xAI Menang Sementara, Pengadilan Blokir Penegakan UU AI Nude Image Minnesota

xAI Menang Sementara, Pengadilan Blokir Penegakan UU AI Nude Image Minnesota

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, mendapat kemenangan sementara dalam sengketa hukum dengan negara bagian Minnesota, Amerika Serikat. Pengadilan banding federal untuk Sirkuit ke-8 menangguhkan sementara penegakan undang-undang yang mengatur pembuatan gambar telanjang menggunakan AI tanpa persetujuan.

Keputusan tersebut dikeluarkan sekitar 2 Oktober 2026. Namun, putusan ini belum berarti xAI memenangkan perkara secara keseluruhan.

Pengadilan hanya menghentikan sementara penerapan HF 1606 selama proses gugatan konstitusional xAI masih berlangsung.

Pengadilan Tunda Penegakan HF 1606

HF 1606 merupakan aturan Minnesota yang secara khusus menyasar praktik yang dikenal sebagai nudification.

Praktik tersebut terjadi ketika foto asli seseorang yang dapat dikenali dimasukkan ke dalam alat AI, kemudian digunakan untuk menghasilkan gambar atau video yang menampilkan bagian tubuh intim orang tersebut tanpa persetujuannya.

Undang-undang Minnesota melarang pembuatan konten semacam itu dari foto asli tanpa persetujuan orang yang menjadi objek gambar.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai denda perdata hingga US$500.000 untuk setiap kejadian.

HF 1606 disahkan pada 7 Mei 2026 dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

xAI kemudian menggugat Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison sekitar 27 Juli 2026, hanya beberapa hari sebelum aturan tersebut mulai berlaku.

Gugatan xAI Sempat Ditolak Pengadilan

Sebelum mendapatkan penangguhan dari pengadilan banding, xAI telah dua kali meminta pengadilan tingkat bawah untuk menghentikan penerapan aturan tersebut.

Pada 31 Juli 2026, seorang hakim federal menolak permintaan xAI untuk mendapatkan temporary restraining order atau perintah pembatasan sementara. Penolakan itu terjadi hanya satu hari sebelum HF 1606 mulai berlaku.

Kemudian, pada 4 September 2026, pengadilan distrik juga menolak permintaan xAI untuk mendapatkan preliminary injunction.

Salah satu pertimbangan yang disebutkan pengadilan adalah keterlambatan xAI dalam mengajukan gugatan.

Kini, keputusan dari Pengadilan Banding Sirkuit ke-8 memberikan penangguhan yang sebelumnya tidak diperoleh xAI di pengadilan tingkat bawah.

xAI Persoalkan Aturan AI di Bawah Amandemen Pertama

Dalam gugatannya, xAI berpendapat bahwa HF 1606 memiliki cakupan yang terlalu luas.

Perusahaan tersebut menilai aturan itu berpotensi membatasi bentuk ekspresi yang dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat, bukan hanya konten berbahaya yang menjadi sasaran utama legislasi.

Menurut argumen xAI, aturan tersebut dapat berdampak pada penggunaan AI untuk seni, parodi, maupun gambar yang dibuat berdasarkan persetujuan.

Di sisi lain, pendukung HF 1606 menilai aturan tersebut diperlukan untuk mengatasi risiko nyata dari penyalahgunaan teknologi AI.

Salah satu kekhawatiran utama adalah meningkatnya kemudahan membuat gambar intim tanpa persetujuan, termasuk konten yang dapat berkaitan dengan eksploitasi seksual anak.

HF 1606 sendiri disahkan dengan dukungan yang sangat besar di legislatif Minnesota, dengan hasil pemungutan suara 197-1.

Grok Imagine Disebut Memiliki Pengamanan

Kasus ini juga berkaitan dengan produk AI milik xAI, termasuk Grok Imagine.

Berdasarkan temuan penelitian yang dikutip dalam perkara tersebut, Grok Imagine telah menerapkan sejumlah pengamanan untuk mencegah pembuatan gambar nudifikasi tanpa izin.

Namun, keberadaan fitur keamanan tersebut tidak menghilangkan sengketa hukum mengenai apakah pemerintah negara bagian dapat memberlakukan aturan yang secara langsung mengatur pembuatan konten AI.

Mengapa Kasus xAI dan Minnesota Penting?

HF 1606 menjadi perhatian karena Minnesota mencoba mengatur tahap pembuatan konten AI, bukan hanya penyebaran atau distribusi gambar intim.

Sebagian aturan yang sudah ada terkait gambar intim tanpa persetujuan lebih banyak berfokus pada tindakan membagikan atau menyebarkan konten tersebut.

Sementara itu, HF 1606 juga menyasar tindakan menghasilkan konten tersebut menggunakan teknologi AI.

Perbedaan ini membuat kasus X.AI LLC v. Keith Ellison berpotensi menjadi perkara penting dalam perkembangan regulasi AI di Amerika Serikat.

Perkara tersebut tercatat dengan nomor 26-2806 di Pengadilan Banding Sirkuit ke-8 dan 0:26-cv-03425 di pengadilan distrik.

xAI Baru Mendapat Penangguhan, Bukan Kemenangan Akhir

Keputusan terbaru memberikan xAI ruang untuk menghadapi proses hukum tanpa langsung menghadapi penegakan HF 1606 selama proses gugatan berlangsung.

Namun, pengadilan belum memutuskan apakah undang-undang tersebut bertentangan dengan Konstitusi Amerika Serikat.

Dengan demikian, sengketa antara xAI dan Minnesota masih berlanjut. Persoalan utama yang harus diputuskan adalah sejauh mana pemerintah dapat mengatur konten yang dibuat menggunakan AI tanpa melanggar perlindungan kebebasan berbicara.

Kasus ini juga dapat menjadi salah satu perkara yang diperhatikan oleh industri AI karena hasil akhirnya berpotensi memengaruhi cara negara bagian di AS mengatur konten yang dihasilkan AI, khususnya gambar intim yang dibuat tanpa persetujuan.