Industri Kripto Mengincar Dana Pensiun Senilai US$49 Triliun, Narasi Lama Kembali Jadi Sorotan
Industri Kripto Bidik Dana Pensiun AS Senilai US$49 Triliun
Adam Bergman mengatakan dalam podcast On The Margin bahwa selama puluhan tahun masyarakat telah diarahkan untuk percaya bahwa investasi di saham merupakan cara terbaik membangun kekayaan. Menurutnya, kenyataan tidak selalu demikian.
Bergman merupakan pendiri IRA Financial, perusahaan kustodian dana pensiun mandiri (self-directed retirement account) yang mengelola lebih dari US$7 miliar aset dari sekitar 27.000 akun. Pekan ini, perusahaan tersebut meluncurkan platform kripto baru yang memungkinkan investor memperdagangkan hampir 100 aset kripto secara real-time di dalam akun pensiun mereka.
Platform tersebut memungkinkan pengguna mengelola berbagai jenis aset, termasuk saham, properti, emas, private equity, hingga aset kripto dalam satu akun yang sama.
Menurut Bergman, banyak klien terkayanya membangun kekayaan bukan hanya melalui pasar saham, melainkan lewat investasi alternatif seperti bisnis privat, private equity, hedge fund, dan Bitcoin.
“Bagaimana mereka menjadi kaya? Bukan hanya dengan membeli saham. Mereka membeli aset privat, bisnis, private equity, hedge fund, hingga Bitcoin. Di situlah banyak orang membangun kekayaannya,” ujar Bergman.
Ia juga menilai investor yang hanya berinvestasi di indeks seperti S&P 500, reksa dana, atau ETF sebenarnya belum benar-benar terdiversifikasi karena eksposurnya masih terkonsentrasi pada sejumlah perusahaan besar.
Pandangan tersebut kini mengarah pada industri dana pensiun Amerika Serikat yang nilainya mencapai US$49,1 triliun, salah satu sumber tabungan terbesar masyarakat AS.
Regulasi Mulai Mendukung Aset Digital
Perubahan kebijakan di Amerika Serikat membuka peluang lebih besar bagi aset kripto untuk masuk ke dalam dana pensiun.
Pada Maret 2022, Departemen Tenaga Kerja AS sempat meminta pengelola dana pensiun 401(k) untuk sangat berhati-hati sebelum menawarkan investasi kripto kepada peserta.
Namun, pada 28 Mei 2025, panduan tersebut dicabut. Beberapa waktu kemudian, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif berjudul Democratizing Access to Alternative Assets for 401(k) Investors, yang mendorong regulator membuka akses terhadap aset alternatif seperti private equity, properti, dan aset digital dalam program dana pensiun.
Dengan langkah tersebut, generasi muda yang diperkirakan akan mewarisi kekayaan sekitar US$15 triliun dan cenderung lebih percaya pada aset kripto dibanding perbankan tradisional berpotensi memiliki akses yang lebih luas terhadap investasi kripto melalui dana pensiun mereka.
Kritik terhadap Institusi Keuangan Besar
Bergman mengkritik lembaga keuangan besar seperti Fidelity dan Schwab karena dianggap membatasi akses investor dana pensiun terhadap aset alternatif.
Menurutnya, alasan yang menyebut aset seperti Bitcoin terlalu berisiko tidak sepenuhnya benar. Ia berpendapat bahwa institusi keuangan lebih diuntungkan ketika investor membeli produk investasi tradisional dibanding properti, emas, atau aset alternatif lainnya.
Bergman menegaskan bahwa sejak akun IRA diperkenalkan pada 1974, aturan sebenarnya hanya melarang beberapa jenis investasi tertentu, seperti asuransi jiwa, barang koleksi tertentu, dan transaksi yang melibatkan konflik kepentingan. Selain itu, berbagai aset lainnya secara hukum diperbolehkan.
Satu Akun untuk Berbagai Jenis Aset
Platform IRA Financial memungkinkan investasi saham, ETF, dan reksa dana melalui Interactive Brokers tanpa komisi perdagangan. Untuk aset kripto, transaksi dilakukan melalui Bitstamp dan Robinhood dengan biaya pembelian hingga sekitar 1%.
Selain aset digital, investor juga dapat menyimpan properti, pinjaman pribadi, private equity, hingga logam mulia dalam satu akun yang sama dengan biaya tahunan tetap di bawah US$500.
Bergman mengklaim model ini berbeda dari kebanyakan perusahaan investasi yang menerapkan biaya berdasarkan nilai aset yang dikelola. Menurutnya, investor seharusnya hanya dikenakan biaya administrasi, bukan membayar lebih hanya karena portofolio mereka tumbuh.
Pengacara Pajak yang Bertaruh pada Bitcoin
Sebelum mendirikan IRA Financial, Bergman bekerja sebagai pengacara pajak di New York selama delapan tahun. Ia membeli Bitcoin pertamanya pada 2015 meskipun penasihat keuangannya saat itu menyebut Bitcoin sebagai investasi yang terlalu berisiko.
Namun Bergman melihat potensi keuntungan jangka panjang yang lebih besar dibanding risikonya. Ia beranggapan bahwa dengan horizon investasi puluhan tahun, risiko tersebut masih dapat ditoleransi.
Menurutnya, IRA Financial termasuk salah satu perusahaan pertama di Amerika Serikat yang memungkinkan investor menyimpan Bitcoin dalam akun dana pensiun sejak 2015.
Risiko Tetap Menjadi Perhatian
Meski menawarkan akses yang lebih luas ke berbagai aset, akun pensiun mandiri juga memiliki risiko yang tidak kecil.
Pakar IRA, Ed Slott, mengingatkan bahwa investor pada dasarnya harus bertanggung jawab penuh atas keputusan investasinya sendiri. Regulator seperti SEC, FINRA, dan NASAA juga telah memperingatkan bahwa aset alternatif dan kripto dapat menghadirkan risiko yang lebih tinggi dibanding instrumen investasi konvensional.
IRA Financial sendiri pernah menjadi korban peretasan pada Februari 2022. Saat itu, sekitar US$36 juta dalam bentuk Bitcoin dan Ether milik pelanggan dicuri setelah pelaku berhasil mengeksploitasi kunci API utama yang terhubung dengan akun kustodian perusahaan.
Selain risiko keamanan, investor dana pensiun berbasis kripto juga harus mematuhi aturan perpajakan yang berlaku. Kesalahan dalam pengelolaan aset, termasuk penguasaan langsung atas aset yang dimiliki akun pensiun, dapat menyebabkan hilangnya manfaat pajak yang seharusnya diperoleh.
Meski demikian, Bergman tetap optimistis terhadap aset alternatif. Ia mengaku menempatkan sekitar 50% hingga 60% portofolio pribadinya pada investasi alternatif, termasuk Bitcoin, dan percaya bahwa investor seharusnya memiliki kebebasan lebih besar untuk memilih aset yang ingin dimasukkan ke dalam dana pensiun mereka.
0 Comments