XRP Turun di Bawah US$1,30, Trader Awasi Level Support Selanjutnya
Pasar Kripto Pantau XRP dan Zcash di Tengah Tekanan Harga
Indikator teknikal masih menjadi perhatian utama pasar kripto, sementara aset seperti XRP, Zcash (ZEC), Toncoin, dan Shiba Inu masih mencari arah pergerakan jangka pendek. Data terbaru menunjukkan XRP kehilangan level support penting, sementara beberapa aset mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah tekanan jual besar.
XRP Kehilangan Support Penting, Trader Mulai Waspada
XRP saat ini berada dalam tekanan setelah turun menembus level support utama di US$1,30. Pada grafik harian, XRP masih bergerak di bawah beberapa rata-rata pergerakan utama, sementara moving average 200 hari berada di sekitar US$1,60, yang menunjukkan tren masih melemah.
Salah satu perhatian utama datang setelah XRP keluar dari pola descending triangle yang terbentuk sejak Maret hingga Mei. Pembeli sempat mempertahankan area US$1,30, namun tekanan jual yang semakin kuat akhirnya mendorong harga turun lebih dalam. Saat ini XRP mencoba bertahan di sekitar US$1,14.
Indikator momentum seperti RSI sempat masuk ke area oversold dan mengalami sedikit pemulihan, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
Jika level saat ini gagal dipertahankan, support psikologis berikutnya berada di sekitar US$1,00. Trader kini menunggu peningkatan volume beli dan pergerakan kembali di atas US$1,30 sebagai sinyal pemulihan.
Zcash Bangkit Setelah Tekanan Jual Besar
Di tengah tekanan pasar, Zcash (ZEC) justru menunjukkan pemulihan yang lebih baik dibanding banyak altcoin lain. ZEC sempat anjlok dari atas US$600 ke sekitar US$250 hanya dalam beberapa hari, sebelum akhirnya rebound dan stabil di kisaran US$430.
Penurunan tajam ini dipicu oleh ditemukannya bug pada software yang memungkinkan terciptanya token ZEC baru secara tidak sah. Kondisi tersebut memicu kepanikan pasar dan gelombang likuidasi besar.
Dalam trading kripto, likuidasi terjadi ketika posisi dengan leverage ditutup otomatis oleh exchange karena jaminan dana trader tidak lagi mencukupi. Situasi ini biasanya memicu volatilitas harga yang tinggi.
Meski sempat terpukul, pembeli kembali masuk dan membantu mencegah penurunan lebih dalam. Saat ini ZEC masih diperdagangkan di atas moving average 200 hari di sekitar US$370, dengan US$400 sebagai area support, sementara area US$450–500 menjadi resistance utama.
0 Comments