Bitcoin Diperkirakan Masuki Tren Bearish Jangka Panjang hingga 2027
Pasar Bitcoin Melemah, Tren Bearish Bisa Berlanjut hingga 2027
Kapitalisasi pasar Bitcoin turun ke sekitar $1,46 triliun, membuat posisinya berada di bawah sejumlah perusahaan besar dunia dan aset global lainnya. Emas masih menjadi aset paling bernilai dengan kapitalisasi hampir $31 triliun, disusul perusahaan seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Amazon, dan lainnya yang juga berada di atas Bitcoin.
Penurunan ini mencerminkan tekanan yang semakin besar di pasar kripto. Faktor seperti inflasi yang meningkat, konflik geopolitik, serta melemahnya kepercayaan investor ikut menekan harga.
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, memperkirakan pasar bearish saat ini bisa berlangsung hingga awal 2027. Prediksi ini didasarkan pada data on-chain yang melacak keuntungan dan kerugian investor.
Ia menjelaskan bahwa ketika investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), pasar biasanya masuk ke fase penurunan yang bisa berlangsung sekitar 18 bulan. Karena tren ini dimulai sejak Oktober 2025, maka tekanan bearish diperkirakan masih akan berlanjut.
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa profitabilitas investor mulai menurun sejak mencapai puncaknya tahun lalu. Menurut Ju, pemulihan pasar baru akan terjadi jika unrealized profit (keuntungan yang belum direalisasikan) mulai naik, sementara realized profit (keuntungan yang sudah direalisasikan) menurun — dan kondisi ini belum terlihat saat ini.
Pada saat laporan dibuat, harga Bitcoin berada di sekitar $73.289, turun tipis dalam 24 jam terakhir. Aktivitas di pasar derivatif juga melemah, dengan total open interest turun ke sekitar $55 miliar, sementara likuidasi mencapai sekitar $224 juta.
Sebagian besar kerugian dialami oleh trader yang memasang posisi long (bertaruh harga naik). Lebih dari $30 juta posisi long dilikuidasi dalam sehari, dibandingkan sekitar $17 juta posisi short. Meski begitu, rasio long-short di bursa besar seperti Binance dan OKX masih menunjukkan sentimen yang cenderung bullish.
Kondisi ekonomi global juga turut memberi tekanan. Inflasi PCE di AS naik menjadi 3,8% pada April, yang meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed. Selain itu, ketegangan geopolitik seperti konflik antara AS dan Iran juga membuat pasar global lebih berhati-hati, termasuk pasar kripto.
0 Comments