Bagaimana BlackRock Kehilangan Kendali atas Pasar Treasury Tokenisasi US$10 Miliar karena Alasan Teknis Sederhana

Bagaimana BlackRock Kehilangan Kendali atas Pasar Treasury Tokenisasi US$10 Miliar karena Alasan Teknis Sederhana

Tokenized US Treasuries Tembus US$10 Miliar, Persaingan Nyata Ada di Infrastruktur

Nilai total US Treasury yang ditokenisasi telah melampaui US$10 miliar, menandai fase baru di mana produk ini bukan lagi sekadar uji coba, melainkan sudah menjadi bagian nyata dari infrastruktur keuangan kripto.

Namun, ada perubahan penting di balik pencapaian ini. USYC milik Circle kini melampaui BUIDL milik BlackRock sebagai produk Treasury tokenisasi terbesar. Perubahan ini menunjukkan satu hal penting: jalur distribusi dan mekanisme kolateral kini lebih menentukan daripada kekuatan merek.

Per 22 Januari, USYC mengelola aset senilai US$1,69 miliar, sedikit di atas BUIDL yang berada di US$1,684 miliar. Meski selisihnya kecil, arahnya jelas. Dalam 30 hari terakhir, aset USYC tumbuh 11%, sementara BUIDL justru turun sekitar 2,85%.

Ini bukan soal Circle mengalahkan BlackRock dalam perang merek. Ini soal desain produk dan integrasi yang lebih efisien.

Distribusi dan Kolateral Lebih Penting dari Nama Besar

Keunggulan utama USYC terletak pada kemudahannya digunakan sebagai kolateral di ekosistem trading kripto.

Pada Juli lalu, Binance memungkinkan klien institusi menggunakan USYC sebagai kolateral off-exchange untuk produk derivatif, dengan konversi cepat kembali ke USDC. Sementara itu, BUIDL baru ditambahkan ke sistem Binance sekitar empat bulan kemudian.

Urutan waktu ini penting. Produk yang lebih dulu terintegrasi ke dalam sistem margin dan kolateral biasanya akan menyerap arus dana lebih besar. USYC tidak hanya “terdaftar”, tetapi benar-benar menjadi bagian dari operasional harian institusi.

Circle juga merancang USYC agar berjalan mulus di jalur ekosistem USDC, sehingga institusi yang sudah menggunakan USDC bisa mengadopsi USYC tanpa perlu membangun sistem baru.

Sebaliknya, meski membawa nama besar BlackRock, BUIDL belum memiliki integrasi yang sama kuat di sistem kolateral kripto.

Desain Produk yang Lebih Cocok untuk Trading

Perbedaan penting lainnya adalah cara pengelolaan imbal hasil:

  • USYC bersifat “accumulating”, artinya bunga otomatis menambah nilai token.
  • BUIDL bersifat “distributing”, di mana imbal hasil dibayarkan terpisah.

Untuk sistem margin dan kolateral yang otomatis, model akumulasi jauh lebih sederhana. Tidak perlu mengelola pembayaran bunga, sehingga lebih efisien untuk kebutuhan trading dan derivatif.

Akses Lebih Luas, Pengguna Lebih Banyak

Aturan masuk kedua produk juga sangat berbeda:

  • BUIDL hanya bisa diakses oleh Qualified Purchaser di AS, dengan investasi minimum US$5 juta.
  • USYC menargetkan investor non-AS dengan minimum US$100.000.

Artinya, USYC terbuka bagi lebih banyak fund kripto, proprietary trading desk, family office, dan institusi offshore. Banyak pelaku kripto tidak memenuhi syarat untuk BUIDL, baik karena regulasi maupun batas minimum investasi.

Nama besar tidak cukup jika aksesnya terbatas. Jika sebuah institusi tidak bisa masuk, mereka akan memilih produk lain yang lebih fleksibel.

Arus Dana Bergerak Jelas

Peralihan posisi ini terjadi cukup cepat. USYC menerima arus dana masuk, sementara BUIDL mengalami arus keluar. Ini menunjukkan keputusan alokasi nyata, bukan sekadar efek pemasaran.

Integrasi yang lebih cepat, struktur yield yang sederhana, dan persyaratan masuk yang lebih rendah membuat USYC unggul dalam praktik.

Tokenized Treasuries Jadi Infrastruktur Inti Kripto

Meski US$10 miliar masih kecil dibandingkan pasar stablecoin senilai US$310 miliar, peran Treasury tokenisasi terus berkembang.

Regulator seperti IOSCO mencatat bahwa produk ini makin sering digunakan sebagai cadangan stablecoin dan kolateral transaksi kripto. Sementara JPMorgan menilai tokenized money market fund sebagai tahap lanjutan setelah stablecoin.

Produk ini berfungsi seperti uang tunai digital, tetapi tetap menghasilkan imbal hasil, lebih cepat diselesaikan, dan mudah terintegrasi ke blockchain.

Saat imbal hasil stablecoin mendekati nol, tokenized Treasuries memberi solusi imbal hasil bebas risiko tanpa harus keluar dari ekosistem kripto.

Apa Selanjutnya?

Pencapaian US$10 miliar hanyalah awal.

Jika porsi tokenized Treasuries naik dari 3–4% menjadi dua kali lipat dari total suplai stablecoin, nilainya bisa mencapai US$20–25 miliar dalam setahun. Dengan adopsi kolateral berbasis exchange yang lebih luas, potensinya bisa naik ke US$40–60 miliar.