IHSG Kembali Menembus Level 9.000, Sebagian Besar Saham Menguat
IHSG Menguat di Awal Pekan, Sektor Saham Basic dan Energi Jadi Motor Kenaikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada awal sesi perdagangan saham, Senin (12/1/2026). Lonjakan ini sejalan dengan tren positif bursa saham Asia Pasifik yang mayoritas menghijau, serta didorong oleh aksi beli di sektor saham basic yang memimpin kenaikan di antara 11 sektor lainnya.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik 55,01 poin ke posisi 8.991,76 dari penutupan sebelumnya 8.936,75. Pada pukul 09.23 WIB, IHSG tercatat menguat 0,39% ke posisi 8.971,56. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 bertambah 0,59% ke posisi 873, menandakan optimisme investor masih cukup kuat pada awal pekan ini. Mayoritas saham acuan bergerak di zona hijau, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.
Selama awal sesi, IHSG sempat menembus level tertinggi 9.000,96 dan mencatat level terendah 8.956,01. Dari total saham yang diperdagangkan, 305 saham melemah, sementara 280 saham menguat dan 137 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 870.095 kali dengan volume perdagangan saham sebesar 10,2 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 6,4 triliun, menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi. Posisi dolar AS terhadap rupiah bergerak stabil di kisaran Rp 16.831.
Performa Sektor Saham
Dari 11 sektor saham yang dipantau, tiga sektor mengalami koreksi. Sektor teknologi melemah 0,63%, diikuti sektor infrastruktur turun 0,47%, dan sektor consumer nonsiklikal turun tipis 0,02%.
Di sisi lain, saham sektor basic menjadi penggerak utama penguatan IHSG dengan melonjak 2,36%, diikuti oleh sektor energi yang naik 0,67% dan sektor industri yang melambung 0,51%. Sektor consumer siklikal juga mencatat kenaikan signifikan 1,66%, sektor properti naik 1,54%, dan sektor transportasi menguat 0,78%. Tren ini menunjukkan sentimen positif investor terhadap sektor-sektor yang berorientasi pada kebutuhan pokok dan energi, seiring prediksi pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil di awal 2026.
Saham Pilihan Hari Ini
Saham ADRO kembali mencuri perhatian investor dengan menguat 1,9% ke posisi Rp 2.140 per saham. Saham ini dibuka menguat 50 poin ke posisi Rp 2.150 per saham, bergerak di kisaran tertinggi Rp 2.170 dan terendah Rp 2.110 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 7.338 kali dengan volume perdagangan 391.525 lembar saham, dan nilai transaksi harian sebesar Rp 83,6 miliar. Lonjakan ADRO mencerminkan optimisme pasar terhadap sektor energi menjelang laporan kinerja perusahaan kuartal pertama 2026.
Di sisi lain, saham AADI mengalami koreksi tipis 0,69% ke posisi Rp 7.200 per saham. Saham dibuka stagnan di Rp 7.250 per saham dan bergerak di kisaran tertinggi Rp 7.300 serta terendah Rp 7.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.600 kali dengan volume perdagangan 20.797 lembar saham, dan nilai transaksi mencapai Rp 15 miliar.
Saham BBCA juga melemah 0,62% ke posisi Rp 8.075 per saham, dibuka turun dari penutupan sebelumnya Rp 8.125 per saham. Harga bergerak di kisaran tertinggi Rp 8.100 dan terendah Rp 8.050 per saham, dengan frekuensi perdagangan 3.181 kali, volume 137.695 lembar saham, dan nilai transaksi Rp 111,3 miliar.
Sementara itu, saham TOBA menjadi salah satu yang terkoreksi signifikan dengan penurunan 1,72% ke posisi Rp 655 per saham. Saham ini dibuka menguat di Rp 880 per saham, namun sempat menyentuh level tertinggi Rp 885 dan terendah Rp 835 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 3.649 kali dengan volume perdagangan 243.885 saham, dan nilai transaksi harian Rp 20,8 miliar.
Prospek Pasar
Analis pasar menilai penguatan IHSG pada awal pekan ini didorong oleh optimisme investor terhadap kondisi makroekonomi domestik yang stabil, harga komoditas yang membaik, serta dukungan penguatan sektor energi dan properti. Namun, investor tetap berhati-hati mengingat beberapa saham sektor teknologi dan infrastruktur masih berada di tekanan jual, sehingga volatilitas pasar diperkirakan masih akan terjadi di sesi-sesi berikutnya.
Secara keseluruhan, IHSG terlihat berada dalam tren positif jangka pendek, dengan peluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 9.000-9.050, selama sentimen regional dan global tetap mendukung pasar saham domestik.
0 Comments