VP Coinbase: Ada “Cacat Fatal” dalam RUU Kripto Senat, Dukungan Ditarik Mendadak
Coinbase menarik dukungannya terhadap rancangan undang-undang Senat AS yang mengatur struktur pasar kripto. Perusahaan menilai aturan tersebut justru bisa merugikan pengguna kripto sehari-hari, terutama karena berpotensi melarang program reward dan membatasi fleksibilitas regulator pasar modal AS.
Wakil Presiden Kebijakan AS Coinbase, Kara Calvert, mengatakan perusahaan menemukan “masalah serius” dalam draf aturan tersebut hanya beberapa jam sebelum pembahasan resmi dilakukan. Salah satu poin paling bermasalah adalah ketentuan yang secara tidak langsung menghapus reward bagi pengguna yang menyimpan saldo kripto. Menurut Calvert, hal ini akan membuat penggunaan kripto menjadi kurang terjangkau bagi masyarakat umum.
Coinbase juga khawatir terhadap pasal yang dapat membatasi kewenangan Securities and Exchange Commission (SEC) dalam memberikan pengecualian regulasi. Kewenangan ini selama ini penting agar teknologi baru di sektor kripto dapat berkembang tanpa langsung terhambat aturan lama.
Selain itu, Calvert menilai proses penyusunan RUU ini terlalu terburu-buru. Draf final baru beredar kurang dari 24 jam sebelum dibahas, sehingga hampir tidak ada waktu untuk memperbaiki enam amendemen yang dinilai justru akan memperburuk isi aturan tersebut.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara perbankan konvensional dan pelaku industri kripto. Bank-bank menilai reward dari stablecoin dapat mengganggu dana simpanan perbankan. Namun, Coinbase menolak anggapan tersebut.
Penasihat hukum Veda Labs, TuongVy Le, menyebut perdebatan soal imbal hasil stablecoin justru mengabaikan gambaran besar. Ia menilai saat ini konsumen semakin menuntut nilai lebih dari uang yang mereka miliki, seiring perubahan paradigma layanan keuangan.
Menanggapi keputusannya menarik dukungan, Calvert mengatakan bahwa mendukung regulasi yang buruk hanya akan merugikan industri kripto dan masyarakat luas. Menurutnya, tekanan politik yang tinggi tidak seharusnya memaksa pelaku industri menerima aturan yang tidak berpihak pada konsumen.
Meski demikian, pelaku industri masih optimistis regulasi kripto dapat kembali ke jalur yang tepat. Calvert menilai RUU tersebut masih bisa diperbaiki dan mengapresiasi draf terpisah dari Komite Pertanian AS yang memberikan kewenangan lebih jelas kepada CFTC untuk mengawasi pasar spot kripto.
Kini, perhatian tertuju pada apakah regulasi kripto tersebut dapat disahkan sebelum pemilu paruh waktu AS tahun 2026.
0 Comments