrastruktur tambahan agar Bitcoin dapat berfungsi optimal sebagai sistem keuangan global. Salah satu contohnya adalah pertumbuhan BTCFi, yaitu layanan keuangan terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Bitcoin.

Ke depan, partisipasi institusi diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin selarasnya regulasi kripto dengan sistem keuangan tradisional. Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa harga Bitcoin tidak selalu naik. Untuk mencapai stabilitas jangka panjang, Bitcoin masih membutuhkan penerimaan yang lebih luas dari pemerintah sebagai alternatif aset lindung nilai seperti emas.