Mantan Petugas Pajak Prancis Diduga Bocorkan Data Sensitif untuk Menargetkan Sipir Penjara dan Investor Kripto

Mantan Petugas Pajak Prancis Diduga Bocorkan Data Sensitif untuk Menargetkan Sipir Penjara dan Investor Kripto

Seorang mantan pegawai pajak Prancis, Ghalia C., masih ditahan setelah diduga menyalahgunakan aksesnya ke database pemerintah untuk membantu aksi kekerasan dan pencarian data ilegal. Perempuan berusia 32 tahun itu sebelumnya bekerja di kantor pajak Bobigny, wilayah Seine-Saint-Denis.

Ia ditangkap pada 30 Juni 2025 dan didakwa membantu serangan terhadap seorang petugas lapas serta terlibat dalam jaringan kriminal. Pada 6 Januari 2026, Pengadilan Banding Paris menolak permohonan pembebasannya, menegaskan seriusnya kasus yang dihadapi.

Penyelidikan mengungkap bahwa Ghalia C. menggunakan akses resminya ke sistem pajak untuk mengumpulkan data pribadi sejumlah individu. Salah satu target utama adalah seorang kepala sipir penjara La Santé di Paris. Data tersebut diduga diserahkan kepada pihak lain yang identitasnya belum diketahui.

Tak lama kemudian, tiga pria bertopeng dilaporkan menyerang petugas lapas tersebut di kediamannya. Para pelaku membawa senjata dan bertindak brutal. Serangan ini diduga telah direncanakan, meski motif pastinya belum diungkap ke publik.

Kasus ini juga merambah ke dunia aset kripto. Penyidik menemukan bahwa Ghalia C. melakukan pencarian ilegal terhadap sejumlah investor yang aktif di pasar kripto. Sektor kripto memang dikenal memiliki nilai aset besar, pergerakan cepat, dan sering menarik perhatian baik pelaku bisnis legal maupun pihak-pihak gelap.

Selain investor kripto, ia juga menelusuri data Vincent Bolloré, pengusaha besar Prancis yang memiliki bisnis di sektor media, logistik, dan energi.

Jaksa menyebutkan bahwa pencarian data tersebut dilakukan atas permintaan seorang klien anonim. Namun, selama pemeriksaan, Ghalia C. menolak mengungkap identitas pihak yang memerintahkannya. Sikap ini memicu dugaan adanya keterkaitan dengan kejahatan terorganisir, konflik bisnis, atau kepentingan tersembunyi di balik pasar kripto dan dunia korporasi.

Kasus ini terungkap setelah otoritas mendeteksi aktivitas tidak wajar dalam sistem database pajak. Ghalia C. langsung diberhentikan dari pekerjaannya dan kemudian ditangkap.

Menurut jaksa, perannya dinilai penting dalam jaringan kejahatan yang lebih luas, yang menghubungkan institusi negara dengan dunia investasi modern, termasuk kripto. Pengadilan memutuskan untuk menahannya karena dikhawatirkan ia dapat melarikan diri, menghilangkan bukti, atau membahayakan keselamatan publik.

Pakar hukum menilai kasus ini membuka kelemahan serius dalam sistem keamanan data pemerintah. Peristiwa ini bisa mendorong penguatan pengawasan internal dan peningkatan keamanan siber, terutama terkait akses data sensitif.

Hingga kini, banyak pertanyaan belum terjawab, termasuk berapa banyak orang yang datanya disalahgunakan dan siapa dalang di balik permintaan informasi tersebut. Sambil menunggu persidangan, Ghalia C. tetap ditahan, dan sikap bungkamnya membuat gambaran kasus ini masih belum lengkap.

Kasus ini mencoreng reputasi otoritas pajak Prancis dan menjadi pengingat kuat akan bahaya insider threat di era digital, terutama ketika data pribadi, kekuasaan negara, dan aset kripto saling beririsan.