Aktivitas Pembakaran (Burn) Stablecoin Ripple USD (RLUSD) Turun Menjadi Nol pada Awal Juni

Aktivitas Pembakaran (Burn) Stablecoin Ripple USD (RLUSD) Turun Menjadi Nol pada Awal Juni

Stablecoin Ripple USD (RLUSD) memulai bulan Juni dengan kondisi yang relatif sepi, tanpa aktivitas burn (pemusnahan token) di akhir Mei. Berdasarkan data dari situs pelacak RLUSD, tidak ada RLUSD yang dibakar sejak awal Juni. Kondisi serupa juga terjadi pada 30 Mei, ketika tidak ada token yang di-burn.

Jeda ini terjadi setelah beberapa pekan aktivitas mint (pencetakan) dan burn yang cukup tinggi. Pada 20 Mei, RLUSD mencatat pencetakan terbesar dengan nilai mencapai $261 juta, sementara pada hari yang sama sekitar $165,1 juta RLUSD dibakar. Hingga 1 Juni, sekitar $6,2 juta RLUSD telah dicetak, dan angka ini masih berpotensi bertambah.

Seiring keseimbangan sementara antara mint dan burn, kapitalisasi pasar RLUSD tetap stabil di atas $1,7 miliar, dengan total suplai sekitar $1,704 miliar.

Dari total tersebut, sekitar $613 juta berada di jaringan XRP Ledger (XRPL), meningkat lebih dari 80% dibandingkan $340,3 juta pada akhir kuartal pertama 2026. Sementara itu, sekitar $1,09 miliar RLUSD berada di jaringan Ethereum.

Mesin burn RLUSD saat ini terlihat melambat, dengan aktivitas burn terakhir terjadi sekitar tiga hari lalu. Meski begitu, dalam 30 hari terakhir, jumlah RLUSD yang dibakar masih lebih besar dibandingkan yang dicetak. Total sekitar $304,4 juta RLUSD dicetak, sementara $396,8 juta dibakar, menunjukkan adanya penurunan suplai.

RLUSD telah terintegrasi dalam berbagai layanan keuangan Ripple, seperti pembayaran, manajemen kas (treasury), brokerage, dan kustodian. Hal ini membuat pertumbuhan suplainya didorong oleh permintaan institusi nyata, bukan sekadar aktivitas di exchange.

Pada akhir Q1 2026, sebagian besar pemegang RLUSD berada di XRPL, namun volume transaksi terbesar justru terjadi di jaringan Ethereum.