3 Faktor di Balik Kinerja Unggul XRP yang Bisa Berlanjut hingga 2026

3 Faktor di Balik Kinerja Unggul XRP yang Bisa Berlanjut hingga 2026

3 Katalis yang Saling Bertemu Membuat ETF XRP Berpotensi Kuat di 2026

Sentimen positif di pasar aset digital sering berubah mengikuti pergerakan harga. Namun, tren struktural jangka panjang justru menunjukkan arah yang berbeda. XRP dinilai semakin kuat memasuki 2026 meskipun harganya sempat melemah, menurut laporan Zacks pada 8 Januari. Token ini diposisikan sebagai aset kripto pilihan investor institusi, sejajar dengan bitcoin dan ethereum. Analisis tersebut menekankan faktor-faktor yang melampaui pergerakan pasar jangka pendek.

Laporan itu mengaitkan reli XRP dengan kombinasi kejelasan regulasi, akses institusi, dan struktur pasar yang semakin matang. Analis Zacks menulis bahwa kinerja kuat XRP didorong oleh tiga faktor utama yang terjadi secara bersamaan.

Faktor pertama adalah penyelesaian sengketa hukum Ripple dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Agustus 2025. Keputusan ini menghilangkan ketidakpastian regulasi yang selama bertahun-tahun membatasi adopsi XRP oleh manajer aset. Setelah hambatan tersebut hilang, perusahaan investasi besar seperti Franklin Templeton, Grayscale, dan Bitwise meluncurkan ETF XRP spot pada November, membuka jalur investasi XRP yang teregulasi bagi investor institusi.

Faktor kedua berkaitan dengan kuatnya arus dana ke ETF XRP. Di saat produk ETF kripto lain mengalami arus dana yang beragam pada Desember, ETF XRP justru mencatat arus masuk sebesar US$483 juta. Produk ini juga membukukan lebih dari 40 hari berturut-turut arus dana bersih positif. Dibandingkan bitcoin dan ethereum, XRP dipandang sebagai “perdagangan yang belum terlalu padat”. Dengan ukuran pasar yang relatif lebih kecil, masuknya dana besar melalui ETF memberi dampak yang lebih signifikan terhadap harga XRP dan menciptakan momentum kuat.

Faktor ketiga menyangkut dinamika pasokan XRP. Prospek XRP ke depan juga dipengaruhi kondisi makroekonomi dan tingkat adopsi kripto. Laporan tersebut menyoroti bahwa ETF XRP telah menyerap sebagian besar pasokan beredar. Sekitar US$1,3 miliar aset dalam ETF setara dengan lebih dari 500 juta XRP yang kini terkunci dan tidak beredar di pasar. Jika arus masuk bulanan berlanjut seperti pada Desember, ETF berpotensi menyerap XRP senilai miliaran dolar hingga akhir tahun, yang dapat menciptakan kelangkaan dan mendorong pergerakan harga signifikan.

Meski demikian, laporan tersebut juga mencatat sejumlah risiko, seperti konsentrasi kepemilikan token, volatilitas pasar kripto, serta sensitivitas terhadap kebijakan suku bunga. Kendati ada risiko, kombinasi kejelasan regulasi, arus dana institusi yang konsisten, dan pasokan yang semakin ketat membuat XRP semakin sering dipandang sebagai aset kripto pilihan investor institusi, menandai pergeseran pasar kripto yang kini tidak lagi hanya berfokus pada bitcoin.